Oleh: suryani
Tribunnews.com – Prabowo Subianto selaku Presiden RI sudah tiga kali secara eksplisit membahas solusi dua negara (two-state solution) terkait konflik israel dan palestina. Solusi dua negara sudah di suarakan oleh prabowo sejak menjabat sebagai menteri pertahanan RI periode 2014-2019 hingga ke posisinya saat ini sebagai presiden RI.
Solusi dua negara ini merupakan usulan penyelesaian konflik antara israel dan palestina yang bertujuan untuk membentuk dua negara merdeka satu untuk israel dan satu untuk palestina. Menurut usulan tersebut, wilayah palestina mencakup wilayah barat dan jalur gaza, serta yerusalem sebagai ibu kotanya.
Namun, usulan solusi dua negara (two-state solution) tidak lepas dari krtikan, salah satu kritikan yang di dapat berada dalam sebuah artikel karya Marcelo svirsky yang diterbitkan dilaman middle east eye pada 24 sepetember 2018. Dalam artikel tersebut di katakan bahwa two-state solution malah mengesampingkan bagaimana tidak seimbangnya konflik israel dan palestina, sekaligus di khawatirkan malah dapat melanggengkan penderitaan palestina. Nah dari sini kita dapat menilai bahwa solusi dua negara tersebut sudah lama di bahas dan mendapat respon baik positif maupun negatif, lalu apakah solusi dua negara benae-benar mampu mendamaikan konflik antara israel dan palestina yang telah berlansung dalam jangka waktu yang lama, yang mana jauh sebelum adanya pembahasan mengenai solusi dua negara ini ada.
Isrel memiliki keiginan besar untuk menguasai tanah palestina, berbagai solusi sebelumnya pun tidak memberikan pengaruh terhadap keinginan tersebut contoonya saja gencatan senjata yang di umumkan tidak membuat israel berhenti membombardir palestina yang bahkan tidak sega-segan menargetkan warga sipil baik anak-anak amupun perempuan dan berbagai falitas umum seperti rumah sakit. Konflik ini sangat kompleks tidak hanya menyasar organisai hamas tetapi juga melibatkan agama, ekonomi, dan juga politik.
Sebagai penguat saja seperti dikutip dalam situs KOMPAS.com dimana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan terdapat 158 perusahaan yang terlibat dalam pemukiman ilegal israel di wilayah palestina, termasuk yerusalem timur. Kantor komisaris tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyatakan perusahaan tersebut berasal dari 11 negara berbeda. Perusahaan-perusahaan tersebut berfokus pada kegiatan bisnis yang berkaitan dengan kontruksi, real state, pertambangan, dan penggalian. Jadi, bisa dikatakan tanah palestina merupakan tanah yang menguntungkan bagi israel sehingga tidak mudah bagi mereka untuk melepasnya dan ini dikaitkan dengan lamahnya israel berusaha untuk merebut tanah palestina bahkan solusi-solusi sebelumnya tidak dapat memerdekakan palestina sepenuhnya. Tidak terkecuali solusi negara ini yang belum di terapkan namun sudah mendapat banyak respon bahwa bisa saja solusi tersebut justru membuat israel lebih longgar dalam menguasai palestina karena sudah dapat menguasai separuh tanah palestina.
Solusi yang hakiki:
Apa yang terjadi pada palestina sangatlah kompleks melibatkan agama, politik, sejarah, maupun hukum internasional. Jihad berarti mempejuangkan atau bersungguh-sungguh untuk menegakkan kebenaran, ini merujuk pada perjuangan untuk membela diri, membebaskan tanah yang diduduki dan melawan betuk kekerasan kemanusiaan, perlawanan ini adalah kewajiban untuk mempertahankan hak-hak umat islam dan kedaulatan atas tanah palestina.
Khilafah merujuk pada sistem pemerintahan islam global yang di pimpin oleh seorang khilafah, yang bertujuan untuk memelihara agama dan mengaur urusan dunia berdasarkan syariat. Bahwasanya masalah palestina tidak akan terselesaikan selama umat islam masih tepecah-pecah dalam negara bangsa, umat islam harus bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaaan dan tanah kaum muslimin oleh karenanya yang menjadi satu-satunya solusi dalam membebaskan tanah pelestiana yaitu merampasnya kembali dari tangan penjajah dengan cara jihad atau perang di jalan allah SWT. Itu dapat dilakukan jika khilafah bisa ditegakkan seluruh umat muslim bersatu memilih pemimpin dikuatkan oleh akidah islam membangkitkan islam kaffah dan penerapan aturan islam bisa terlaksana. Namun saat ini kita masih dibawah sistem kapitalisme yang mendorong kemerosotan berfikir bagi umat, sehingga tidak memikirkan untuk bangkit membawa perubahan ke yang lebih baik. Sistem islam pernah diterapkan hanya saja telah runtuh, dan saat itu negara islam menjadi negara yang terdepan jauh dari kata tertinggal dan mampu menaklukkan negara besar pada saat itu, oleh karena itu, ini bisa di jadikan sebagai motivasi bahwa sekarang kebutuhan akan khilafah sangat mendesak untuk membebaskan palestina.
Wallahu’alam.

No comments:
Post a Comment