Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seragam Putih Abu-abu Dan Aroma Tembakau

Thursday, October 23, 2025 | Thursday, October 23, 2025 WIB Last Updated 2025-10-22T22:18:47Z

 



Oleh : Yuni Hidayati 


Adab kepada guru adalah cerminan karakter seorang siswa. Ketika seorang siswa memuliakan gurunya, sejatinya ia sedang menanam benih keberkahan dalam setiap ilmu yang dipelajari. Seorang guru adalah cahaya dalam kegelapan, pemandu dijalan ilmu. Adab seorang siswa kepada gurunya bukan sekedar formalitas, melainkan wujud penghargaan atas perjuangan mereka yang tak kenal lelah untuk mencerdaskan insan dalam kehidupan.


Seperti yang telah diberitakan oleh media suara.com, (Sabtu 18, Oktober 2025).Tersebar sebuah potret yang mengiris hati dunia pendidikan, dimana siswa SMA di Makassar berinisial AS, dengan santainya merokok sambil mengangkat kaki, disamping gurunya.


Dalam klarifikasinya, kepada Dinas Pendidikan Makassar, Ambo sang guru tersebut memberikan penjelasan betapa rumitnya posisi pendidikan saat ini. Ia mengaku tidak menyadari kalau AS memegang merokok, karena fokusnya teralihkan kepada permintaan AS untuk diajari membaca puisi.


Namun pengakuan Ambo sang guru, yang paling mencurahkan perhatian adalah keraguan untuk menegur AS secara tegas. "Sekarang guru kalau keras sedikit dibilang melanggar HAM", ujarnya.

Pernyataan ini menyiratkan adanya tembok tak kasat mata, yang membuat guru takut menegakkan kedisiplinan, takut tindakannya disalah artikan dan berujung pada sanksi yang mengancam karirnya.


Sejatinya, Islam sangat menekankan pentingnya adab, khususnya kepada guru dan orang yang lebih tua. Rasulullah saw bersabda, "Bukanlah termasuk golongan kami  orang yang tidak menghormati orang tua, tidak menyayangi yang muda, dan tidak mengetahui hak orang yang berilmu." (HR.Ahmad).

  

Peran guru di sekolah dan orang tua di rumah sangat diperlukan untuk bersama-sama menanamkan adab/kesopanan. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting yakni media, dan sistem pendidikan. 


Karena banyak anak-anak yang berprilaku tidak sopan karena meniru dari tontonan yang ada di HPnya. Sistem pendidikan, ini juga sangat berpengaruh. Sistem pendidikan sekular saat ini sangat jauh dari nilai-nilai agama yang mengajarkan tentang akhlak seperti kejujuran, kesopanan, kebijaksanaan dll. Sistem ini hanya fokus pada pencapaian nilai namun jauh dari pengaplikasian. Contohnya saja, saat ujian anak-anak hanya diminta untuk menghasilkan nilai tinggi, tak peduli akhlak/prilakunya seperti apa. 


Dengan kasus ini, menjadi bukti untuk kesekian kalinya, bahwa sistem dan aturan buatan manusia tidak menjamin untuk adanya ketertiban dan kenyamanan yang mampu mencetak generasi cemerlang.  


Karena generasi yang cemerlang hanya akan terwujud jika orang tua, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, media serta negara menerapkan aturan Islam. 


Sebagaimana sejarah menorehkan lahirnya para ulama hebat, yang pandai berfikir kritis juga dihiasi iman dan ketakwaan layaknya Muhammad Al Fatih, ini karena Islam diterapkan dalam kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. 

Wallahu a'lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update