Oleh: Suryani
Jakarta, CNN Indonesia – Israel di ketahui tengah melakukan penggalian bawah tanah disekitar masjid al-aqsa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan runtuhnya sebagian bangunan masjid al- aqsa di Yerusalem. Hal tersebut disampaikan oleh pemerintah yerusalem yang mengingatkan bahaya lebih lanjut dari penggalian yang di lakukan israel.
Pengalian tersebut menyasar terowongan-terowongan yang menghubungkan kota daud, melewati lorong-lorong yang dibangun dari dinding batu. Sebagian besar terowongan mulanya merupakan jalur air bersejarah yang di keringkan dan di ubah menjadi terowongan, museum, dan sinagoge. Hal merupakan rencana israel untuk merusak landmark bersejarah islam, ini merupakan pelanggaran hukum islam (WAFA News Agency) rabu, 22/10.
Selain itu terowongan tersebut memaksakan kendali israel atas tempat-tempat suci di yerusalem. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan masa depan kota suci dan identitas palestina-nya.
Syaikh sabri dikutip dari ilkha.com mengatakan otoritas penduduk menggali tanpa henti di bawah fondasi masjid, menyebabkan retakan yang terlihat jelas di dinding dan halamannya. Lanjutnya dia juga menegaskan bahwa masjid al-aqsa hanya milik umat islam. Dia memperingatkan kebisuan dan ketidakpedulian dunia arab dan islam dapat mengakibatkan konsekuensi bencana bagi situs suci tersebut. “bahaya itu nyata dan mendesak jika penggalian tersebut terus berlanjut, suatu hari kita mungkin terbangun dan mendapati sebagian al-aqsa telah runtuh. Ini merupakan kewajiban setiap muslim dan setiap orang merdeka untuk bertindak sebelum terlambat”.
Benar kita sebagai umat muslim memiliki kewajiban untuk membantu sesama saudara kita dan melindungi tanah kaum muslim termasuk membebaskan tanah palestina namun beberapa negara besar seperti arab dan mesir justru tidak melakukan tindakan apapun selain mendesak untuk gencatan senjata. Padahal sejati gencatan senjata hanya merupakan solusi sementara, israel tetap saja melakukan genosida di bumi palestina. Salah satu yang menyebabkan negara-negara lain hanya dapat diam dikarenakan adanya hubungan politik ekonomi.
Diamnya negara lain:
Pertama, nasionalisme modern seringkali menekankan kepentingan nasional di atas nilai universal seperti keadilan atau solidaritas dan juga kemanusiaan, negara cenderung lebih peduli terhadap keamanan dan kepentingan nasional sendiri dibandingkan memperjuangkan hak asasi rakyat palestina, kedua, banyak negara terutama negara muslim secara otoritas mendukung tetapi tidak mengambil langkah konkret karena takut merusak hubungan diplomatik menempatkan stabilitas nasionalnya dan juga internalnya di atas solidaritas internasional ataupun kepedulian dan cinta sesama umat muslim. Ketiga, adanya pengaruh geopolitik terutama dari negara amerika serikat, mendorong negara arab ataupun negara lainnya untuk mengutamakan kerjasama politik maupun ekonomi yang menguntungkan. Keempat, tidak ingin negaranya terganggu mendapatkan ancaman dari luar meskipun tidak memiliki keterikatan terhadap negara-negara besar yang memberikan pengaruh terhadap negaranya, negara ini lebih memilih diam tidak melakukan apapun agar negaranya baik-baik saja.
Dasar tindakan israel:
Israel sering mengklaim bahwa proyek penggalian tersebut merupakan pekerjaan arkeologi dan restorasi, disebutkan bahwa jalur terowongan adalah upaya untuk mengungkap dan melestarikan jalur bersejarah yang dulunya digunakan oleh peziarah yahudi menuju bait suci kedua (Temple Mount/Haram al-Sharif). Singkatnya israel mengklaim tujuan arkeologi dan restorasi, namun secara tidak langsung tindakan itu merupakan upaya politik untuk memperkuat klaim teritorial, menghapus identitas islam, dan mengancam stabilitas fisik masjid Al-aqsa.
Islam hadir: ukhuwah islamiyah dalam diri setiap individu, ukuwah islamiyah adalah ikatan persaudaraan yang dibangun atas dasar islam dan kecintaan terhadap Allah. Dalam islam yang berarti persaudaraan antar sesama muslim, ini bukan hanya hubungan sosial biasa tetapi ikatan spiritual yang kuat didasari keimanan dan tidak di ikat hanya berdasarkan ikatan yang lemah seperti suku, kelompok maupun politik ekonomi.
Satu-satunya solusi utuh yaitu jihad dan khilafah: Apa yang terjadi pada palestina sangatlah kompleks melibatkan agama, politik, sejarah, maupun hukum internasional. Jihad berarti memperjuangkan atau bersungguh-sungguh untuk menegakkan kebenaran, ini merujuk pada perjuangan untuk membela diri, membebaskan tanah yang diduduki dan melawan bentuk kekerasan kemanusiaan, perlawanan ini adalah kewajiban untuk mempertahankan hak-hak umat islam dan kedaulatan atas tanah palestina.
Khilafah merujuk pada sistem pemerintahan islam global yang di pimpin oleh seorang khilafah, yang bertujuan untuk memelihara agama dan mengaur urusan dunia berdasarkan syariat. Bahwasanya masalah palestina tidak akan terselesaikan selama umat islam masih tepecah-pecah dalam negara bangsa, umat islam harus bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaaan dan tanah kaum muslimin oleh karenanya yang menjadi satu-satunya solusi dalam membebaskan tanah pelestiana yaitu merampasnya kembali dari tangan penjajah dengan cara jihad atau perang di jalan allah SWT. Itu dapat dilakukan jika khilafah bisa ditegakkan seluruh umat muslim bersatu memilih pemimpin dikuatkan oleh akidah islam membangkitkan islam kaffah dan menerapkan aturan islam bisa terlaksana.

No comments:
Post a Comment