Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyoal Filisida Maternal di Kalangan Ibu

Sunday, October 05, 2025 | Sunday, October 05, 2025 WIB Last Updated 2025-10-05T09:17:46Z

 



Oleh: Sumiati


Sungguh miris, beberapa kasus bunuh diri sedang merajalela terutama dikalangan para ibu. Sebagaimana yang dikabarkan, seorang ibu di Kabupaten Bandung bunuh diri. Diduga sebelumnya ia membunuh anak-anaknya yang masih berusia 9 tahun dan 11 tahun dengan meracuni mereka terlebih dahulu. Hal ini dinilai adanya masalah dalam kesehatan mental keluarga. Pengamat sosial dan psikolog Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menyatakan peristiwa ini termasuk dalam kategori maternal filicide- suicide, dimana seorang ibu mengakhiri hidup anaknya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Dilansir dari radarbandung.id (17/09/2025).


Menurut Devie, kasus seperti ini terjadi karena banyak faktor, yaitu gangguan kesehatan mental, beban ekonomi/kemiskinan yang memicu keputusasaan, beban pengasuhan tanpa dukungan, dan bisa pengaruh dari fase masa kehamilan atau setelah melahirkan. Salah satu faktor diatas dilihat dari tulisan curhatan hati korban yang ditemukan di rumahnya. Maka dengan melihat kasus ini ia mengatakan, dibutuhkan kepedulian lingkungan sosial dan keluarga terhadap ibu rumah tangga. Karena itu menurutnya kesehatan mental tidak boleh dianggap remeh kalau tidak ada dukungan tragedi ini akan berulang.


Kasus filicida maternal ini bukan hanya kali ini saja. Di sepanjang tahun 2024 pun terjadi 60 kasus pembunuhan anak oleh orang tuanya. Ini membuktikan bahwa Indonesia sudah menjadi kasus darurat filicida maternal. Untuk menjaga kesehatan mental para ibu seharusnya negara menyediakan layanan psikologi secara luas. 


Kasus filicida maternal yang marak ini merupakan akibat dari sistem yang rusak dan merusak yang diterapkan saat ini. Sistem ini membuat para ibu harus memutar otak untuk mengatur keuangan dimana kebutuhan pokok melambung tinggi sementara penghasilan suami tidak mencukupi. Selain itu, di saat kondisi keuangan sedang sulit  judol dan pinjol hadir seakan menjadi solusi namun justru mendorong pada keputusasaan. Sistem ini juga melahirkan individualis yang acuh dan tidak peduli dengan kondisi orang lain sekalipun dalam keluarga.


Untuk mlindungi para ibu terhindar dari kasus filicida maternal tersebut tidak cukup hanya dengan langkah yang pragmatis seperti pemberian bantuan sosial (bansos) atau bantuan-bantuan lainnya. Karena bantuan tersebut tidak cukup untuk menutupi kebutuhan yang serba mahal. 


Nafkah yang lancar dari suami akan dapat mensejahterakan para ibu. Namun, tatkala pekerjaan sulit inilah yang membuat para ibu dibuat stres hingga nekat membunuh anaknya karena takut anak-anaknya tidak bisa makan atau hidup susah. Disini diperlukan peran negara dalam memberikan jaminan pekerjaan kepada para suami supaya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pemenuhan kebutuhan publik seperti layanan kesehatan, pendidikan juga wajib diberikan oleh negara agar penghasil para suami hanya untuk kebutuhan pokok saja tidak harus pusing memikirkan biaya pendidikan maupun kesehatan. 


Dalam sistem kapitalisme saat ini pekerjaan sulit sementara kebutuhan hidup harus terpenuhi. Negara dalam hal ini tidak mau tahu urusan individu rakyatnya. Mereka dibiarkan untuk memikirkan bagaimana caranya supaya kebutuhan hidup keluarganya terpenuhi. 


Kasus filicida maternal hingga bunuh diri tidak akan terjadi ketika dalam kehidupan dipupuk dengan keimanan yang kuat. Keyakinan kepada Allah SWT sebagai pemberi rezeki akan menghindarkan dari rasa putus asa. Allah SWT melarang seorang ibu atau ayah membunuh anaknya hanya karena takut tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagaimana dalam firman-Nya QS. Al-Isra' ayat 31, yang artinya;

"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar."


Kasus filicida maternal ini tidak akan terjadi tatkala negara memberikan lapangan pekerjaan seluas-luasnya kepada para suami. Dan negara yang peduli dengan kehidupan individu rakyatnya hanya negara yang menerapkan syariat Islam.


Negara yang dipimpin oleh seorang Khalifah akan mengurusi urusan rakyatnya mulai dari bagaimana supaya para kepala keluarga bisa memenuhi kebutuhan keluarganya hingga dalam menjamin kebutuhan pendidikan dan kesehatan dengan mudah dan murah bahkan gratis. Hal ini akan meringankan beban para ibu dan akan menjauhkan dari rasa putus asa. Wallahu'alam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update