Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Magang Berbayar Fresh Graduate: Protret Buram Kapitalisme

Wednesday, October 22, 2025 | Wednesday, October 22, 2025 WIB Last Updated 2025-10-22T10:01:42Z



Oleh Narti Hs

Pegiat Literasi


Bank Dunia telah merilis temuan yang menyatakan bahwa kondisi anak muda di Indonesia saat ini sulit untuk memperoleh pekerjaan. Hal ini diungkap di dalam laporannya Pembaruan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Oktober 2025 terkait pekerjaan. "Sebagian besar orang di kawasan EAP, tingkat penyerapan pekerjaan tinggi, namun kaum muda sulit memperoleh pekerjaan. Satu dari tujuh anak muda di China dan Indonesia menganggur." (Cnnindonesia.com, 08/10/25)


Menyikapi kondisi tersebut, maka pemerintah telah mengeluarkan program magang berbayar bagi fresh graduate. Dan program ini telah diminati sebanyak 212 ribu lulusan baru perguruan tinggi. Menurut Menteri ketenagakerjaan (menaker) Yassierli, program tersebut dalam salah satu paket kebijakan stimulus pemerintah untuk akhir tahun ini, dan awal tahun 2026 mendatang. Adapun para peserta yang ikut, akan memperoleh gaji yang setara upah minimum provinsi (UMP) masing-masing daerah. (Bloomberg Technoz.com, 11/10/25)


Pengangguran merupakan problem krusial yang kini semakin menghimpit masyarakat sehingga memicu dampak buruk. Misalnya peningkatan kemaksiatan dan kriminalitas. Jelas saja realita ini sangat memprihatinkan. 

Dikabarkan bahwa pada 2025, pengangguran terbuka mencapai 7,28 juta jiwa, bahkan bisa menyentuh angka 50 juta lebih jika ditambah dengan pekerja tidak penuh. Ironisnya, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di Asia menurut IMF, meskipun pertumbuhan ekonomi terus ada. Mirisnya lagi, lebih dari 1 juta sarjana menganggur bahkan terpaksa melamar posisi yang seharusnya bisa dikerjakan oleh lulusan SMA, atau memilih profesi sebagai pengemudi ojek atau taksi online. 


Lain halnya di pemerintahan, fenomena rangkap jabatan di kalangan pejabat negara dan politisi, dengan gaji fantastis mencapai miliaran rupiah per bulan, sementara rakyat kecil berjuang hanya untuk sekadar mendapatkan pekerjaan. Sebut saja misalnya pejabat di Kementerian Keuangan yang bergaji Rp70 juta merangkap sebagai komisaris di PT Pertamina dengan gaji Rp2,9 miliar. (Ngajisubuh.or.id, 10/07/25)


Jika dicermati, pengangguran terjadi karena harta tidak berputar ke seluruh rakyat, akan tetapi  harta berputar pada segelintir orang saja, sehingga roda ekonomi tidak berjalan secara alami. Mereka yang memiliki modal dan kekuatan saja yang mampu bertahan. Maka wajar, kemiskinan dan pengangguran selalu menjadi berita hangat di negeri kapitalisme sebagaimana Indonesia. Hal ini menyebabkan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat macet dan melambat. Oleh karenanya dibutuhkan kebijakan politik yang mampu mendistribusikan harta ke seluruh rakyat secara merata termasuk ketersediaan lapangan pekerjaan sesuai skill yang dimiliki.


Untuk mengatasi hal itu, negara tidak boleh membiarkan menjadikan rakyat korban eksploitasi ekonomi. Negara harus bertaggung jawab menyediakan lapangan kerja yang layak dan memastikan distribusi kekayaan berjalan secara adil dan merata. Juga tidak menyerahkan pengelolaan sumber daya alam (SDA), industri, atau lapangan kerja kepada swasta dan korporasi agar masyarakat bisa mendapatkan akses pekerjaan sesuai keahlian yang dimiliki. Semua sektor strategis dikelola langsung oleh negara demi kepentingan rakyat. Dengan begitu, akan tercipta secara alami melalui sektor riil yang berorientasi pada kesejahteraan, bukan keuntungan.


Di dalam Islam, tidak mengenal konsep magang. Jika seseorang dilatih untuk bekerja, maka pelatihan tersebut menjadi tanggung jawab negara agar rakyat mampu berkontribusi dalam pembangunan; bukan dijadikan ladang bisnis bagi perusahaan. 


Negara yang menerapkan aturan Islam akan fokus pada pendistribusian harta di tengah rakyat. Negara, memiliki kewajiban dalam menyediakan lapangan kerja bagi laki-laki baligh. Karena mengetahui betul bahwa di pundak laki-laki, ada kewajiban menafkahi keluarganya. Negara akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi wajib nafkah.


Adapun mekanisme dalam menyiapkan lapangan kerja, Nabi saw. mengajarkan 3 konsep kepemilikan harta, yakni harta yang terkategori milik individu, umum, dan negara. Sumber daya alam yang melimpah dan tidak terbatas jumlahnya, ditetapkan sebagai kepemilikan umum (milik rakyat). Karena itu diharamkan untuk dikuasai individu bahkan oleh negara sebagaimana yang terjadi pada sistem kapitalisme saat ini. 


Negara, harus menjadi pihak yang mengelola harta milik umum, tidak boleh diberikan izin usaha kepada individu/swasta. Hasil dari harta milik umum akan digunakan untuk kemaslahatan rakyat. Khususnya melalui jaminan pemenuhan hak kolektif rakyat; yakni kesehatan, pendidikan, keamanan, layanan infrastruktur dan fasilitas umum lain, sehingga tercipta kehidupan yang layak dan kondusif.


Adapun contoh harta milik umum adalah seperti sungai, laut, hutan, tambang yang melimpah. Sangatlah memungkinkan sumber daya ini bisa menjadi lahan pekerjaan bagi rakyat seperti pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan secara mandiri.


Jika dibutuhkan modal, maka ada kebijakan dengan pemberian (iqtha') dari negara dengan cuma-cuma. Sedangkan untuk tambang yang melimpah, butuh teknologi tinggi dalam pengelolaannya, maka negara yang wajib menyediakannya. Rakyat menjadi sektor pekerja di sektor ini. Sedangkan tambang yang jumlahnya sedikit, maka rakyat bisa mengelolanya secara langsung, nagara hanya menyiapkan SOP (standar opersional prosedur), agar tidak terjadi kerusakan baik bagi lingkungan maupun manusia. 

Dengan mekanisme ini, seluruh rakyat memiliki akses terhadap harta milik umum.


Demikianlah solusi Islam dalam mencegah dan mengatasi pengangguran. Semoga umat semakin sadar akan kebaikan aturan Islam; yang hanya akan terwujud melalui tegaknya institusi kepemimpinan Islam yang menyeluruh.

Dan sistem inilah yang sepatutnya dirindukan rakyat dan para buruh, termasuk Fresh Graduate. Negeri yang dianugerahi kekayaan alam melimpah ini seharusnya mampu dijadikannya lebih kuat dalam perubahan sistem. Sesuai dengan firman Allah Swt., yang artinya:

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, maka pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi......" (Qs. al-A'raf [7]:96)


Wallahu a'lam bish-Shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update