Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Solusi Masalah Pengangguran.

Thursday, October 23, 2025 | Thursday, October 23, 2025 WIB Last Updated 2025-10-23T07:22:24Z

 



Oleh : Dartem 


Saat ini, kondisi anak muda di Indonesia susah mendapatkan pekerjaan. Temuan itu dirilis oleh Bank Dunia. Fakta tersebut diungkap dalam laporan World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025. Menurut laporan bank Dunia, tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja tidak memudahkan kaum muda mendapatkan pekerjaan. Menurut laporan, satu dari tujuh anak muda di Indonesia dan China menganggur. Padahal, ada lonjakan penduduk muda di Kamboja dan Indonesia yang bisa berpotensi sebagai tenaga kerja. Bahkan bisa mengubah peta pasar di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Begitulah bank dunia menulis, cnnindonesia.com (Rabu, 08/10/2025)


Pekerjaan merupakan salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dengan bekerja, seseorang bisa menghasilkan uang dan bisa membeli kebutuhan dasar hidupnya. Namun fakta hari ini menunjukkan betapa susahnya untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan yang sudah bekerja pun banyak yang terkena PHK. 


Sesungguhnya, masalah pengangguran akibat mencari kerja susah sudah menjadi polemik berkepanjangan yang belum bisa diselesaikan. Pengangguran terjadi arena harta tidak berputar secara merata tapi harta berputar dan dikuasai oleh segelintir elit. Itulah yang mengakibatkan ketimpangan ekonomi, sehingga yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Rakyat dibiarkan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri, sementara lapangan pekerjaan sempit dan banyak aturan serta persyaratan yang nyeleneh. Contohnya adalah ketika perusahaan meminta atau menerima calon pekerja yang sudah berpengalaman, aturan menggunakan jilbab dan sebagainya. 


Semua berawal dari penerapan sistem ekonomi yang kapitalistik dimana yang punya modal itulah yang berkuasa dan bebas membuat kebijakan sesuai kemauan mereka. Sistem ekonomi kapitalisme nyatanya tidak mampu membuka lapangan kerja yang luas dan merata bagi seluruh rakyat. Kapitalisme menjadikan sumber daya alam bebas dikuasai oleh segelintir orang, dan negara lepas tangan, menyerahkan seluruhnya kepada pihak swasta. Industri yang maju ternyata tidak mampu membuat ekonomi rakyat maju dan hidup sejahtera. Para pekerja hanya dijadikan roda penggerak untuk mendapatkan profit perusahaan. Manfaat dan keuntungan menjadi asas dari sistem ekonomi kapitalisme.


Selain itu, ekonomi Kapitalisme hanya bertumpu pada sektor non reel yang tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas. Ekonomi kapitalisme menjadikan uang sebagai komoditas. Sebaliknya, sektor reel seperti pertanian, perindustrian dan perikanan yang bisa menyerap tenaga kerja, justru dipandang sebelah mata. Mirisnya, peran negara tidak ada, selain hanya sebagai regulator saja. Jadi jelas bahwa akar permasalahan adalah dari penerapan sistem kapitalisme.


Berbeda dengan sistem Islam. Sistem ekonomi Islam bertumpu pada sektor reel yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi seluruh rakyat. Islam mempunyai mekanisme dalam mengelola sumberdaya alam seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Sistem ekonomi Islam tidak menjadikan rakyatnya sebagai lahan bisnis dan asas manfaat. 


Oleh karena itu, negara dalam sistem Islam 

sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan hidup rakyatnya, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Negara harus bisa menjamin bahwa rakyatnya tidak ada yang hidup susah dan menganggur, terutama bagi laki-laki sebagai pencari nafkah.


Negara akan menyiapkan lapangan pekerjaan bagi seluruh rakyat dengan cara mengelola harta kepemilikan umum. Harta milik umum tidak boleh dimiliki dan dikelola oleh individu ataupun pihak asing. Melainkan dikelola oleh negara dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat. Dengan pengelolaan sumberdaya alam tersebut, tentunya akan membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak. Disitulah rakyat tidak sulit mendapatkan pekerjaan. Jika ada yang menganggur, negara wajib memberikan pertolongan dengan memberinya pekerjaan. 


Negara juga tidak sungkan untuk memberikan modal bagi rakyat yang membutuhkan. Begitupun dengan pemberian bantuan berupa bibit unggul, pupuk serta sarana dan prasarana yang menunjang. Begitupun dengan sarana dan prasarana untuk mengelola barang tambang, negara wajib menyediakan alat-alat teknologi yang canggih. 


Rakyat pun bisa menjadi pekerja dalam sektor ini. Islam juga tidak membiarkan ada tanah mati, sehingga harus dihidupkan dan dikelola oleh siapapun yang mau dan ahli dalam bidang pertanian. Banyaknya pemasukan negara dari hasil kepemilikan umum akan di kembali ke rakyat dalam bentuk layanan kesehatan dan pendidikan yang murah bahkan gratis, juga berbagai sarana insfratruktur. Walhasil, banyaknya sumber daya alam yang dimiliki dan dikelola sesuai syariat Islam jelas akan membuat rakyat sejahtera. Oleh karena itu, masalah pengangguran hanya bisa diatasi dengan penerapan sistem ekonomi Islam dalam naungan khilafah.


Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update