Oleh. Puji
Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menunjukkan 15,9 juta anak di Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah atau fatherless. Angka ini setara dengan 20,1 persen dari total 79,4 juta anak berusia kurang dari 18 tahun. Temuan ini merujuk pada olahan data Mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik Maret 2024 ( https://www.kompas.id/8/10/2025).
Sungguh memprihatinkan kondisi anak anak yang ada di Indonesia banyak yang mengalami kondisi fatherless. Jutaan anak anak di negeri ini mengalami kondisi fatherless yaitu ketiadaan peran ayah baik secara biologis maupun psikis. Padahal sosok ayah itu sangat dibutuhkan oleh anak-anak dalam keluarga. Dimana, ayah berperan sebagai kepala keluarga juga sosok yang menjadi pelindung dan panutan bagi seorang anak dalam menjalani kehidupan di lingkungan sosial masyarakat.
Generasi fatherless tidak lahir dari ruang hampa tapi buah dari kapitalisme sekuler. Kehidupan yang berpedoman pada sekuler kapitalisme itu cenderung mengagungkan kebebasan dan memisahkan agama dari kehidupan. Fenomena fatherless yang terjadi di negeri ini memunculkan respon dari berbagai kalangan baik dari yang mengalami maupun pandangan para ahli. Sungguh memprihatinkan kondisi mental dan psikis anak anak yang dalam hidupnya mengalami kondisi fatherless.
Kondisi fatherless ini dilatarbelakangi secara dominan karena sebab mencari nafkah dan ketidakhadiran sosok ayah sebagai pendidik bagi anak anaknya dalam keluarga. Kondisi ini lahir dari kehidupan yang menjadikan kapitalisme sebagai pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat dan dalam perekonomian. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan para ayah tersita waktunya untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga sehingga waktu untuk membersamai anak minim.
Dalam Islam peran ayah dan ibu itu sangat penting bagi tumbuh kembang anak baik mental maupun psikis. Seorang ayah berkewajiban untuk memberikan nafkah maupun pendidikan bagi anaknya. Hal ini ditegaskan dalam Alquran terkait surat Luqman yang memberikan keteladanan dalam pendidikan anak. Selain itu, seorang ibu juga mempunyai peran penting dalam hal mengasuh, menyusui, mendidik dan mengatur rumah tangga. Selain itu, sistem perwalian dalam Islam itu akan menjamin setiap anak akan tetap memiliki figur seorang ayah. Bahkan negara itu akan menssuport peran ayah dengan membuka lapangan pekerjaan dengan upah yang layak sehingga seorang ayah bisa memiliki waktu yang cukup untuk membersamai anak dan bisa menjadi teladan bagi anak sebagaimana kisah luqman dalam Alquran.
Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:
Post a Comment