Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Efektifitas MBG dalam Tinjauan Islam

Wednesday, October 22, 2025 | Wednesday, October 22, 2025 WIB Last Updated 2025-10-22T08:32:42Z




Oleh Wulan 

Penggiat Literasi


Program MBG yang sudah diluncurkan  mulai 6 Januari 2025  kembali menuai kontroversi karena makin banyak pelajar keracunan setelah mengkonsumsi menu MBG. Kasus terbaru terjadi di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat dimana sebanyak 345 pelajar mengalami keracunan setelah memakan makanan dari program MBG.  Detiknews 15/10/2025.

Pemenuhan gizi rakyat seharusnya memang menjadi tanggungjawab pemerintah.  Bukan hanya untuk pelajar tapi juga untuk seluruh rakyat. Negara harus menjamin terpenuhinya kebutuhan primer rakyat termasuk makanan bergizi.  Tapi hal ini tidak berlaku di sistem kapitalis dimana negara berlepas tangan terhadap pemenuhan kebutuhan rakyat.  Kalaupun ada campur tangan negara, hal itu hanya bersifat parsial dan terbatas.  Bentuk campur tangan negara hanya sebatas pemberian subsidi kepada rakyat yang sifatnya terbatas baik jumlah penerima maupun besaran subsidinya.  Pemerintah pernah menggulirkan program BLT untuk rakyat miskin, subsidi listrik,  subsidi BBM,  program raskin dan lain sebagainya.  Semua program-program diatas sifatnya hanya sementara dan tidak bisa mengatasi masalah kemiskinan yang terjadi di masyarakat. 

Dan yang terbaru pemerintah meluncurkan program makan bergizi gratis (MBG)  kepada para pelajar dengan harapan bisa meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Untuk program ini pemerintah menganggarkan dana yang tidak sedikit yakni sebesar 70 T.

Tapi dengan berjalannya waktu,  justru masyarakat makin khawatir dengan ada program ini.  Penyebabnya karena tidak sedikit kasus keracunan akibat mengkonsumsi menu MBG. Alih-alih meningkatkan gizi anak-anak,  yang terjadi program ini justru menimbulkan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat.

Kegagalan semua program pemerintah tadi menunjukkan bahwa sistem kapitalis sebenarnya tidak sanggup mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Baik itu masalah kemiskinan, gizi buruk dan yang lainnya. Kapitalisme tidak pernah berpihak kepada rakyat, sistem ini hanya akan menguntungkan elite tertentu yakni pengusaha dan penguasa.  Rakyat hanya akan menjadi tumbal uji coba solusi tambal sulam pemerintah. 

Islam Menjamin Pemenuhan Gizi Rakyat 

Dalam Islam rakyat menjadi prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang tepat agar kebutuhan rakyat bisa tercukupi. Anggaran untuk hal ini akan diambil dari baitul mal. 

Sumber utama penerimaan Baitul Mal berasal dari tiga sektor: Pertama, sektor kepemilikan individu, seperti sedekah, hibah, zakat dll. Khusus untuk zakat tidak boleh bercampur dengan harta yang lain. Kedua, sektor kepemilikan umum seperti pertambangan, minyak bumi, gas, batubara, kehutanan dll. Ketiga, sektor kepemilikan negara, seperti: jizyah, kharaj, ghanimah, fa’i, ‘usyur dll.

Dalam Islam sama sekali tidak mengandalkan penarikan pajak sebagai sumber pendapatan negara,  dan ini sangat berbeda dengan sistem kapitalis dimana pendapatan utama negara berasal dari pajak dan hutang. 

Dengan penanganan yang tepat sesuai tuntunan syariah, masalah kecukupan gizi masyarakat bukanlah hal yang sulit dicapai.  Tapi hal ini hanya bisa diwujudkan ketika negara menerapkan hukum Islam secara kaffah dalan bingkai negara. 

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update