Konflik Israel-Palestina adalah konflik militer dan politik yang sedang berlangsung dari abad ke-19 hingga abad ke-21. Konflik ini adalah konflik terpanjang di dunia. Konflik yang terjadi terus menerus ini menyebabkan beberapa dampak. Tidak hanya berdampak pada masyarakat lokal saja akan tetapi dampaknya dirasakan oleh masyarakat dunia di semua sektor, baik ekonomi, politik, militer dan budaya.
Mengutip Al Jazeera: banyak jumlah korban yang tewas di Palestina mencapai 11 ribu jiwa.
Dampak yang lain dari konflik Palestina-Israel adalah :
1. Pengusiran warga Palestina.
2. Pembunuhan massal warga sipil.
3. Banyak bangunan yang hancur.
4. Memicu peperangan yang lebih luas.
5. Pemboikotan sangat masif oleh orang yang pro Palestina.
6. Terjadi Inflasi yang tinggi (kumparan 15/11/2023).
Dampak yang masih terjadi sampai saat ini, adalah kelaparan.
Kelaparan dipicu dari serangan di jalur Gaza yang dilakukan terus menerus oleh pasukan Israel. Sistem pemantauan kelaparan Global Integrated Food Security Phase Classification (IPC) menaikkan klasifikasi kelaparan di Gaza fase ke-5. Fase tertinggi dan paling parah.
(IPC) Merupakan inisiatif badan-badan PBB beserta sejumlah LSM internasional. IPC digunakan pemerintah dan badan internasional untuk mendetifikasi level kelaparan di seluruh dunia ( BBC NEWS Indonesia 23/8/2025).
Cukupkah Dengan Bantuan Kemanusiaan?
Dengan adanya kelaparan di Gaza berbagai negara mengirimkan bantuan dan makanan lewat udara karena Israel membatasi pengiriman melalui jalur darat. Pasta, makanan kaleng, dan barang lainnya dikumpulkan di sebuah pangkalan udara di Yordania. Kemudian dimasukan ke paket dengan berat mencapai 1 Ton, kemudian dimuat kedalam pesawat angkatan militer. Bantuan dan makanan dijatuhkan dari udara (NHK 24/8/25).
Selain jalur udara bantuan juga dikirim melalui jalur darat.
Menurut sindo news berikut beberapa negara utama pengirim bantuan ke Gaza hingga Agustus 2025 adalah Turki, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Qatar, Yordania, Inggris, Perancis, Jerman, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Bangladesh, Indonesia, India, China.
Yang menjadi pertanyaan besar apakah bantuan-bantuan itu bisa mengatasi krisis kelaparan di Gaza? Ternyata tidak!
Mengutip Republika.Co.Id. Bantuan kemanusiaan yang seharusnya masuk ke Gaza, Palestina terhambat. Pemerintah di jalur Gaza, sabtu (3/8/2025)
Menyatakan sebagian besar dari 36 truk bantuan telah dijarah. Kantor media pemerintah Gaza menuduh Israel menjalankan kekacauan dan kelaparan di wilayah mereka sebagai bentuk rencana penghancuran sistematis yang bertujuan membuat warga Gaza kelaparan. Jadi jelaslah bantuan-bantuan itu tidak menjadi solusi kelaparan di Gaza.
Pengiriman bantuan kemanusiaan adalah strategi zionis untuk mewujudkannya sebagai salah satu bagian dari proyek genocida. Zionis juga menuding Hamas yang merampok bantuan untuk diberikan kepada anggotanya dan dijual untuk mengumpulkan dana. Kita jangan sampai terkecoh dengan rencana jahat zionis, mereka hanya mencari perhatian publik agar publik menganggap bukan Israel yang menyebabkan kelaparan ini.
Dimanakah Penguasa Muslim?
Ternyata mereka memilih diam. Mereka tidak mau di bilang berkhianat oleh AS sebagai negara adidaya. AS mempunyai pengaruh besar terhadap negara-negara muslim, karena negara di kawasan timur Tengah telah menjadi sekutu AS. Arab Saudi dengan cadangan minyaknya yang besar dengan lokasi strategis di Timur Tengah telah menjadi sekutu lama AS.
Sudah seharusnya kita sesama muslim bersatu untuk membebaskan Palestina dari belenggu penjajahan Israel.
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
" Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menolong Gaza bukan karena alasan kemanusiaan, tapi karena iman, dan karena ada perintah Allah Swt. yang nyata:
وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِۚ وَلَا تُقٰتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ ١٩١
Perangilah mereka dimana saja kalian menjumpai mereka, usir mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian. Fitnah (kekufuran) itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan (QS. al-Baqarah (2) :191)
Perintah Allah Swt. inilah yang mewajibkan kita sebagai muslim untuk melakukan jihad fisabilillah dan menegakkan khilafah. Inilah solusi yang sebenarnya dari konflik panjang di Palestina. Dengan jihad fisabilillah pasukan kaum muslim bersatu untuk mengusir zionis.
Kelak pada hari kiamat para penguasa muslim akan di tanyakan pertanggungjawaban mereka.
Semoga keterlibatan nyata kita dalam dakwah Islam kaffah dan dakwah penegakan khilafah ini menjadi hujjah manakala kelak para korban kezaliman di Gaza menuntut pertanggungjawaban ketika di hadapan Allah Swt.
Semoga Daulah Islamiyah segera tegak dan Islam bisa diterapkan sebagai Rahmatan lil alamin.
Allahualam bissawab.

Masya Allah tulisan nya sangat bagus dan membangun.
ReplyDelete