Oleh Marwa Ummu Afa
Aktivis Muslimah
Aksi demonstrasi,
unjuk rasa untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang ramai bekakangan ini
merupakan wujud pernyataan sikap rakyat akan kekecewaannya terhadap penguasa.
Berbagai cara dilakukan. Demonstrasi, unjuk rasa, bahkan penyerangan hingga
penjarahan. Sungguh sangat memprihatinkan.
Namun, berbeda dengan
yang dilakukan oleh Gen Z. Mereka merespon masalah dengan cara yang berbeda.
Dengan aktif menyampaikannya di media sosial. Gen Z alih-alih melakukan
tindakan destruktif, mereka memilih berbicara dengan cara khas mereka. Yakni
menggunakan media sosial berupa meme, poster kreatif hingga estetika visual.
Mereka berbicara tanpa harus merusak dan membakar fasilitas(Anastasia Satriyo,
M.Psi).
Fakta Gen-Z
Sebagaimana sudah banyak dibahas,
karakteristik Gen Z adalah Digital Native,
sebagai generasi pertama yang tumbuh di era digital, Gen Z memiliki pemahaman
intuitif tentang teknologi dan dunia maya. Ibarat kata, mereka lahir
langsung melek dunia maya. Selain itu, mereka juga Pragmatis dan
Realistis. Berbeda dengan Milenial yang cenderung optimis, Gen Z lebih
realistis dan pragmatis dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Mereka
juga Mandiri. Dalam belajar dan mengambil keputusan, mereka
cenderung lebih mandiri. Sadar Sosial dan Politik. Gen Z memiliki
kesadaran tinggi terhadap isu-isu sosial dan politik, serta aktif mendukung
perubahan yang progresif. Adaptif. Mereka mampu beradaptasi dengan
cepat terhadap teknologi dan situasi yang berubah. Kreatif dan Inovatif.
Yaitu Gen Z cenderung mencari solusi inovatif untuk masalah yang ada.
Jika
kita perhatikan, karakteristik Gen Z adalah generasi yang istimewa saat ini.
Dalam Islam, sebenarnya secara fitrah, semua manusia memiliki khasiyatul
insan yang sama. Sebagai makhluk mulia, Allah memberikan anugerah bagi
manusia berupa akal. Dengan akal ini manusia menjadi berbeda daripada makhluk
yang lain. Dengan akal, manusia bisa melejitkan potensinya dan menyelesaikan
segala problema kehidupannya. Pada diri manusia ada potensi (gharizah) tadayyun(mensucikan
sesuatu), baqa(mempertahankan diri) dan nau(melanjutkan
keturunan). Allah anugerahkan khasiyatul insan bukan hanya
pada satu generasi saja. Gen Z adalah juga manusia yang mempunyai khasiyatul
insan yang sama dengan generasi-generasi yang lain. Kalaupun berbeda,
karena sarana dan prasarana yang melingkupinya memang berbeda.
Dalam
menghadapi kezaliman yang ada didepan mata, semua manusia dalam posisinya
sebagai manusia yang mempunyai gharizah baqa pasti akan
menolak kezaliman. Selanjutnya butuh pada solusi untuk menghilangkan kezaliman.
Dalam Islam hal ini sudah diatur dalam QS An Nahl ayat 125. Juga hadis yang
menyebutkan bahwa “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdu
Muthalib dan juga seorang laki-laki yang berdiri dihadapan penguasa yang zalim,
lalu ia memerintahkan kepada kebaikan dan melarangknya dari kemungkaran,
kemudian penguasa itu membunuhnya.”
Sejak
jaman Rasulullah, potensi pemuda sebagai garda terdepan untuk melakukan
perubahan secara hakiki sudah tampak. Mengkritik dan memberi saran kepada
penguasa. Sebagaimana yang dilakukan oleh Ibnu Abbas ra, yang memberikan
kritikan kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib meski saat itu usianya masih sangat
muda dan dilakukan secara terbuka.
Diriwayatkan dari Ikrimah ra., Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. telah
membakar kaum zindik, berita ini sampai kepada Ibnu Abbas ra., maka berkatalah
beliau, “Kalau aku, niscaya tidak akan membakar mereka karena Nabi saw.
telah bersabda, ‘Janganlah kamu menyiksa dengan siksaan Allah (api).’ dan niscaya
aku akan membunuh mereka karena sabda Nabi saw., ‘Barang siapa mengganti
agamanya, maka bunuhlah dia.’” (HR Bukhari no. 6524)
Hadis ini jelas menunjukkan Ibnu Abbas telah mengkritik Khalifah Ali bin
Abi Thalib secara terbuka di muka umum. (Ziyad Ghazzal, Masyu’ Qanun
Wasa’il Al-I’lam Ad-Daulah Al-Islamiyah, hlm.25).
Sangat
jelas bagaimana pemuda yang telah tertunjuki dengan cahaya wahyu Illahi menjadi
sosok yang berbeda. Mereka benar-benar mengabdikan hidupnya untuk tegaknya
Islam. Meski harus menanggung resiko menghadapi kemungkinan kejinya penguasa
zalim. Mereka adalah para pemuda yang sanggup berpikir out of the box.
Potensi
yang ada pada Gen-Z saat ini bisa kita harapkan. Belajar kepada
pemuda jaman sahabat dulu. Mereka bisa memahami Islam dengan kesadaran yang
benar. Sehingga potensinya akan terarah menjadi agen perubahan yang shahih dan
bervisi Islam. Mereka akan bisa berjuang dengan satu keyakinan bahwa tidak akan
pernah ada kemuliaan bagi umat manusia tanpa penerapan Islam yang syar’i.
Dengan demikian, Gen-Z bisa
diharapkan untuk kebangkitan umat. Wallahualam..

No comments:
Post a Comment