Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gen-Z Bicara Perubahan, Potensi Besar Kebangkitan Umat

Friday, September 19, 2025 | Friday, September 19, 2025 WIB Last Updated 2025-09-19T10:07:42Z

 


Oleh Marwa Ummu Afa

Aktivis Muslimah

 

Aksi demonstrasi, unjuk rasa untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang ramai bekakangan ini merupakan wujud pernyataan sikap rakyat akan kekecewaannya terhadap penguasa. Berbagai cara dilakukan. Demonstrasi, unjuk rasa, bahkan penyerangan hingga penjarahan. Sungguh sangat memprihatinkan.

Namun, berbeda dengan yang dilakukan oleh Gen Z. Mereka merespon masalah dengan cara yang berbeda. Dengan aktif menyampaikannya di media sosial. Gen Z alih-alih melakukan tindakan destruktif, mereka memilih berbicara dengan cara khas mereka. Yakni menggunakan media sosial berupa meme, poster kreatif hingga estetika visual. Mereka berbicara tanpa harus merusak dan membakar fasilitas(Anastasia Satriyo, M.Psi).

Fakta Gen-Z

Sebagaimana sudah banyak dibahas, karakteristik Gen Z adalah Digital Native, sebagai generasi pertama yang tumbuh di era digital, Gen Z memiliki pemahaman intuitif tentang teknologi dan dunia maya. Ibarat kata, mereka lahir langsung melek dunia maya. Selain itu, mereka juga Pragmatis dan Realistis. Berbeda dengan Milenial yang cenderung optimis, Gen Z lebih realistis dan pragmatis dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Mereka juga Mandiri. Dalam belajar dan mengambil keputusan, mereka cenderung lebih mandiri. Sadar Sosial dan Politik. Gen Z memiliki kesadaran tinggi terhadap isu-isu sosial dan politik, serta aktif mendukung perubahan yang progresif. Adaptif. Mereka mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi dan situasi yang berubah. Kreatif dan Inovatif. Yaitu Gen Z cenderung mencari solusi inovatif untuk masalah yang ada. 

                Jika kita perhatikan, karakteristik Gen Z adalah generasi yang istimewa saat ini. Dalam Islam, sebenarnya secara fitrah, semua manusia memiliki khasiyatul insan yang sama. Sebagai makhluk mulia, Allah memberikan anugerah bagi manusia berupa akal. Dengan akal ini manusia menjadi berbeda daripada makhluk yang lain. Dengan akal, manusia bisa melejitkan potensinya dan menyelesaikan segala problema kehidupannya. Pada diri manusia ada potensi (gharizah) tadayyun(mensucikan sesuatu), baqa(mempertahankan diri) dan nau(melanjutkan keturunan). Allah anugerahkan khasiyatul insan bukan hanya pada satu generasi saja. Gen Z adalah juga manusia yang mempunyai khasiyatul insan yang sama dengan generasi-generasi yang lain. Kalaupun berbeda, karena sarana dan prasarana yang melingkupinya memang berbeda.

                Dalam menghadapi kezaliman yang ada didepan mata, semua manusia dalam posisinya sebagai manusia yang mempunyai gharizah baqa pasti akan menolak kezaliman. Selanjutnya butuh pada solusi untuk menghilangkan kezaliman. Dalam Islam hal ini sudah diatur dalam QS An Nahl ayat 125. Juga hadis yang menyebutkan bahwa “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdu Muthalib dan juga seorang laki-laki yang berdiri dihadapan penguasa yang zalim, lalu ia memerintahkan kepada kebaikan dan melarangknya dari kemungkaran, kemudian penguasa itu membunuhnya.”

                Sejak jaman Rasulullah, potensi pemuda sebagai garda terdepan untuk melakukan perubahan secara hakiki sudah tampak. Mengkritik dan memberi saran kepada penguasa. Sebagaimana yang dilakukan oleh Ibnu Abbas ra, yang memberikan kritikan kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib meski saat itu usianya masih sangat muda dan dilakukan secara terbuka.

Diriwayatkan dari Ikrimah ra., Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. telah membakar kaum zindik, berita ini sampai kepada Ibnu Abbas ra., maka berkatalah beliau, “Kalau aku, niscaya tidak akan membakar mereka karena Nabi saw. telah bersabda, ‘Janganlah kamu menyiksa dengan siksaan Allah (api).’ dan niscaya aku akan membunuh mereka karena sabda Nabi saw., ‘Barang siapa mengganti agamanya, maka bunuhlah dia.’” (HR Bukhari no. 6524)

Hadis ini jelas menunjukkan Ibnu Abbas telah mengkritik Khalifah Ali bin Abi Thalib secara terbuka di muka umum. (Ziyad Ghazzal, Masyu’ Qanun Wasa’il Al-I’lam Ad-Daulah Al-Islamiyah, hlm.25).

                Sangat jelas bagaimana pemuda yang telah tertunjuki dengan cahaya wahyu Illahi menjadi sosok yang berbeda. Mereka benar-benar mengabdikan hidupnya untuk tegaknya Islam. Meski harus menanggung resiko menghadapi kemungkinan kejinya penguasa zalim. Mereka adalah para pemuda yang sanggup berpikir out of the box.

                Potensi yang ada pada Gen-Z saat ini bisa kita harapkan.  Belajar kepada pemuda jaman sahabat dulu. Mereka bisa memahami Islam dengan kesadaran yang benar. Sehingga potensinya akan terarah menjadi agen perubahan yang shahih dan bervisi Islam. Mereka akan bisa berjuang dengan satu keyakinan bahwa tidak akan pernah ada kemuliaan bagi umat manusia tanpa penerapan Islam yang syar’i.

Dengan demikian, Gen-Z bisa diharapkan untuk kebangkitan umat. Wallahualam..

 

 

 


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update