Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengingatkan Penguasa adalah Kewajiban

Friday, September 19, 2025 | Friday, September 19, 2025 WIB Last Updated 2025-09-19T10:11:40Z

 


Oleh Maryatiningsih

Aktivis Dakwah

Setiap generasi, dari waktu ke waktu mempunyai cara sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan. Begitupun dalam hal menyampaikan kritik dan aspirasinya ke pemerintah.

Dilansir dari KOMPAS.com. Aksi unjuk rasa dan berbagai aspirasi lain yang ramai di suarakan masyarakat di media sosial belakangan ini mencerminkan cara generasi Z (Gen z) merespon tekanan. Psikolog anak dan remaja, Anastasia Satriyo,M.Psi, Psikolog menilai Gen Z memiliki mekanisme tersendiri dalam menghadapi tekanan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Gen z lebih menyampaikan aspirasinya dengan media sosial, poster kreatif hingga estetik visual mereka berbicara tanpa membakar fasilitas. Memang cara mereka berbeda dengan generasi milenial, gen x , apalagi boomers, tulis Anastasia pada Selasa (2/9/2925).

Kemudian ada pendapat lain dari seorang psikolog Universitas Indonesia, Prof Rose Mini Agoes Salim terkait fenomena banyaknya anak di bawah umur yang ikut aksi demonstrasi. Menurutnya meskipun demo bisa menjadi ajang belajar menyampaikan pendapat, tetapi remaja rentan terprovokasi karena kontrol diri mereka belum matang.

Berdasarkan ilmu psikologi karakteristik, gen z diarahkan agar memiliki mind set kapitalis dalam menghilangkan kesadaran politik, lebih fokus pada pendekatan spesifik gen z atau cara mempertahankan nilai dan identitas mereka sekaligus meminimalkan eklarasi konflik. Padahal karakteristik manusia sejak awal penciptaannya memiliki naluri mempertahankan diri dalam menolak kedz0aliman dan membutuhkan solusi yang bisa menghilangkannya.

Islam tidak memandang apakah generasi apa dalam hal menyampaikan aspirasi untuk menolak kedzaliman. Tetapi itu lahir dari fitrah manusia yang memiliki potensi. Potensi ini butuh untuk dipenuhi, dan syarak telah menetapkan bagaimana pemenuhannya.

Islam juga mengatur adanya muhasabah (mengingatkan) pada penguasa ketika ada kezaliman atau kelalaian. Dalam Al-Qur'an surat An-nahl:125 yang artinya: "serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik."

Serulah maksudnya tunjukkanlah manusia dan bimbing mereka, kepada jalan Tuhanmu yakni Islam. Dan hikmah adalah bukti rasional, dan pengajaran yang baik adalah peringatan yang bagus.

Dan dipertegas juga dengan sebuah hadits:  

"Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, yang terbunuh karena beramar ma'ruf nahi Munkar (memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran) beliau adalah seorang laki-laki yang berdiri di hadapan penguasa zalim. Kemudian penguasa zalim tersebut membutuhnya."

Maka jelas bahwa potensi pemuda sejak masa Rasulullah saw sebagai garda terdepan dalam melakukan perubahan secara hakiki (taghyir). Seharusnya pemuda saat ini pun bisa menjadi garda terdepan untuk kebangkitan Islam secara menyeluruh. Dan mengingatkan penguasa bukan hanya menjadi tugas gen z semata, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Karena itu adalah sebuah kewajiban bagi seluruh umat.

Wallahu'alam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update