Oleh: Ucy (Mahasiswi UMB)
Baru-baru ini Gen Z mengadakan aksi demonstrasi, unjuk rasa, hingga berbagai aspirasi yang ramai disuarakan masyarakat di media sosial belakangan ini mencerminkan cara generasi Z (Gen Z) merespons tekanan. Kompas Com (11/09/25)
Genarasi tersebut lahir diera tekana hidup: kesenjangan ekonomi kian mencekam, harga kebutuhan melambung, lapangan kerja makin sulit, sementara itu disisi lain korupsi, ekspolietasi SDA dan dominasi kapitalisme makin terasa.
Namun tangapan Gen-Z sangatlah berbeda. Mereka tidak meluluh memili cara lama yang deskurtif, akan tetapi mereka menghadirkan berbagai kreativitas. Seperti estetika visual, meme, video singkat, hingga poster yang menyentuh emosi.
Seoranga ahli Psikologi Anastania Satriyono menyebutkan sebagai cara Gen-Z bicara perubahan tanpa merusak. Justru suara mereka lebih lantang di sosial media menembus ruang dan waktu.
Meski begitu, Seorang Prof. Rose Mini Agoes Salim tetap memili kewaspadaan untuk saling mengingatkan bahwa remaja masi rentan terprovokasi karena kontrol diri yang belum matang. Dengan hal itu menimbulkan celah yang sering dimanfaatkan oleh pihak berkepentingan untuk mengarakan energi muda sesuai egendanya.
Sejarah mengajarkan, Kebangkitan selalu bertumpu pada jiwa semangat para kaum pemuda. Dari sumpa pemuda, perlawan penjajah, hingga lahirnya berbagai gerakan islam semua itu di mulai dari para generasi muda. Tokoh-tokoh islam seperti Usman bin Zaid, Muhamad al Fatih hingga Ibnu Abbas, yang membuktikan jika diarah dengan visi benar, potensi pemuda mampu mengunjang duniah.
Akan tetapi Gen-Z indonesia menghadapi tantangan serupa.
Mereka merasakan sistem kapitalisme yamg tidak adil, pajak mencekik, SDA dikuasai oleh para penguasa, rakyat di abaikan. Dari keresahan inilah yang akan membuat aspirasi perubahan, jika potensi kesadaran tersebut didasari dengan islam, mereka bisa jadi motor kebangkitan, umat sebagaiman pemuda islam terdahulu menguncang peradaban gemilang.
Sayangnya, kajian psikologi kapitalistik tersebut menjinakan potesi para kaum Gen-Z. Pada dasarnya kaum Gen-Z memiliki jiwa kreatifi, ekspresisif, tetapi labil sehingga, diarahkan untuk sibuk terhadpat indentitas, gaya hidup, dan ekspresi personal. oleh sebanya bentuk keresahan yang mereka ekspresikan melalui meme atau hanya menunggah di sosmed, akhirnya tidak sampe keresahan mereka terhadap kezoliman sistem kapitalisme.
Padahal, islam memandang manusia memiliki ghariza baqo (naluri untuk mempertahankan dirinya) dan ghariza taddayun (naluri beragama). Secara otomatis naluri itu tersalurkan didalam diri manusia, dan mencari aturan hidup dari sang pencipta. Ketika generasi muda terjepit oleh kesenjangan ekonomi dan penindasan, sesunggunya itu cermina dari kezoliman dan mencari jalan keluar.
Jelas ada perberbeda sekali sistem kapitalisme hanya menyalurkan potesil tumpul yang tidak menyalurkan pada tempatnya. Sedangkan islam mengarakan energi muda
kepada peruban yang mendasar menyingkirkan sistem zalim dan mengantikan sistem islam.
Diawal dakwah Rosulullah SAW, pemuda selalu menjadi garda terdepan terhadap dakwah dan perubahan. Pengorban Mus'ab tang menjadi duta dakwah perdana di Madina, Asma bin Abu Bakar menangung resiko yang sangat besar hingga Ali rela mengorbankan nyawanya saat hijra, itu membuktikan seberapa potensi para pemuda.
Namun hari ini, bentuk tantangan sama akan tetapi berbeda hakikatnya, kapitalisme menjerumuskan para pemuda dengan hiburan, gaya hidup yang fomo, dan pemikiran pragmatis. padahal jelas sejara menunjukan perubahan itu ada ditangan para pemuda yang hanya lahir dengan kebangkitan islam berani menolak kezoliman dan mengembalikan kehidupan islam sebagai paripurna.
maka wahai pemuda jangan habiskan waktumu untuk lihatla para pemuda sejarah Mus'ab, Asma', dan usman mereka itulah yamg meperjuangkan islam disaat seumuran denganmu kerika mengukir sejarah. Mereka menjadikan iman dan energi penggorban sebagai kebangaan dan perjuangan sebagai jalan hidup.
Jika engkau mendambakan taghyir hakiki-perubahan sejati menuju tegaknya keadilan-maka jalan itu terbuka dengan meneladani semangat pemuda di masa Rasulullah. Bangkitlah dengan ilmu, semangat, dan keberanian. Jadilah generasi yang bukan sekadar pengikut zaman, melainkan pengubah zaman.Sejarah telah membuktikan, peradaban Islam berdiri di atas pundak pemuda. Dan sejarah akan kembali terukir jika pemuda hari ini mengambil peran yang sama. Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:
Post a Comment