Oleh Yani Riyani
Status Ibu Rumah Tangga
Menteri Warisan Budaya Israel,Amichal Eliyahu,berpandangan Israel seharusnya tidak khawatir tentang kelaparan di Gaza,meski hal itu menuai beragam kecaman.Politisi sayap kanan dari Otzama Yahudit tersebut menyatakan Israel akan berlomba-lomba untuk menghapus jalur Gaza. ( Republika.Co.ID.TEL AVIV 26/7/2025 ).
Ditengah derasnya arus informasi global dunia tak bisa lagi memalingkan wajah dari tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung ditanah palestina.Agresi militer yang dilakukan entitas zionis terhadap rakyat Gaza telah melampaui batas kemanusiaan dan kini masuk ke fase paling biadab,menggunakan kelaparan sebagai senjata untuk memusnahkan suatu negara.
Pemblokiran atas perbatasan sehingga batuan pangan,obat-obatan,dan kebutuhan dasar lainnya untuk warga Gaza tidak bisa berjalan dengan mulus,bukan sekedar bentuk tekanan politik atau taktik perang melainkan manifestasi nyata dan genosida yang dilakukan secara sistematis.Tindaksn zeonis ini mencerminkan kelemahan bukan kekuatan.Ini menunjukkan bahwa zionis tidak mampu menaklukkan semangat perlawanan dengan keberanian di Medan laga,melainkan dengan jalan membunuh dengan perlahan lewat perut kosong anak-anak,perempuan dan orang tua di Gaza.
Krisis ini bukan hanya masalah kemanusiaan,tetapi juga tantangan moral dan hukum global.Penting bagi komunitas Internasional untuk mengakui kenyataan ini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghentikan penderitaan yang terjadi di Gaza Palestina.
Dalam Islam,peperangan memiliki aturan yang sangat ketat.Bahkan dalam kondisi perangpun Rasululloh Saw melarang pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak,orang tua,serta penghancuran sumber pangan dan air.Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,bahkan kepada musuh sekalipun.
Rasululloh Saw bersabda :
"Sesungguhnya Allah tidak merahmati orang yang tidak merahmati sesama manusia" ( HR.Bukhari & Muslim)
Menahan makanan,air dan kebutuhan dasar dari rakyat sipil adalah tindakan dzalim.Nabi Muhammad Saw melarang menghancurkan tanaman,air,dan makanan saat perang jika tidak ada kebutuhan militer langsung.( Dalam etika perang Islam/ fiqh Al- Jihad).
Allah SWT berfirman :
" Barang siapa membunuh satu jiwa,bukan karena orang itu membunuh orang lain atau membuat kerusakan di muka bumi maka seakan-akan akan ia telah membunuh seluruh manusia" ( TQS Al- Maidah 5 ayat 32).
Ini mencakup pembunuhan tidak langsung seperti dengan membiarkan seseorang mati karena kelaparan,terutama jika disengaja sebagai alat perang.
Seruan kepada umat Islam tidak boleh berdiam diri,membiarkan kelaparan terjadi di Gaza sama dengan membiarkan nilai-nilai Islam di injak-injak,ini bukan hanya soal palestina,ini tentang harga diri umat Islam.Islam memerintahkan kita untuk menjadi satu tubuh dimana jika satu bagian tubuh terluka,seluruh tubuh merasakan sakit.
Genosida di Gaza Palestina terus terjadi karena umat Islam tidak memiliki pelindung yang sejati.Umat muslim kehilangan peran negara sebagai Ra'in dan Junnah yang akan melindungi seluruh rakyat dari penjajahan dalam bentuk apapun.
Oleh karena itu,harus ada perjuangan serius untuk menegakkannya kembali.Umat harus membangun kesadaran untuk berjuang bersungguh- sungguh memperjuangkan Syariat Allah dalam naungan kepemimpinan global yang akan menegakkan keadilan,melindungi umat,dan membebaskan kaum muslim dari cengkraman penjajah kafir laknatulloh.Karena hanya dengan Islam,kehormatan kaum muslim bisa ditegakkan.
Wallahu A'lam Bishawab.

No comments:
Post a Comment