Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Butuh Perlindungan Negara, Islam Solusi Hakiki

Friday, August 01, 2025 | Friday, August 01, 2025 WIB Last Updated 2025-08-01T06:52:13Z
Anak Butuh Perlindungan Negara, Islam Solusi Hakiki

Oleh : Risnawati 

(Pegiat Literasi)


Kasus perdagangan orang di negeri ini terus saja terjadi, bahkan makin meningkat. Ditreskrimum Polda mengungkap sindikat jual beli bayi yang telah menjual sebanyak 24 bayi ke Singapura. 


Melansir dalam laman Bandung, Beritasatu.Com – Kasus perdagangan bayi lintas negara kembali mengejutkan publik. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkap sindikat jual beli bayi yang telah menjual sebanyak 24 bayi ke Singapura. Setiap bayi dijual dengan harga Rp 11 juta hingga Rp 16 juta, tergantung kondisi dan permintaan.


"Kita kembangkan dari keterangan tersangka. Yang sudah dijual dari Jawa Barat sebanyak 24 bayi," ujar Direktur Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan kepada wartawan, Selasa (15/7/2025).


Kapitalisme Sekular, Akar Masalah Akut


Sungguh sebuah ironi, kehidupan kapitalisme sekuler telah merusak sistem kehidupan manusia, termasuk lemah dan abainya perlindungan negara terhadap anak saat ini, ditengah maraknya sindikat perdagangan anak yang kian massif terjadi disekitar kita. Pandangan terhadap kehidupan pun menjadi tidak tentu arah. Ditambah tekanan ekonomi, segala cara dihalalkan untuk memperoleh keuntungan. 

Hal ini wajar, karena suasana kehidupan sekular sebagai akar masalah akut sindikat perdagangan bayi ini. Dengan ini, standar halal-haram jelas diabaikan. Aparat pun baru bertindak jika ada laporan. Pantaslah jika kasus sindikat perdagangan bayi ini akan terus saja ada bagai benang kusut, yang tak bisa terurai.


Sebagian orang menilai maraknya perdagangan orang adalah akibat permasalahan ekonomi atau kemiskinan. Padahal, jika kita mencermati, sebenarnya kasus ini tidak bisa terlepas dari karut-marutnya sistem kehidupan yang kini sedang berjalan.


Sistem yang dimaksud adalah kapitalisme yang tegak di atas asas sekularisme yang memisahkan peran agama dalam pengaturan kehidupan. Dengan asas sistem ini, wajar jika kapitalisme sekular melahirkan berbagai kerusakan.


Dengan sekular kapitalisme yang diemban negeri ini memang meniscayakan kehidupan yang serba sempit. Kebijakan yang tidak memihak rakyat makin membebani keluarga muslim dengan kehidupan yang serba sulit, sedangkan penguasa seolah abai dengan kondisi rakyat. Sungguh negara telah gagal melindungi, sekaligus gagal memberikan rasa aman bagi rakyatnya.


Selain itu, lemahnya pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam kaffah menjadikan Islam dipahami sebatas ritual. Wajar jika tidak sedikit individu muslim yang mengalami disorientasi hidup, hingga mudah menyerah pada keadaan, bahkan terjerumus ke dalam kemaksiatan.


Sindikat penjualan bayi jaringan internasional yang diduga terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO) adalah hasil dari kegagalan pembangunan ekonomi kapitalis dan politik demokrasi.


Kejahatan penjualan bayi terindikasi TPPO muncul dari habitat kemiskinan yang membelenggu perempuan. Kemiskinan adalah hasil dari keputusan politik dan arah pembangunan ekonomi Indonesia. 


Kemiskinan telah menjadi kerentanan untuk memunculkan kejahatan, termasuk yang melibatkan perempuan dalam sindikat perdagang . Di Indonesia, kemiskinan bertemu dengan ekosistem TPPO yang kuat, menjadikan perempuan dalam pusaran kejahatan, dan mencerabut sisi kemanusiaannya baik terutama sebagai Ibu. Akibatnya anak tidak terlindungi, bahkan sejak dalam kandungan.


Beginilah sistem sekuler kapitalisme yang mencengkeram negeri ini, agama dipinggirkan dari kehidupan sehingga semua tindak kejahatan marak seolah tanpa kendali, termasuk perdagangan anak. Parahnya lagi, ada peran pegawai pemerintahan yang seharusnya menjadi penjaga dan pelindung masyarakat, malah ikut dalam tindak kejahatan tersebut. Walhasil, perbuatan ini dengan sangat jelas dilarang oleh Islam, siapapun pelakunya akan ditindak tegas terlebih lagi jika ini merupakan sindikat. 


Solusi Islam, Perlindungan Anak Secara Tuntas


Untuk itu, penanggulangan kasus ini membutuhkan dukungan sistemis dalam rangka menyolusinya secara hakiki. Dalam sistem Islam, negara adalah pihak yang bertanggung jawab penuh atas rakyatnya. Negara adalah pihak paling bertanggung jawab dalam persoalan masyarakat, hingga individu per individunya.


Dalam Islam, tanggung jawab negara diserahkan kepada kepala negara, yaitu khalifah sebagai imam atau pemimpin dari kaum muslim. Sebagai raain, kepala negara harus melindungi rakyatnya dari segala mara bahaya. Ia bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat atas amanah kepemimpinannya itu. 

Rasulullah saw. bersabda, “Imam adalah raain atau penggembala dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. Bukhari).


Islam menjadikan anak sebagai aset bangsa yang strategis karena merupakan generasi penerus untuk mewujudkan dan menjaga peradaban islam yang mulia. Bagi orang tuanya anak juga menjadi milik yang berharga yang akan dilindungi dengan penuh tanggungjawab.


Islam memiliki berbagai mekanisme untuk menjaga anak sejak dalam kandungan, termasuk menjaga nasab anak. Negara juga menjamin kesejahteraan dan memenuhi semua kebutuhan pokoknya dengan baik. Sistem Pendidikan yang berbasis akidah akan menjadikan semua individu bertanggungjawab melindungi anak-anak, termasuk orang tuanya dan semua pihak termasuk aparat negara.


Dengan sistem sanksi yang tegas dan menjerakan,  kejahatan seperti ini tak akan terjadi lagi. Inilah saatnya bagi kita berjuang bersama untuk mewujudkan sistem kehidupan yang unggul dalam bingkai Khilafah. Hanya dengan Khilafah, seluruh aturan Islam bisa tegak di muka bumi ini. Hanya dengan penerapan aturan Islam kaffah, seluruh permasalahan akan bisa terselesaikan, termasuk perdagangan orang.


Walhasil, mengembalikan sistem Islam inilah yang seharusnya menjadi titik fokus perjuangan umat, yakni dengan membangkitkan pemikiran mereka dengan ideologi Islam, sebuah ideologi yang selama berabad-abad mampu menjadikan umat Islam sebagai sebaik-baik umat. Wallahu a’lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update