Oleh; Kursiyah Azis (Penulis dan Aktivis Muslimah)
Genosida Di Gaza telah banyak menelan korban jiwa, kerugian materi dan kehancuran fasilitas terpampang nyata. Namun penguasa di seluruh penjuru dunia memilih diam bersama kecaman tak berguna.
Kini senjata pelaparan di gunakan zionis penjajah untuk terus mengejar ambisi penguasaan sepenuhnya atas wilayah palestina. Blokade total atas seluruh bantuan kemanusiaan merupakan suatu pelanggan berat yang dilakukan yahudi Israel dalam perang dan genosida.
Zainab. Bayi berusia 6 bulan adalah salah satu korban malnutrisi akut akibat blokade yang dilakukan penjajah zionis laknatullah sejak awal mei 2025 lalu. Bayi berjenis kelamin perempuan itu tak mampu bertahan hidup dengan kondisi tubuh yang tidak mendapatkan asupan makanan sejak ibunya tak lagi mampu memberinya ASI karena sang ibu juga sedang dalam kondisi kelaparan.
Sungguh tragis, bayi mungil yang begitu tak berdaya, saat lahir kedunia justru langsung menjadi sasaran kebrutalan para penjajah laknatullah. Ini adalah salah satu bukti penghancur sistematis yang sengaja di lakukan para penjajah dalam menciptakan bencana kehidupan yang paling kejam.
Mengutip dari tirto.id- (1/8/2025) Kelaparan di Gaza semakin menunjukkan krisis kemanusiaan yang sangat serius dan membutuhkan segera bantuan internasional. Krisis pangan ini adalah buah kebijakan sistematis para penjajah yang sengaja mempersulit akses terhadap kebutuhan dasar.
*Penjajah Bermuka Dua*
Di balik kebrutalan zionis yahudi, dukungan para penjajah dari berbagai negara selalu siap sedia memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan Zionis. AS adalah salah satu negara yang paling berambisi untuk menguasai tanah palestina yang diberkahi. Karena itulah seluruh lembaga internasional seperti PBB tak mampu menghentikan segala kebiadaban para penjajah tersebut hal itu disebabkan oleh beberapa hal, pertama; Lembaga internasional tersebut dibentuk untuk tujuan yang sama, yakni melindungi para penjajah sekaligus memberikan perlindungan palsu bagi pihak terjajah, sehingga ketika terjadi pelanggaran dari pihak para penjajah maka Lembaga ciptaan mereka langsung tak berfungsi sama sekali. Kedua; sejak diterapkannya sistem kapitalis sekuler yang merupakan ideologi kufur.Kaum Muslim sudah tidak memiliki pelindung, sehingga kerapkali menjadi sasaran empuk untuk memenuhi ambisi keserakahan para penjajah.
*Nasionalisme Ciptaan Penjajah*
Melaparkan warga Gaza adalah tindakan kejam yang sengaja diciptakan para penjajah. Meskipun begitu, dunia lagi-lagi hanya memilih melontarkan kecaman tanpa aksi nyata yang menyolusi. Bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk warga Gaza di hancurkan oleh zionis lalu mereka menciptakan lembaga Gaza Humanitarian Foundation (GHF)sebagai pusat bantuan yang tersebar di empat titik, kemudian di klaim sebagai solusi yang tepat dalam menangani krisis pangan, namun alih-alih mendapatkan bantuan untuk bisa bertahan hidup, warga Gaza justru terbunuh di medan perangkap maut tersebut. Lagi-lagi para pemimpin dunia kembali meminta perlindungan palsu dari lembaga internasional milik Penjajah. Begitulah seterusnya.
Padahal Gaza tak hanya membutuhkan bantuan kemanusiaan semata. Gaza butuh perlindungan secara menyeluruh. Namun akibat sekat nasionalisme ciptaan para penjajah yang telah lama menancap ditubuh kaum muslim, maka para penguasa di negri muslim tak bisa memberikan bantuan militer untuk mengusir para penjajah zionis Israel. Justru yang terjadi penguasa berubah menjadi pendukung betahnya para penjajah melakukan genosida di Palestina
*Cara Islam Menghadapi Penjajah*
Islam bukan hanya sekadar Agama yang mengatur ibadah semata. Islam adalah sebuah ideologi yang memiliki prinsip dan cara tersendiri dalam menghadapi penjajahan. Cara tersebut tidak hanya berupa perlawanan fisik, tetapi juga spiritual, sosial, dan politik. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam menghadapi para penjajah adalah; Pertama Meneguhkan Tauhid dan Iman. Umat Islam diajarkan untuk hanya tunduk kepada Allah, bukan kepada penjajah. Tauhid menjadi kekuatan batin agar tidak mudah diperbudak secara jiwa maupun akal. Yang kedua; Jihad Fisabilillah. Jihad dalam arti luas, yaitu berjuang melawan penjajahan dengan mempertahankan agama, tanah air, dan kehormatan umat. Banyak ulama dan pejuang Islam mengangkat senjata melawan penjajah pada masa Rasulullah Saw hingga masa Khalifah penerusnya, sebab Ulama berperan penting membangkitkan semangat rakyat melawan penjajah. Mereka memberi fatwa, mengobarkan jihad, serta mendidik umat agar tidak tunduk pada penjajah. Ke tiga; Menggunakan Strategi dan Hikmah. Islam mengajarkan hikmah (kebijaksanaan) dalam menghadapi musuh. Tidak hanya perang, tetapi juga diplomasi, pendidikan, dan strategi politik. Yang ke empat; Persatuan Umat (Ukhuwwah Islamiyah) .Islam mendorong persatuan dan solidaritas antarumat. Penjajah sering menggunakan politik adu domba, maka Islam mengajarkan persaudaraan agar umat tidak mudah dipecah belah.dan yang terakhir adalah doa dan keteguhan hati. Doa menjadi senjata spiritual umat Islam. Dengan doa, dzikir, dan shalat, umat dikuatkan mentalnya dalam menghadapi penderitaan sebagai akibat penjajahan itu sendiri.
Dengan demikian, para penjajah akan segera hengkang sejauh mungkin dan tidak akan punya keberanian untuk menjajah negeri kaum muslim, khususnya palestina. Oleh karenanya Perlawanan terhadap Kezaliman harus dilakukan dengan cara Islam. Sebab penjajahan adalah bentuk kezaliman, sementara Islam menolak segala bentuk kedzaliman. Karena itu, melawan penjajah dipandang sebagai ibadah dan kewajiban.
*Ganti Sistem, Saatnya Umat Bersatu!*
Para penjajah selamanya akan terus membantai kaum muslim. Tidak hanya di Gaza, namun seluruh negri muslim lainnya. Mereka akan tetap merasa aman selagi umat tidak sadar dan bersatu melawan para penjajah. Sistem yang diterapkan untuk mengatur kehidupan merupakan senjata pokok yang melanggengkan penjajahan mereka hingga hari ini.
Kaum muslim semestinya segera menyadari itu dan bersatu untuk melawan penjajah. Sebab cara yang tepat untuk menghentikan penjajahan bukanlah sekadar boikot dan kecaman semata, namun dengan jihad melawan penjajah melalui bantuan militer. Dan semua itu hanya bisa diwujudkan dalam sistem Islam.
Olehnya itu sudah seharusnya sistem kehidupan buatan para penjajah di ganti dengan sistem Islam. Sebab hanya dengan sistem Islam, seluruh negeri terjajah bisa di bebaskan melalui jihad dalam naungan khilafah.
Segala macam solusi yang di tawarkan oleh sistem kapitalis sekuler untuk membebaskan Palestina, sudah berulangkali di lakukan,namun pada akhirnya semuanya gagal total. Justru yang terjadi adalah semakin menguatnya pengaruh para penjajah tersebut.
Gaza butuh solusi nyata dan hakiki. Menerapkan sistem Islam adalah satu-satunya solusi hakiki, agar Gaza dan seluruh negeri muslim di seluruh dunia bebas dari cengkraman para penjajah. Wallahu a'lam.

No comments:
Post a Comment