Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MENGATASI HIPERTENSI MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI NAGARI NAN LIMO, PALUPUH, AGAM

Monday, August 11, 2025 | Monday, August 11, 2025 WIB Last Updated 2025-08-11T07:58:51Z
MENGATASI HIPERTENSI MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI NAGARI NAN LIMO, PALUPUH, AGAM

Penulis: Auliya Farzana Rahyani 

Oleh Mahasiswa KKN Universitas Andalas

(Program Studi Keperawatan Universitas Andalas)


Menghadapi tingginya angka penderita hipertensi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan seperti Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, masyarakat sering dihadapkan dengan kurangnya pengetahuan tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit ini. Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam" dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Namun, di tengah tantangan tersebut, terdapat harapan melalui edukasi Kesehatan yang tepat sasaran.


Dengan melaksanakan program edukasi serta pemantauan hipertensi kepada masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Keperawatan, Universitas Andalas melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada bulan Juli 2025 dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya hipertensi dan cara pencegahannya, sekaligus memberikan solusi praktis untuk mengelola kondisi ini dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan pemantauan tentang hipertensi kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga tekanan darah normal. Program ini menyasar berbagai lapisan masyarakat yang tinggal di Nagari Nan Limo, meliputi ibu-ibu rumah tangga, bapak-bapak kepala keluarga, lansia, dan pemuda dengan berbagai profesi seperti petani, pedagang, dan pegawai. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN yang terdiri dari 2 mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan.



Program dimulai dengan perencanaan untuk memilih tema dan sasaran kegiatan. Tim memutuskan untuk melakukan edukasi hipertensi kepada masyarakat Nagari Nan Limo karena berdasarkan data awal yang diperoleh, banyak warga yang belum memahami dengan baik tentang hipertensi dan cara pencegahannya. Dari hasil survei awal, ditemukan bahwa sebagian besar masyarakat menganggap hipertensi sebagai penyakit yang biasa dan tidak berbahaya. Di lokasi ini, mahasiswa berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat baik di balai nagari, posyandu, maupun di rumah-rumah warga.


Edukasi dilakukan secara berkelompok dan individual. Setiap anggota tim KKN mengunjungi kelompok masyarakat yang telah ditentukan. Setelah mendapatkan izin dari pemangku adat dan pemerintah nagari, masing-masing anggota tim meminta peserta untuk mengisi kuesioner tentang pengetahuan mereka terhadap hipertensi. Kemudian memberikan materi edukasi tentang pengertian hipertensi, faktor risiko, gejala, komplikasi, dan cara pencegahannya. Pada saat penyampaian materi, peserta dapat menyampaikan pengalaman mereka, bertanya tentang kondisi kesehatan mereka, dan berdiskusi tentang cara menerapkan pola hidup sehat. Di akhir kegiatan, peserta kembali diminta untuk mengisi kuesioner untuk mengetahui peningkatan pemahaman mereka tentang hipertensi. Pada tahap edukasi, setiap anggota tim menyampaikan materi tentang empat aspek penting, yaitu: pengertian dan bahaya hipertensi, faktor risiko yang dapat diubah, pola makan sehat untuk penderita hipertensi, dan pentingnya olahraga teratur.


Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, ada beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, setiap orang memiliki risiko untuk mengalami hipertensi, namun tidak semua orang memahami kondisi ini dengan baik. Banyak masyarakat yang membawa cerita tentang keluarga atau tetangga yang menderita hipertensi, namun mereka tidak menyadari bahwa kondisi tersebut bisa dicegah dan dikelola dengan baik. Dengan berbagi pengetahuan tentang hipertensi di dalam komunitas, Mahasiswa KKN memberdayakan individu untuk menghadapi realitas penyakit ini sambil menemukan kekuatan dalam dukungan sesama.


Kegiatan ini berfungsi sebagai pengingat kuat tentang pentingnya pencegahan dan langkah-langkah proaktif dalam menjaga kesehatan. Ibu Delianis (48 thn), seorang ibu rumah tangga di Nagari Nan Limo, menceritakan pengalamannya dengan hipertensi. "Ibu sudah lama merasakan pusing-pusing dan mudah capek, tapi tidak tahu kalau itu gejala darah tinggi. Setelah ikut penyuluhan ini, Ibu jadi tahu pentingnya periksa tekanan darah secara rutin," ungkapnya. Ia berharap program seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga tekanan darah.


Kedua, kegiatan edukasi hipertensi ini tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi kegiatan ini meletakkan dasar untuk budaya hidup sehat. Bapak Tuangku Marajo (55 thn), seorang Kepala Keluarga di Nagari Nan Limo, mengatakan bahwa dia belum pernah mendapat informasi lengkap tentang hipertensi sebelumnya. "Bapak selama ini tidak tahu kalau hipertensi itu berbahaya dan bisa menyebabkan stroke. Sekarang Bapak jadi lebih perhatian dengan pola makan dan mengurangi minum kopi" ungkap dia. Dengan menyebarkan pengetahuan tentang hipertensi dan dampaknya, masyarakat seperti Bapak Tuangku Marajo dapat memahami pelajaran berharga tentang pencegahan, deteksi dini, dan pengelolaan hipertensi. Melalui inisiatif edukasi dan peningkatan kesadaran, individu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengurangi risiko dan mencegah komplikasi ketika hipertensi menyerang.


Ketiga, pada intinya, edukasi kesehatan memupuk empati dan kepedulian terhadap sesama. Dengan mendengarkan pengalaman orang-orang yang hidup dengan hipertensi, anggota komunitas mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak penyakit ini pada kehidupan sehari-hari. Kepedulian ini berfungsi sebagai katalis untuk persatuan, menginspirasi tindakan kolektif dan kolaborasi dalam membangun komunitas yang sehat dan saling mendukung. Hilman, salah satu anggota KKN, melihat bahwa berbagi pengetahuan ini memungkinkan dia "berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan kesehatan, pertanyaan, dan keinginan masyarakat untuk hidup lebih sehat sehingga kualitas hidup bisa meningkat."


Berdasarkan evaluasi yang dilakukan sebelum dan sesudah program edukasi, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Dari 17 peserta yang mengikuti program, 85% mengalami peningkatan pengetahuan tentang hipertensi, 70% menyatakan akan mengubah pola makan menjadi lebih sehat, dan 80% berkomitmen untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. "Sebagai pemuda nagari, kami merasa sangat terbantu dengan adanya penyuluhan ini. Banyak dari kami yang sebelumnya belum memahami bahayanya hipertensi. Sekarang kami jadi lebih peduli terhadap gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan tekanan darah," ungkap Ardiansyah, salah satu perwakilan pemuda Nagari Nan Limo.


Selain itu, program ini juga berhasil mengidentifikasi 9 warga yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran Mahasiswa KKN Universitas Andalas yang telah melaksanakan edukasi tentang hipertensi di Nagari Nan Limo. Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam mencegah tekanan darah tinggi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang," ujar Tri Sakti, Wali Nagari Nan Limo.


Ketika kita menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, kekuatan edukasi kesehatan muncul sebagai solusi yang efektif di tengah berbagai keterbatasan. Dengan melaksanakan program edukasi hipertensi di Nagari Nan Limo ini, Mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan informasi kesehatan, tetapi juga mempromosikan kepedulian terhadap kesehatan bersama dan mendorong tindakan kolektif untuk mencegah dan mengelola hipertensi di masa depan.


Di dalam setiap interaksi yang dilakukan oleh tim bersama masyarakat ini terletak harapan untuk membangun komunitas yang sehat, sadar akan pentingnya pencegahan penyakit, dan mampu menjaga kesehatan bersama. Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk nagari-nagari lain dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Nagari Nan Limo, 23 Juli 2025

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update