Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kelaparan di Gaza, Panggilan Keimanan untuk Kita Semua

Saturday, August 09, 2025 | Saturday, August 09, 2025 WIB Last Updated 2025-08-09T10:34:22Z

Oleh Hasna F.K

Pegawai Swasta


Malam tak pernah benar-benar gelap bagi seorang mukmin, kecuali ketika ia tahu tetangganya kelaparan sementara ia tidur dalam kenyang. Gelisahnya adalah cahaya iman yang memanggilnya untuk peduli.


Begitulah sebaiknya sikap seorang muslim terhadap saudaranya di Gaza. Di balik langit Gaza yang dipenuhi asap dan jeritan perang, kini muncul derita baru yaitu krisis kelaparan. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengalami kelaparan akut. Infrastruktur pangan hancur tak tersisa, bantuan kemanusiaan terhambat oleh blokade yang menyesakkan dada, dan kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan nyaris tak tersedia. Anak-anak mengalami malnutrisi berat yang mengancam nyawa mereka, dan tak sedikit yang akhirnya meninggal dunia karena kelaparan dan penyakit.


Ironisnya, di tengah penderitaan luar biasa ini, negara-negara Arab dan Muslim justru menunjukkan sikap yang mengecewakan. Seharusnya mereka  memberikan dukungan penuh kepada saudaranya di Gaza, beberapa negara seperti  Qatar, Arab Saudi, dan Mesir justru menyerukan agar Hamas melucuti senjata dan menyerahkan kekuasaan kepada Otoritas Palestina. Bahkan Mesir  menekan Imam Besar Al-Azhar untuk mencabut pernyataan yang mengutuk genosida sistematis Israel melalui senjata kelaparan. Fakta yang terjadi, bukan  hanya pengabaian, melainkan bentuk kompromi politik yang menginjak-injak nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan.


Sikap diam dan kompromistis para rezim Arab terhadap penderitaan rakyat Gaza adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap Islam. Padahal, Allah Swt. telah memperingatkan kaum Muslimin agar tidak menjadikan musuh Islam sebagai sekutu. Rasulullah saw. pun mengecam bagi siapa saja yang kenyang sementara tetangganya kelaparan, apalagi jika yang dibiarkan menderita adalah saudara seiman yang sedang dijajah dan dilumpuhkan.


Jika para penguasa terus berkhianat dan membiarkan kezhaliman ini berlangsung, maka murka Allah Swt. sangat mungkin akan menimpa mereka. Rasulullah saw. bersabda, siapa pun yang tidak menolong seorang Muslim yang dizalimi, maka Allah Swt. pun tidak akan menolongnya ketika ia membutuhkan pertolongan.


Umat Islam sejatinya adalah umat terbaik yang Allah Swt. pilih untuk menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran (QS Ali Imran: 110). Janji Allah Swt. tentang kekuasaan di muka bumi bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh (QS An-Nur: 55) telah terbukti nyata dalam sejarah emas peradaban Islam. Kita memiliki banyak teladan pemimpin yang berani dan bertanggung jawab  mulai dari Rasulullah saw., para sahabat, hingga khalifah-khalifah Islam seperti Al-Mu’tashim Billah yang mengerahkan pasukan hanya karena satu muslimah dilecehkan, dan Sultan Abdul Hamid II yang menolak menjual sejengkal tanah Palestina meski ditawari kekayaan besar.


Kini, saat Gaza terus menangis, darah terus mengalir, dan anak-anak sekarat karena lapar, sudah saatnya kita bangkit. Kita tidak bisa terus menonton dari kejauhan tanpa berbuat apa-apa. Rasulullah saw. telah mengingatkan, bahwa seorang mukmin tidak boleh tidur dalam keadaan kenyang sementara saudaranya kelaparan. Ini bukan sekadar ajakan, tapi perintah untuk menunjukkan kepedulian nyata.


Kita bisa mulai dari apa yang kita mampu, seperti dengan doa, donasi, kampanye, hingga menyebarkan informasi yang benar. Karena iman yang tidak disertai aksi hanyalah ilusi. Mari bangun solidaritas, bukan hanya sebagai ekspresi kemanusiaan, tapi sebagai bukti nyata pengabdian kita kepada Allah Swt.


Sampai kapan kita akan diam? Sampai kapan kita tidak sadar bahwa hanya jihad di bawah komando Khilafah Islamiyyah yang mampu benar-benar membebaskan Gaza dan seluruh tanah kaum Muslimin. Maka, mari bergerak. Karena diam bukanlah pilihan bagi umat yang mengaku beriman.


Wallahu a'lam bishshawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update