Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kelaparan di Gaza, Genosida Gaya Baru Zionis

Thursday, August 14, 2025 | Thursday, August 14, 2025 WIB Last Updated 2025-08-14T01:20:08Z

 



Oleh: Sumiati


Kebiadaban zionis Yahudi Israel semakin tidak terkendali. Genosida yang dilakukan semenjak Oktober 2023 seakan tidak membuat zionis puas untuk membumi hanguskan Gaza. Kemanapun penduduk Gaza pergi untuk berlindung mereka gempur. Sampai saat ini pun kejahatan zionis Israel belum mereda. Yang semakin membuat dunia geram dengan perlakuan zionis Israel saat ini adalah menjadikan bencana kelaparan penduduk Gaza sebagai penjajahannya. 


Yang lebih miris lagi saat ucapan  menteri Warisan Budaya Israel, Amichai Eliyahu, yang mengatakan tidak perlu khawatir dengan kelaparan di Gaza, meskipun hal tersebut menuai berbagai kecaman. Bahkan, politisi sayap kanan dari Otzma Yehudit mengatakan bahwa Israel akan berlomba-lomba menghapus Jalur Gaza. Dia juga mengatakan kalau mereka berhasil menghapus kejahatan dan seluruh Gaza akan menjadi yahudi.


Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu tidak mengakui kalau Israel telah menciptakan bencana kelaparan di Gaza. Mereka malah menuduh Hamaslah yang telah menimbun pasokan. Padahal jelas-jelas di media sosial menunjukkan bagaimana kekejaman zionis dalam memperlakukan warga Gaza, bagaimana mereka memblokade bantuan. Yang tidak kalah kejinya lagi, tatkala warga Gaza berkumpul untuk mengambil bantuan mereka di bombardir. Menurut otoritas kesehatan setempat, warga Palestina yang tewas di Gaza mencapai lebih dari 59 ribu korban sejak tahun 2023 termasuk setidaknya 113 orang yang meninggal karena kelaparan. Dilansir dari news.republika.co.id (Sabtu, 26/7/2025).


Meskipun tragedi ini sangat jelas terlihat, namun tidak ada satu pun yang bisa menghentikannya. Bahkan PBB pun tidak bisa melakukan apa-apa hanya bisa berkoar-koar saja. Begitu pula negeri-negeri muslim yang berada di sekitar Palestina mereka bungkam, pura-pura buta dan tuli. Seakan-akan mereka tidak melihat dan mendengar apa yang terjadi pada tetangganya itu. Perasaan dan hati mereka sudah tertutup dengan kesenangan dunia sehingga tidak peduli dengan saudara seakidahnya. Mereka justru bergandengan tangan dengan musuh Allah SWT.


Para penguasa negeri-negeri muslim mereka tidak takut dengan ancaman Allah SWT dibandingkan dengan ancaman Amerika. Mereka sibuk menyelamatkan diri dan kekuasaannya dari kemarahan Amerika. Mereka lupa bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban atas kepemimpinan yang mereka pegang.


Sikap para pemimpin negeri Arab adalah bentuk pengkhianatan terhadap kaum muslim. Padahal sebenarnya mereka mampu mengirimkan bantuan militernya, tapi karena rasa takut mereka kepada negeri adidaya yang bisa menggulingkan kekuasaannya akhirnya mereka lebih memilih diam. Bahkan ada sebagian pemimpin yang dengan terang-terangan mengadakan hubungan dengan penjahat yang memerangi kaum muslim di Gaza. 


Ini jelas berbeda dengan para pemimpin Islam, mulai dari Rasulullah saw. hingga para khalifah setelahnya. Tatkala ada pengaduan dari rakyat maka langsung ditangani. Sebagaimana diketahui bahwa ada seorang wanita yang mengadu kepada Rasulullah saw. yang telah dilecehkan oleh Yahudi maka beliau langsung mengerahkan pasukannya untuk memerangi Yahudi tersebut. Itu baru satu orang yang mengadu pada beliau, apalagi jika ada kaum muslim yang diserang sebagaimana di Gaza tentu beliau akan langsung mengirimkan bala tentaranya untuk memerangi kembali. Begitu pula dengan para Khalifah setelah beliau, mereka menjalankan amanahnya sebagai pemimpin dengan tanggung jawab meriayah umatnya dengan sebaik-baiknya. Mereka selalu siap dalam melayani umatnya.


Umat saat ini sebenarnya sudah mulai memiliki kesadaran dalam masalah Gaza dan Palestina. Buktinya, aksi dilakukan oleh massa dari berbagai negara untuk kebebasan Gaza-Palestina. Hanya saja kebanyakan dari mereka mengganggap bahwa masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan sehingga solusi yang disarankan pun hanya sebatas bantuan kemanusiaan. Meskipun hal itu bisa membantu tapi tidak dalam jangka waktu yang panjang.


Masalah Gaza-Palestina adalah masalah politik. Masalahnya adalah perampasan tanah serta hak hidup warga dengan genosida. Maka solusinya pun adalah dengan mengusir zionis Israel dari bumi Palestina. Hal ini tentu menuntut adanya pengerahan militer dan senjata yang dapat menyeimbangi serangan zionis. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh negara tidak cukup hanya dengan sebuah kelompok. Dan negara yang dimaksud adalah khilafah Islam. Wallahu'alam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update