Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalisme Melahirkan Generasi Rusak: Banyak Pelajar Terjerat Narkoba dan Tindak Kekerasan

Thursday, August 14, 2025 | Thursday, August 14, 2025 WIB Last Updated 2025-08-14T08:42:10Z

Ol


eh: Isti Ummu Zhia 

Potret buram generasi Indonesia kian terlihat jelas. Tawuran, pembegalan, perundungan, hingga pembunuhan yang dilakukan pelajar kini menjadi berita harian. Narkoba pun merambah ke usia sekolah. Fenomena ini mencerminkan bagaimana kegagalan sistem yang membentuk mereka. 

Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh video viral seorang siswa SMK di Pangkep yang dihujani pukulan di depan sekolahnya Adapun Di Serpong, polisi menangkap 54 pelajar yang hendak tawuran. Kasus lain menunjukkan lima pelajar di Penjaringan menjadi pelaku begal sopir truk dan menganiaya lansia (beritasatu.com, 4/8/2025).

Di Bandung, seorang siswa SMK tewas ditusuk akibat cemburu, sementara di Simalungun, seorang pelajar ditemukan tewas dengan wajah terbungkus kain dan tubuh berlumuran darah (detiksumut,8/8/2025). Lebih memilukan lagi, di Muratara, seorang siswa SD menusuk pelajar MTs hingga tewas hanya karena konflik sepele.

Deretan peristiwa ini hanyalah puncak gunung es dari persoalan generasi. Di baliknya, ada masalah serius yang mengakar dalam cara pandang dan gaya hidup yang dibentuk oleh sistem yang berlaku hari ini.

 Kegagalan Sistem Sekuler-Kapitalis

Kehidupan generasi dalam sistem kapitalisme sarat dengan kemaksiatan. Tawuran, narkoba, pergaulan bebas, dan kriminalitas menjadi konsekuensi dari lingkungan yang rusak. Generasi tumbuh tanpa kemampuan mengendalikan diri, mudah terprovokasi, dan rapuh menghadapi tekanan hidup.

Sistem pendidikan sekuler-kapitalis terbukti gagal membentuk kepribadian Islam pada generasi Muslim. Pendidikan hanya menekankan aspek akademis dan keterampilan teknis, mengabaikan pembentukan pola pikir dan pola sikap sesuai misi penciptaan manusia. Akibatnya, banyak pelajar yang tidak mengenal jati dirinya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Lingkungan sosial pun jauh dari kondusif. Media bebas memproduksi dan menayangkan konten yang merusak moral, sementara negara abai dalam mengontrol arus informasi yang masuk ke rumah-rumah penduduk. Akibatnya, nilai-nilai kebebasan ala Barat menguasai pikiran generasi, menggantikan nilai-nilai Islam yang seharusnya menjadi panduan hidup mereka.

Membentuk Generasi Mulia dalam Naungan Khilafah

Berbagai persoalan generasi ini membutuhkan solusi mendasar dan menyeluruh. Islam telah menawarkan sistem yang tidak hanya mengatur pendidikan, tetapi juga membentuk lingkungan sosial yang mendukung terciptanya generasi berkepribadian mulia.

Dalam sistem Khilafah, pendidikan dirancang untuk menanamkan kepribadian Islam, yaitu pola pikir dan pola sikap yang terikat dengan syariat. Nilai akademis dan keterampilan diajarkan, tetapi selalu dalam bingkai akidah Islam. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembina akhlak dan pembimbing kehidupan.

Negara menjadi penanggung jawab penuh atas pembinaan generasi. Media dikontrol ketat agar menjadi sarana edukasi dan dakwah semata. Lingkungan masyarakat dihidupkan dengan amar makruf nahi mungkar, sehingga generasi tumbuh dalam suasana ketaatan.

Hanya dengan sistem Islam kaffah yang dijalankan oleh institusi Khilafah, generasi akan terlindungi dari arus pemikiran dan gaya hidup rusak. Mereka akan menjadi generasi cerdas, berakhlak mulia, dan siap memimpin peradaban.

Rusaknya generasi bukanlah fenomena alamiah, melainkan buah pahit dari sistem yang salah. Selama kapitalisme terus memimpin, kasus-kasus kekerasan dan kerusakan moral di kalangan pelajar akan terus berulang.

Jika kita sungguh mencintai generasi dan masa depan bangsa, sudah saatnya kita melepaskan diri dari jerat kapitalisme dan kembali pada sistem Islam kaffah. Hanya dengan itulah kita bisa mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mulia di hadapan Allah.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update