Oleh : Asmawati
(Pemerhati generasi)
Kini, 1 Muharram datang dan kembali mengawali tahun dalam kalender Hijriah yang mengandung makna mendalam dan menjadi refleksi seluruh kaum muslimin untuk semakin meningkatkan keimanannya, terutama bagi muslim yang menginginkan perubahan hakiki terhadap kehidupannya saat ini. Euforia kembali ada namun tidak sedikit yang merasa biasa saja.
Berdasarkan pada kalender Hijriah Indonesia tahun 2025, pada tanggal 1 Muharram 1447 H bertepatan dengan hari Jumat, 27 Juni 2025. Yang mana awal pergantian tahun dari 1446 ke 1447 Hijriah dimulai. Dan diperingatinya sebagai Tahun Baru Islam oleh seluruh umat Islam di dunia.
Namun, meskipun tahun baru islam telah hadir, persoalan umat masih tiada akhir, berbagai persoalan kian masih terus terjadi dan menimpa kaum muslimin hingga umat islam mengalami keterpurukan dan kekejaman yang tiada berhenti.
Genosida di Gaza Palestina masih terus berlangsung, hingga bukan lagi sekedar tragedi kemanusiaan yang memilukan tapi sudah menjadi bukti bahwa betapa lemahnya dunia Islam saat ini. Di tengah genosida yang ada, betapa banyak para penguasa negeri islam tapi mereka seraya melakukan pengkhianatan. Rakyat dibombardir. Anak anak dibantai, Rumah sakit dihancurkan. Masjid dibumi hanguskan. Blokade total dilakukan. Namun, tidak ada satu pun penguasa negeri Islam yang mau benar benar turun tangan secara nyata dan tegas untuk menghentikan genosida yang ada.
Mereka hanya mengutuk, dan menyeru seruan diplomatik kosong, konferensi darurat yang tidak membuahkan hasil yang nyata, serta penyaluran bantuan yang tidak benar benar bisa menghentikan rudal dan bom penjajah.
Padahal di tahun baru Islam ini seharusnya menjadi momentum bagi setiap umat Islam untuk melakukan instropeksi diri menjadi lebih baik bukan hanya sebatas memperbaiki diri semata namun juga berupaya memperbaiki peradaban saat ini.
Peristiwa hijrah menjadi titik awal dalam mewujudkan kemuliaan Islam. Umat Islam selain melakukan instropeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi, juga harus menjadikan negrinya kompeten, independent dan kuat. Umat islam juga harus memperbaiki sistem aturan hidup yang jauh lebih baik lagi. Dan mewujudkannya di dalam sistem sekuler saat ini itu jauh lebih sulit dan tidak akan membuahkan hasil karena pada faktanya banyak individu yang sholih ketika sudah memegang kekuasaan menjadi tamak dan pelaku korupsi dan terbukti karena memang sistem saat ini membentuk manusia untuk melakukan kejahatan secara struktural.
Dalam mewujudkan kebangkitan umat yang hakiki maka diperlukan persatuan umat islam di dalam naungan Daulah Islam, hidup sejahtera di bawah aturan Allah Sang Maha Pencipta, Dan Islam akan kembali menyebar keseluruh penjuru dunia sebagaimana dahulu peradaban Islam itu pernah berjaya selama 13 abad lamanya. Dan Umat Islam disebut sebut sebagai umat terbaik di seluruh penjuru dunia.
Namun, hari ini predikat sebagai umat terbaik itu tidak nampak nyata dalam kehidupan. Seharusnya umat Islam merenungkan kembali apa akar masalah dari kondisi terpuruk saat ini. Sehingga umat Islam bagaikan kehilangan taringnya dan kehilangan kemuliaannya sebagai Umat yang terbaik itu.
Umat Islam saat ini terpuruk lantaran karena semakin jauh dari aturan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهُ مَعِشَةً ضَنْكَا وَّ نَحْشُـرُهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
Artinya : " Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkan nya pada hari kiamat dalam keadaan buta " ( Qs. Thaha : 124 ).
Satu satunya cara untuk meraih kembali kemuliaan adalah dengan kembali kepada aturan Allah dan menerapkannya dalam kehidupan secara kaffah. Seharusnya umat sadar akan kebutuhannya pada Khilafah sebagai institusi yang akan menjadi junnah bagi umat Islam.
Oleh karena itu umat harus sadar bahwa saat ini umat dalam keadaan yang lemah dan terpuruk sehingga urgensi dalam penerapan Khilafah sebagai junnah dalam melindungi dan menjaga umat dari keterpurukannya segera di bisa dilakukan. Maka perlu kesadaran penuh dan mau turut ambil bagian menegakkan Syariat Islam sebagai aturan hidup di bawah naungan daulah Islam Khilafah.
Dan dalam mewujudkan hal itu akan sangat sulit jika tanpa ada bimbingan dari jamaah dakwah yang memperjuangkan hal tersebut dengan tulus, ikhlas dan istiqomah, karena yang namanya perjuangan pasti akan mengalami kesulitan namun setidaknya ada yang menguatkan dan menjadikan diri istiqomah berjuang di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Wallahu 'alam bisshowab

No comments:
Post a Comment