Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hari Keluarga Nasional

Wednesday, July 02, 2025 | Wednesday, July 02, 2025 WIB Last Updated 2025-07-02T04:36:36Z
Hari Keluarga Nasional

Oleh : Nina Iryani S.Pd


Dilansir dari diskominfo.sukoharjokab.go..id, Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap tanggal 29 Juni di Indonesia. Pada tahun 2024, Harganas mengusung tema "Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas". Tema ini menekankan pentingnya membangun keluarga yang kuat dan berkualitas sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045.


Harganas pertama kali dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada 29 Juni 1993 di Provinsi Lampung. Peringatan ini terinspirasi dari momen reuni para pejuang kemerdekaan dengan keluarga mereka pada 29 Juni 1949. Harganas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran penting keluarga dalam pembangunan bangsa, meningkatkan kembali nilai-nilai keluarga dan mendorong pencapaian kesejahteraan keluarga.


Tahun ini puncak peringatan Harganas ke-31 akan di akan di kota Semarang Jawa Tengah. Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi dan acara keluarga akan digunakan untuk merayakan hari penting ini. Pemilihan Semarang sebagai tuan rumah menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program-program keluarga berencana dan kesejahteraan keluarga.


Selama peringatan Harganas berbagai kegiatan akan dilaksanakan untuk mempromosikan kesehatan keluarga, termasuk program-program kesehatan, edukasi tentang pentingnya keluarga dan kampanye kesadaran melalui media sosial. BKKBN juga menargetkan pelayanan sejuta ekspor KB dalam sehari sebagai bagian dari upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. 


Hari Keluarga Nasional bukan hanya sekedar peringatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, sehat dan berkualitas demi masa depan bangsa yang lebih baik. 


Kenyataannya, angka perceraian meningkat, laporan-laporan keputusan perceraian begitu banyak di pengadilan agama. Belum lagi kasus perselingkuhan yang merambah bukan hanya di kalangan masyarakat menengah ke bawah tetapi juga dikalangan pejabat negara. Ditambah lagi kasus-kasus kenakalan remaja yang berawal dari keluarga broken home. Tawuran, judi online dan offline, perzinahan, pesta miras, tindakan kriminal berupa kekerasan fisik dan seksual, belum lagi stress, depresi bahkan bunuh diri yang masih menghantui negeri ini, juga negeri-negeri lainnya di era sekuler kapitalis ini. 


Perayaan demi perayaan bahkan seminar keluarga terus digencarkan, namun sistem memaksa keadaan tidak berubah. Tekanan ekonomi menjadi salah satu pemicu hancurnya keluarga akibat kurang pedulinya pemerintah terhadap hak rakyat atas jaminan kesejahteraan, dimana lapangan pekerjaan sulit, persyaratan masuk kerja yang super ribet, pengalaman kerja yang harus sesuai, antrian sederet test dan interview yang memakan banyak waktu, PHK besar-besaran, dirumahkan akibat kurang dana atau saingan bisnis, korupsi besar-besaran dari pejabat menghambat keuangan dikalangan masyarakat dan sebagainya. 


Keadaan akan terus begini selama penerapan sistem sekuler masih berjalan. Dimana hukum tumpul ke atas runcing ke bawah. Orang-orang pemilik modal berkuasa dilegalkan melalui undang-undang, sedangkan rakyat terus dibuat sulit dalam perekonomian, pendidikan, kesehatan dan sebaginya. 


Rasulullah SAW bersabda:


"Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku"

(H.R At-Tirmidzi).


Rasulullah SAW bersabda:


"Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka pahalanya paling besar adalah yang engkau berikan untuk keluargamu"

(H.R Muslim).


Rasulullah SAW bersabda:


"Barangsiapa wanita yang meninggal dunia sedang suaminya ridha terhadapnya, maka dia akan masuk surga"

(H.R Tirmidzi).


Demikian dalam Islam:

1. Keluarga sakinah mawadah warohmah hanya digapai melalui sama-sama satu keluarga berserah diri dan berharap hanya pada ridha Allah.

2. Mencintai dan saling menghargai karena Allah, hidup merasa cukup dan banyak bersyukur atas rezeki dari Allah, suami pun bertanggung jawab atas nafkah sesuai kemampuan. 

3. Suami, istri dan anak-anaknya mencintai Allah dan Rasulullah melalui ibadah, tolabul 'ilmi, dakwah dan memilih hidup mulia atau mati syahid.


Maka tugas kita adalah:

1. Dakwah dan tolabul'ilmi yang berkesinambungan terus-menerus.

2. Sampaikan walau hanya satu ayat.

3. Terus pupuk dan bina menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah dengan perdalam ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu bermanfaat lainnya.

4. Dakwahkan penerapan Islam kaffah satu-satunya solusi segala permasalahan keluarga, ekonomi, kesehatan, pendidikan, politik dan lainnya.

5. Terus berjuang hingga tercapai bahagia kita semua dunia akhirat.


Wallahu 'alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update