Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terus Bersuara Untuk Palestina

Saturday, June 14, 2025 | Saturday, June 14, 2025 WIB Last Updated 2025-06-14T12:48:28Z

 



Oleh: Ummu Mufidah (pemerhati masalah umat) 


Israel terus membabi buta, menghabisi nyawa-nyawa tak berdosa dibumi Palestina. Kita yang masih memiliki hati nurani ini hanya bisa prihatin dan miris menyaksikannya dari kejauhan bermodal sosial media. 


Malapetaka yang terjadi disana bukanlah lagi bencana kemanusiaan sebagaimana yang dikatakan oleh PBB selaku polisi dunia. Tapi sudah berbentuk kedzoliman dan genosida. 


Kita sebagai sesama muslim, sejatinya sangat malu, ketika hanya bisa diam dan menjadi penonton atas kebrutalan yang menimpa saudara kita disana. Terlebih lagi baru-baru Arab Saudi yang merupakan negara muslim dan besar potensinya untuk membela Palestina, namun justru berjabat tangan bangga dengan Amerika yang merupakan aktor nomer satu atas terjadinya penyerangan Israel terhadap Palestina. 

 

Sebagaimana yang baru terjadi, sedikitnya 17 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (7/6/2025) dini hari waktu setempat, bertepatan dengan hari kedua perayaan Iduladha, imbas serangan udara dan tembakan militer Israel di wilayah selatan Jalur Gaza, terutama di daerah Khan Younis dan Rafah (beritasatu, 7 Juni 2025). 


Selain serangan, parahnya lagi, otoritas militer Israel juga mengeluarkan larangan bagi warga Palestina di Jalur Gaza untuk mendekati pusat-pusat distribusi bantuan.


Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam pernyataan di platform X, menyampaikan bahwa penutupan pusat distribusi dilakukan untuk keperluan renovasi, reorganisasi, dan peningkatan efisiensi. Demikian dilansir dari Antara (beritasatu, 4 Juni 2025).


Sejatinya, umat muslim adalah umat yang kuat jika bersatu. Persatuan yang akan membawa perubahan dan kebangkitan yakni satu perasaan, satu pemikiran dan satu aturan yakni Islam.


Sayangnya, saat ini kita masih disekat-sekat oleh paham nasionalisme buatan penjajah. Nasionalisme merupakan salah satu penyebab diamnya umat dan penguasa terhadap persoalan Palestina. Nasionalisme menurut Hans Kohn diartikan sebagai keadaan pada individu yang dalam pikirannya merasa bahwa pengabdian paling tinggi adalah untuk bangsa dan tanah air.


Nasionalisme membuat pandangan bahwa persoalan Palestina adalah masalah internal Palestina sebagai sebuah bangsa yang ingin berdaulat. Sehingga, negara lain seolah tidak bisa ikut campur, kecuali dalam urusan mencegah bencana kemanusiaan.


Terbukti selama ini negara-negara Arab dan negeri-negeri muslim lainnya hanya bisa ‘membantu’ berupa bantuan kemanusiaan serta diplomasi di kancah internasional. Baik atas nama personal negara maupun komunitas, seperti Liga Arab atau OKI. Ujung-ujungnya hanya menekan kepada PBB, tak lebih dari itu.


Sampai kapanpun, kita tidak bisa berharap pada negara manapun untuk membebaskan Palestina dari penindasan. Bahkan yang katanya memiliki tentara paling ditakuti sekalipun. Kita hanya bisa berjuang untuk merajut tali persatuan bermodal akidah Islam. 


Karena hanya dengan persatuan, kaum muslimin akan kuat melawan Israel dan sekutu. Hanya dengan persatuan dibawah komando seorang Khalifah, kaum muslimin akan bergerak mengirim pasukan untuk mengusir Israel dari bumi yang diberkahi. Karena hanya dengan jihad atau peranglah Israel akan melihat kekuatan kaum muslim. Karena Israel laknatullah bukan kaum yang mengindahkan bahasa perdamaian.


Allah SWT telah menjanjikan kemenangan pada kita (kaum muslim) jika kita bersatu, tidak hanya mementingkan urusan pribadi, kelompok, golongan ataupun bangsanya sendiri. 


Sebagaimana firmanNya yang artinya, "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik" (An. Nur ayat 55). 


Kebangkitan Islam akan kembali, cepat atau lambat. Bahkan Barat telah lama memprediksikan dan membenarkannya. Olehnya, musuh-musuh Islam selalu berupaya untuk memperlambat datangnya kebangkitan itu dengan cara mencerai beraikan persatuan umat muslim dengan paham nasionalisme. 


Kita harus terus bersuara untuk kemenangan Palestina. Baik itu di sosial media, maupun di forum-forum diskusi offline. Jangan pernah lelah, jangan pernah melupakan saudara kita disana. 

Waallahu a'lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update