Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pembebasan Palestina Terhambat, Apa Pemicu Utamanya?

Friday, June 20, 2025 | Friday, June 20, 2025 WIB Last Updated 2025-06-20T08:17:42Z
Pembebasan Palestina Terhambat, Apa Pemicu Utamanya?


Oleh: Yetti Trisnowati


Akhir-akhir ini, Pemerintah Mesir telah mendeportasi puluhan aktivis dan advokat yang memiliki rencana ikut serta dalam konvoi kemanusiaan Global March to Gaza. Hal ini bertujuan untuk melawan blokade Israel di Jalur Gaza. (kompastv.com, 12/06/25).


Peristiwa Global March to Gaza (GMTA) muncul bukan tanpa alasan. Melainkan bermula sejak serangan Israel secara besar-besaran yang dilakukan sejak 7 Oktober 2023 yang telah menimbulkan banyak korban jiwa berjatuhan akibat genosida yang dilakukan oleh Yahudi Israel secara brutal dan membabi buta kepada rakyat sipil, khususnya wanita dan anak-anak, juga sarana dan prasarana vital yang dihancurkan tanpa sisa. Sehingga  segala bantuan baik itu berupa bahan makanan, air mineral, dan obat-obatan tidak bisa masuk tertahan di pintu Raffah. Aksi GMTA yang diikuti oleh ribuan peserta dari 50 negara ini rencananya dimulai pada minggu 15 Juni 2025 secara damai. Aksi ini gagal terlaksana dan terjadi banyak kericuhan. Puluhan hingga ratusan aktivis ditahan dan akhirnya dideportalsi oleh pihak tentara keamanan Mesir. Ternyata pihak penyelenggara harus mengantongi izin terlebih dahulu kata Kemenlu Mesir yang memulai razia dan deportasi pada 11 Juni 2025 tanpa mengungkap alasannya secara eksplisit (jelas terperinci).


Sekitar 170 peserta gagal mengikuti aksi karena ditahan saat berada di Kairo. Padahal penyelenggara telah patuh pada aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Mesir dan hanya mendesak Kairo agar mengizinkan akses masuk ke Gaza.


Bergeraknya umat Islam di berbagai penjuru dunia ini telah membuktikan bahwasannya Yahudi Israel sudah kelewatan batas tidak punya rasa kemanusiaan lagi. Mereka terlalu biadab seperti binatang yg menyerang musuh dengan cara kejam. Kemunculan gerakan Global March to Gaza (GMTA) yang menunjukkan kemarahan umat Islam sudah tidak bisa ditahan lagi, dengan perjalanan darat mereka menggunakan puluhan bus dan mobil pribadi mereka melakukan konvoi damai dengan terus-menerus menyerukan kecaman terhadap agresi zionis Yahudi dan kebungkaman komunitas internasional. Hal ini pertanda bahwa lembaga-lembaga Internasional dan para penguasa khususnya penguasa muslim tidak bisa diharapkan bakal menyelesaikan konflik yang berkepanjangan ini.


Konvoi damai yang mencoba mencapai Gaza melalui perbatasan Rafa pada 15 Juni 2025 bertujuan untuk membuka blokade terhadap Palestina. Aksi ini tertahan di pintu Rafa  hal ini menunjukkan bahwa solusi masalah Palestina akan selamanya berkepanjangan dikarenakan ada pintu penghalang terbesar yang berhasil dibangun oleh penjajah di negeri-negeri kaum muslim yakni nasionalisme dan konsep negara bangsa.


Penguasa muslim seakan tidak punya hati nurani hingga mereka rela membiarkan saudara sesama muslimnya dibantai dengan biadab di hadapan mata,  bahkan  mereka ikut mengecam dan menjaga kepentingan pembantai, demi meraih kerjasama dengan negara adidaya yang menjadi tumpuan kekuasaan mereka yakni Amerika.  Mereka rela menanamkan investasi pada Amerika padahal Trump hendak merelokasi penduduk Gaza dan menjadikan tanah Mi'raj itu tempat maksiat. 


Seharusnya umat Islam memahami bahaya yang ditimbulkan oleh paham nasionalisme dan konsep negara bangsa ini dilihat dari sisi sejarah maupun pemikirannya,  justru kedua paham ini digunakan sebagai senjata yang ampuh oleh musuh-musuh Islam untuk menggulingkan jangan sampai Khilafah tegak sehingga penjajahan akan terus langgeng di negeri-negeri Islam yang mayoritas kaya akan sumber daya alam.


Arah pergerakan yang digunakan sebagai solusi atas konflik yang terjadi di Palestina seharusnya bersifat politik, yakni difokuskan pada terbongkarnya sekat-sekat negara bangsa sehingga akan terwujud satu kepemimpinan politik Islam yang menguasai dunia.


Sehingga sangatlah penting dan mendesak adanya gerakan politik ideologis yang berjuang tanpa kenal sekat. Ini bisa diwujudkan agar penjajahan genosida yang tanpa ujung segera berakhir, dan kemenangan umat Islam dengan kembalinya Khilafah ala minhaj an nubuwwah segera terlaksana  dengan izin Allah. Allahu Akbar.


Wallaahua'lam bisshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update