Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasionalisme dan Negara-Bangsa: Penghalang Pembebasan Palestina

Friday, June 20, 2025 | Friday, June 20, 2025 WIB Last Updated 2025-06-20T08:20:08Z
Nasionalisme dan Negara-Bangsa: Penghalang Pembebasan Palestina


Nama: Mimin Mintarsih

Komunitas Muslimah Coblong


Penjajahan terhadap rakyat Palestina kembali menunjukkan wajah brutalnya. Hingga pertengahan 2024, lebih dari **38.000 warga Palestina gugur**, sebagian besar perempuan dan anak-anak, akibat agresi Israel di Gaza. Dunia mengecam, namun tak ada aksi nyata yang mampu menghentikan penjajahan ini.


Padahal, menurut hukum internasional (Resolusi PBB 242 dan 338), penjajahan wilayah Palestina oleh Israel adalah ilegal. Namun, dukungan negara-negara Barat terhadap Zionis membuat hukum tersebut mandul. Negara-negara Muslim pun hanya bersuara tanpa tindakan. Mengapa? Karena mereka terikat pada **konsep nasionalisme dan negara-bangsa (nation-state)**, warisan penjajahan Barat yang memecah belah umat Islam.


Nasionalisme menjadikan umat Islam hanya peduli pada bangsanya sendiri. Maka tragedi kemanusiaan di Palestina dianggap “urusan luar negeri”, bukan tanggung jawab bersama. Inilah realita yang menyedihkan. Padahal dalam Islam, seluruh kaum Muslim adalah satu tubuh (QS Al-Hujurat: 10), dan Rasulullah ﷺ bersabda:


> *“Barangsiapa yang tidak peduli urusan kaum Muslim, maka ia bukan bagian dari mereka”* (HR al-Hakim).


* **Lebih dari 2 juta penduduk Gaza** hidup di bawah blokade Israel sejak 2007.

* **Laporan Amnesty International** menyebutkan bahwa tindakan Israel di Palestina tergolong sebagai “apartheid”.

* **Militer negara-negara Muslim seperti Turki, Mesir, Pakistan** memiliki kekuatan besar, namun tak digunakan untuk menolong Palestina karena terhalang oleh batas negara dan kepentingan nasional masing-masing.

* **OKI (Organisasi Kerja Sama Islam)** pun tak berdaya selain membuat pernyataan rutin.



Islam tidak mengenal batas negara seperti saat ini. Dalam sejarah, umat Islam hidup dalam **naungan satu kepemimpinan: yang menyatukan seluruh negeri Muslim dan menjadikan urusan satu negeri sebagai urusan seluruh umat.


* Negeri Muslim adalah satu tubuh politik, satu pasukan, satu suara.

* Ketika ada negeri Islam dijajah, seperti saat Perang Salib atau penjajahan Tatar, Khilafah mengerahkan seluruh kekuatan untuk membebaskannya, sebagaimana dilakukan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi dan Khalifah Al-Mu’tashim.

* Daulah memiliki kewajiban syar’i untuk **melindungi darah, kehormatan, dan tanah umat Islam**, termasuk Palestina (lihat QS An-Nisa: 75).


Maka, **solusi riil bukan sekadar donasi, diplomasi, atau aksi simpati**, tapi Daulah**menyatukan kembali umat Islam dalam satu kepemimpinan yang mampu:


* Menghentikan penjajahan melalui kekuatan militer.

* Mempersatukan kekayaan dan teknologi umat untuk membela kehormatan Islam.

* Menghapus batas nasionalisme buatan penjajah.


Selama umat Islam masih memegang nasionalisme dan sistem negara-bangsa sekuler, penjajahan atas Palestina akan terus berlangsung.


Semoga opini ini menggugah kesadaran kolektif umat untuk kembali pada jalan Islam sejati.



Sumber:

* Muslimah News, 

* Kompas...com,

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update