Oleh: Dewi Rohmah, S.Pd
(Aktivis Muslimah)
Gaza berada dalam kondisi kritis, stok makanan habis, kebutuhan air semakin langka. Warga bahkan tidak mampu sekedar mengganjal perut mereka yang lapar. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya pengeboman satu satunya pabrik roti yang masih beroperasi di wilayah itu. Sungguh penderitaan yang mereka alami saat ini sangatlah kompleks, padahal makanan adalah suatu hal pokok manusia yang harus terpenuhi. Adapun kondisi kritis ini disebabkan oleh tentara zionis yahudi Israel yang memblokade secara ketat wilayah jalur gaza dan terus melakukan penyerangan terhadap warga sekitar tanpa pandang bulu.
Dilansir dari KOMPAS.TV, Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan stok makanan mereka di Jalur Gaza telah habis. Hal ini terjadi di tengah blokade ketat yang telah berlangsung hampir delapan pekan oleh Israel, yang membuat ratusan ribu warga Palestina kehilangan sumber makanan utama mereka. Dalam pernyataan resminya, WFP menyebut bantuan terakhir telah disalurkan ke dapur umum yang mereka dukung di berbagai wilayah Gaza. Dapur-dapur tersebut diperkirakan akan berhenti beroperasi dalam beberapa hari ke depan.
Melihat kondisi Palestina yang tragis, nampaknya dunia memasang wajah buta dan tuli, yang hanya memberikan solusi fana. Hal ini terbukti dari kebijakan-kebijakan dunia yang hanya bisa mengecam, tetapi lumpuh saat terjadi penyerangan, tanpa ada upaya untuk mengakhiri penyerangan itu, dan mirisnya semakin hari jumlah korban gaza makin bertambah.
Tidak hanya itu yang semakin menyayat hati adalah negeri-negeri muslim saat ini, penguasa dan para pemimpinnya pantas disebut sebagai penghianat, lantaran diantara mereka yang justru bekerjasama, berhubungan baik bahkan berencana untuk mengakui keberadaan negara zionis yahudi Israel di tengah panasnya kesengsaraan saudaranya di gaza.
Persoalan ummat muslim di seluruh penjuru dunia membutuhkan solusi tuntas dalam mengatasi berbagai persoalan, bukan hanya perihal memenuhi kebutuhan makan, bukan pula hanya sebatas bebas dari cengkeraman satu negara penjajah, melainkan solusi yang dapat menjadikan keadilan tegak diatas bumi Allah, sebuah solusi hakiki yang menjadikan seluruh penghuni dunia merasakan kesejahteraan di seluruh aspek kehidupan.
Solusi ini hanya dapat diterapkan oleh satu naungan, yaitu ketika diterapkannya syariat Islam Kaffah di bawah naungan negara khilafah Islamiyah, naungan ini berdiri berdasarkan aturan Allah sebagai pencipta bumi, alam semesta beserta isinya, yang tentu saja aturan yang dibuat merupakan sebuah pedoman hidup agar manusia khususnya terhindar dari kesengsaraan dan penderitaan, sebab aturan Allah ini merupakan cahaya dan pelita untuk menerangi dunia.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S An-Nisa: 174-175 yang artinya:
"Wahai manusia! Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Rabbmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (al-Qur’an). Adapun orang-orang yang beriman kepada Allâh dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allâh akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya".
WaAllahua'lam.

No comments:
Post a Comment