Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

NATION STATE, PENGHALANG AMPUH PEMBEBASAN PALESTINA

Sunday, June 22, 2025 | Sunday, June 22, 2025 WIB Last Updated 2025-06-22T08:11:47Z
NATION STATE, PENGHALANG AMPUH  PEMBEBASAN PALESTINA


Menyala... 

Dukungan dan pembelaan terhadap rakyat Gaza Palestina seperti bola salju yang terus menggelinding dan semakin membesar. Suaranya memasuki relung-relung jiwa orang-orang yang masih memiliki hati nurani dan kemanusiaan. Genosida yang dilakukan oleh Israel laknatullah alihi telah membuka mata dunia, bahwasannya konflik yang terjadi bukanlah peperangan biasa, akan tetapi ini menunjukkan jati diri siapa yang jadi pembela rakyat Gaza sesungguhnya dan siapa yang bersembunyi dibalik topeng kemunafikan atas nama nasionalisme dan negara bangsa. Kecintaan terhadap dunia dan rasa takut kepada kematian telah menyelimuti hati sebagian besar para penguasa muslim, hingga mereka seperti orang yang bisu dan tuli terhadap teriakan rasa sakit orang tua, anak-anak yang menjadi cacat, ibu hamil keguguran karena terkena rudal, serta rintihan anak-anak kecil minta makanan dan minuman yang pada akhirnya mereka mati kelaparan. 

Masifnya gerakan  Global March To Gaza (GMTA) menunjukkan kemarahan umat yang sangat besar.  Hal itu menandakan bahwasannya untuk pembebasan Gaza dari genosida tidak lagi bisa berharap kepada lembaga-lembaga internasional dan para penguasa hari ini. Tertahannya mereka di pintu Raffah justru makin menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan apapun tidak akan pernah bisa memberikan solusi terhadap masalah Gaza, karena ada pintu penghalang terbesar yang berhasil dibangun oleh para penjajah di negeri-negeri kaum muslimin, yakni nasionalisme dan konsep negara bangsa. Paham ini telah memupus hati nurani para penguasa muslim dan tentara mereka, hingga rela membiarkan saudaranya dibantai di depan mata,bahkan secara tidak langsung mereka telah ikut menjaga dan melanggengkan eksistensi penjajahan demi kepentingan Israel yang telah nyata mendukung normalisasi dua negara hanya demi meraih keridhaan negara adidaya yang menjadi tumpuan kekuasaan mereka yakni Amerika dan sekutunya. 


Paham nasionalisme dan konsep negara bangsa pemecah belah kesatuan umat


Ditilik dari sejarah kemunculan dari kedua paham ini adalah lahir dari suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi harus diberikan kepada negara bangsa. Negara bangsa sendiri adalah suatu entitas politik yang wilayahnya mencakup satu bangsa yang memiliki kesadaran nasional, yaitu perasaan menjadi bagian dari suatu bangsa yang sama. Kelahiran nasionalisme dan negara bangsa saling terkait erat, terutama sebagai reaksi terhadap kolonialisme dan imperialisme. Secara umum, nasionalisme dan negara bangsa mulai muncul dan berkembang di Eropa, terutama setelah Abad Pencerahan dan Revolusi Prancis. Revolusi Prancis (1789) ,dan hal ini menjadi titik balik dalam sejarah Eropa dengan munculnya konsep negara-bangsa yang didasarkan pada prinsip kesetaraan, kebebasan, dan persaudaraan. Dari sini bisa disimpulkan bahwasannya kedua paham tersebut berasal dari ideologi kufur yang justru keberadaannya mencabik-cabik kesatuan umat. Dari fakta empiris maupun historis diatas, umat Islam juga harus paham betapa bahayanya paham nasionalisme dan konsep negara bangsa dilihat dari sisi pemikiran maupun sejarahnya, keduanya justru digunakan musuh-musuh Islam sebagai metode ampuh untuk meruntuhkan khilafah Turki Utsmani dan melanggengkan penjajahan di negeri-negeri islam. Umat Islam juga harus paham bahwa arah pergerakan mereka untuk menyolusi konflik Palestina harus bersifat politik, yakni fokus membongkar sekat negara bangsa dan mewujudkan satu kepemimpinan politik Islam di dunia.


Kapitalisme promotor lahirnya nasionalisme dan negara bangsa


Tidak dimungkiri bahwasannya nasionalisme merupakan alat penjajahan yang sangat ampuh yang lahir dari ideologi kapitalisme sekuler dan memiliki tujuan yang sangat jelas sebagai penjaga sistem kufur. Para pengemban ideologi kapitalisme telah melihat celah kekuatan kaum muslimin terletak pada persatuan umat di bawah naungan sistem Islam dan berbasis pada aqidah Islam. Dengan demikian, kapitalisme menemukan metode jitu bagaimana supaya umat Islam bisa terpecah belah dan menjadi sangat lemah, yang dari situlah mereka menancapkan paham nasionalisme untuk diemban oleh negri-negri Islam yang disokong oleh penguasa yang menjadi boneka  Amerika sebagai kampium kapitalisme global. Maka dari itu, jalan satu-satunya untuk keluar dari krisis politik global termasuk pembebasan Gaza Palestina tersebut adalah dengan mengembalikan institusi negara Islam (khilafah) yang akan menjadi perisai sekaligus pemersatu umat dan bangsa. 


Islam pemersatu umat dan bangsa


Allah SWT berfirman; "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti".(Qs, Al-Hujurat;13) 


Allah SWT menciptakan manusia berlainan suku dan warna kulit bukanlah dalam rangka untuk berpecah belah, sehingga melemahkan kesatuan negri-negri muslim yang saat ini terus melanda. Perpecahan umat ini semakin menganga dengan semakin abainya mereka terhadap saudaranya di Gaza Palestina dengan dalih itu bukan negaranya. Padahal sejatinya umat Islam adalah ibarat satu tubuh,jika ada bagian tubuh yang sakit,maka seharusnya  anggota tubuh yang lainnya juga merasakan hal yang sama. Oleh karena itu,seharusnya yang dijadikan pengikat yang benar adalah didasarkan pada aqidah Islam yang mampu menghilangkan sekat nasionalisme dan negara bangsa. 


Kesimpulan


Demikianlah, menjadi sangat urgen untuk menapaki jalan perjuangan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW,yakni tidak pernah ada kompromi terhadap setiap paham yang merusak aqidah kaum muslimin yaitu nasionalisme dan negara bangsa,ditambah lagi normalisasi dua negara yang sangat berbahaya. Dan menjadi sangat mendesak untuk mendukung dan bergabung dengan gerakan politik ideologis yang berjuang tanpa kenal sekat dan terbukti konsisten memperjuangkan tegaknya kepemimpinan politik Islam tersebut di berbagai tempat.


WAllahu a'lam bi Ash-Showwab. 


Penulis; Miratul Hasanah (Pemerhati masalah kebijakan publik)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update