Oleh : Nina Iryani S.Pd
Dilansir dari djulqarnain..net, hati yang lembut adalah modal dalam kehidupan.
Allah SWT berfirman:
"Dan taat lah kepada Allah dan taat lah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang"
(TQS. At-Taghabun ayat 12).
Dakwah merupakan menyampaikan yang hak dan batil dimana amar makruf nahi mungkar, mengajak pada kebaikan dan mengingatkan untuk meninggalkan kemaksiatan dalam bentuk apapun.
Miris, begitu banyak manusia yang dirundung sistem sekuler kapitalis, dimana yang benar dianggap aneh, yang salah di dukung dan terus digaungkan hingga yang salah dianggap biasa, lalu dianggap benar hingga manusia tersesat dalam kubangan maksiat. Ditambah lagi, hukum seolah tidak berbicara. Dimana hukuman ringan bagi pelaku kejahatan, bahkan begitu banyak kejahatan yang tidak dihukum sama sekali.
Begitu lumrah di era sekuler kini, berpacaran bahkan hingga hamil dianggap bukan tindak kejahatan. Selingkuh dianggap bukan kesalahan. Padahal keduanya bisa mendatangkan hamil diluar nikah yang menyebabkan anak tidak mendapat hak waris, anak menikah harus wali hakim. Belum lagi yang berganti-ganti pasangan seksual menyebabkan beragam penyakit seperti HIV/AIDS, raja singa, sifilis dan penyakit menular lainnya.
Belum lagi mencuri, korupsi, kasus suap, sulitnya lapangan pekerjaan, PHK massal, judi, tawuran, krisis moral, bullying, stress, depresi hingga bunuh diri. Seolah semua buntu, jika pun ada revisi UU sekedar basa basi atau tambal sulam masalah semata, bahkan bukan menyelesaikan masalah tetapi justru membuat masalah makin keruh. Seperti hal nya kenaikan BBM, kenaikan pajak 12 persen, birokrasi yang super ribet penerimaan pekerja di instansi tertentu, penjualan pulau, pemagaran laut dan sebagainya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya kesalahan terbesar dari kaum muslimin adalah jika ia bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan. Namun ia haramkan karena suatu kepentingan"
(H.R Bukhari nomor 7289 dan Muslim nomor 2358).
Allah SWT berfirman:
"Siapa yang mengerjakan kebaikan walau seberat biji sawi, niscaya dia akan melihat (balasannya)"
(TQS. Az-Zalzalah ayat 7).
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu (agama) itu, begitu saja dari umat ini, tetapi Ia mencabut ilmu itu dari umat, bersamaan dengan wafatnya ada ulama bersama ilmu mereka. Maka tinggallah manusia-manusia bodoh. Orang-orang yang bodoh ini, dimintai fatwa agama, maka mereka berfatwa, dengan pendapat mereka saja. Maka tersesatlah mereka dan mereka menyesatkan yang lain pula"
(H.R Bukhari).
Allah SWT berfirman:
"Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik dan berdebat lah dengan mereka dengan cara yang baik"
(TQS. An-Nahl ayat 125).
Demikian pentingnya menjadikan Dakwah sebagai poros hidup, perjuangan harus gencar. Sebab keadaan harus lebih baik jangan sampai kita terus-menerus terpuruk keadaan nya oleh sistem sekuler kapitalis. Caranya:
1. Menimba ilmu dnegan sungguh-sungguh (terus mendalami mengenal dan mencintai Allah dan Rasulullah).
2. Sampaikan walau hanya satu ayat kepada keluarga, masyarakat dan negara.
3. Terus buat perubahan dari diri sendiri, mulai saat ini dan mulai dari hal yang kecil. Dakwah melalui medsos, buat artikel, sampaikan lewat lisan, terapkan dalam perbuatan, gaungkan dan perjuangkan dakwah Islam kaffah hingga tegak kembali seperti janji Allah yang pernah terjadi selama 13 abad silam oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
Hanya Islam kaffah melalui dakwah sebagai poros hidup. Perjuangkan dengan gencar. Niscaya sejahtera dunia akhirat seluruh umat manusia baik muslim maupun non muslim.
Wallahu'alam bissawab

No comments:
Post a Comment