Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KISRUH DANA PENDIDIKAN, NISCAYA DALAM SISTEM KAPITALISME

Wednesday, June 11, 2025 | Wednesday, June 11, 2025 WIB Last Updated 2025-06-11T04:55:59Z

 

KISRUH DANA PENDIDIKAN, NISCAYA DALAM SISTEM KAPITALISME


Kembali, dunia pendidikan negeri ini tercoreng dengan ulah pejabat yang keberadaannya seharusnya menjadi teladan bagi generasi dengan memberikan citra pendidikan yang baik, jujur dan transparan. Ternyata tidak demikian, tiga dosa pendidikan salah satunya adalah korupsi justru dilakukan oleh oknum pejabat yang mengindikasikan adanya salah tata kelola sistem yang diadopsi, yang nyatanya justru melahirkan para penguasa yang korup, nirempati, bahkan tidak peduli dengan dampak moralitas kedepannya. Bagaimana bisa mewujudkan Indonesia emas 2045 sementara kelakuan para elite politiknya membawa implikasi pada kemunduran pendidikan berkarakter dan berakhlak mulia. Padahal, lahirnya sebuah generasi cemerlang tidak bisa secara kebetulan, tapi ada indikator utama yakni teladan dari penguasanya,oleh karena sejatinya tingkah polah masyarakat tergantung dari cerminan penguasanya. Jika penguasanya baik, maka akan baik rakyatnya.Sebaliknya, jika cerminnya buruk, maka jangan harap generasi emasnya akan bisa terwujud. 


Baru-baru ini sosial media dihebohkan dengan terkuaknya skandal dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang diduga kuat dilakukan oleh Menteri Mendikbudristek Nadiem Makarim. Tentu berita ini menjadi sinyal bahwasannya pengelolaan dana sektor pendidikan sedang tidak baik-baik saja. 

Mantan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi (mendikbudristek) Nadiem Makarim akhirnya buka suara terkait skandal duaan korupsi program digitalisasi pendidikan senilai Rp 9,9 triliun. Nadiem dalam penyampaian terbuka menegaskan dirinya senantiasa siap untuk memberikan keterangan di penyidikan. Pun Nadiem meminta agar publik tak terburu-buru mengambil kesimpulan hukum atas proses hukum yang menyeret namanya ke dalam pusaran kasus yang saat ini ditangani di Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut. “Saya menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung,” kata Nadiem saat konfrensi pers di Dharmawangsa, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (10/6/2025).(REPUBLIKA.CO.ID.JAKARTA) 


Penyalahgunaan wewenang niscaya dalam sistem kapitalisme


Tingkah laku seseorang adalah tergantung dari cara pandang tentang kehidupan, dari situlah terbentuknya suatu pemahaman yang tercermin pada amal perbuatannya. Adapun yang memiliki pengaruh besar terhadap pemahaman seseorang adalah sistem yang diadopsi dan menjadi kebijakan yang mengikat untuk dilaksanakan. Begitu juga dengan sistem yang berlaku di negeri ini yakni ideologi kapitalisme liberal yang merupakan produk hukum buatan manusia, maka hasil yang diwujudkan pastinya tidak akan membawa pada ketentraman dan ketenangan. Sebab, bagaimanapun sejenius apapun manusia membuat aturan, tidak akan pernah bisa membawa pada kebaikan karena sifat akal manusia yang sangat lemah dan terbatas memungkinkan terjadinya kesalahan dan konflik berkepanjangan tanpa ada solusinya. Maka dari itu, diperlukan adanya perubahan paradigma dalam sistem tata kelola dalam seluruh aspek kehidupan termasuk penataan tata kelola pendidikan yang mengarah pada perbaikan secara totalitas bukan parsial. 


Islam solusi tuntas


Syari'at Islam diturunkan secara komprehensif dan integral. Dalam arti, tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi oleh sistem Islam. 


Allah SWT berfirman;

Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim). (Qs.An-Nahl;89) 


Pendidikan adalah hal asasi yang dibutuhkan secara kolektif karena merupakan bagian hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, Islam tidak akan membiarkan tata kelola pendidikan dianulir oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Negara dalam pandangan Islam merupakan representasi masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan secara layak.dan berkualitas. Dari aspek itulah,negara akan memberikan porsi lebih besar untuk biaya pengembangan ilmu pengetahuan juga peningkatan sains dan tehnologi sebagai pelayanan terbaik dalam bidang pendidikan dengan menerapkan aturan yang tidak menyulitkan, sederhana dalam aturan dan dipegang oleh tenaga profesional. Adapun dari aspek pendanaan sistem pendidikan diambilkan dari pos baitul mal yang pemasukannya didapatkan dari pengelolaan sumber daya alam yang termasuk bagian dari kepemilikan umum dan dikelola sesuai syari'ah. Negara dalam sistem Islam akan meminimalisir setiap tindakan penyalahgunaan wewenang dengan memberikan sanksi yang tegas berupa ta'zir yang penentuan hukumannya diserahkan kepada khalifah sebagai kepala negara. 


Kesimpulan


Demikianlah, sektor pendidikan haruslah menjadi prioritas utama dalam menjaga sebuah peradaban. Ketika sistem pendidikannya bagus, maka akan lahir generasi yang menjadi tonggak sejarah kegemilangan peradaban. Dan semuanya itu tidak akan terwujud, ketika sistem kapitalisme masih bercokol di negeri ini. Maka dari itu, sudah saatnya umat Islam beralih dari hukum buatan manusia menuju kepada hukum Allah semata, yang tentunya tidak hanya akan membawa kepada keadilan dan kesejahteraan di dunia semata, akan tetapi juga akan membawa kebahagiaan di akhirat kelak. 


WaLLAHU a'lam bi Ash-Showwab. 


Penulis;Miratul Hasanah (Pemerhati masalah kebijakan publik)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update