Anita
(Relawan Opini)
Sampai saat ini Palestina masih mengalami penderitaan. Korban terus berjatuhan setidaknya 53.272 warga telah meninggal dunia dalam perang genosida yang dilancarkan Israel sejak Oktober 2023, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu (17/5/2025). Tidak hanya menjadikan agresi militer sebagai sarana pemusnah massal warga Gaza Palestina, namun Zionis Israel juga menjadikan kelaparan sebagai alat genosida. Tercatat sejak 2 Maret, Israel telah memblokade seluruh pasokan makanan, air, dan obat-obatan untuk memasuki Gaza, menciptakan krisis buatan manusia. Organisasi kemanusiaan mengatakan bahwa penduduk berisiko mengalami kelaparan massal. (news.republika.co.id, 17/5/2025)
Zionis terus melakukan genosida dengan cara yang tidak berperikemanusiaan. Mereka dengan sengaja memblokade masuknya bantuan makanan dan membiarkan kaum muslim di Gaza dalam keadaan kelaparan yang parah. Blokade ini sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Sungguh cara perang yang sangat keji dan tidak ksatria. Dilansir dari MetroTVNews.com (10/5/2025) mewartakan Komite Khusus PBB untuk Menyelidiki Praktik-praktik Israel di Wilayah Pendudukan Palestina dan Arab, memperingatkan bahwa dunia saat ini sedang menyaksikan kemungkinan terjadinya "Nakba kedua", akibat eskalasi kekerasan, blokade kemanusiaan, dan kebijakan pendudukan yang dijalankan Israel. Ini menjadi bukti bahwa begitu lemah dan pengecutnya Zionis Israel ini, karena mereka dengan sengaja menjadikan kelaparan sebagai alat untuk memusnahkan warga Gaza Palestina. Sungguh tidak fair.
Di sisi lain, kekuatan dunia yang mengklaim dirinya sebagai penjaga hak asasi manusia, seperti PBB dan negara-negara besar, tampaknya hanya memberikan peringatan tanpa ada langkah nyata untuk mengakhiri penderitaan ini. PBB sendiri, meskipun sudah memberi peringatan terkait "nakba kedua" di Palestina, tetap tidak menunjukkan aksi yang bisa menghentikan kebijakan kejam ini.
Mirisnya lagi, penguasa negeri muslim belum juga melakukan pembelaan secara nyata dengan mengirimkan pasukan untuk mengusir penjajah yang keji ini. Seruan untuk bersatunya kaum muslim telah bergema di seluruh penjuru dunia namun tak mampu membuka hati para penguasa muslim.
Kita perlu bertanya apa yang dapat dilakukan untuk mengakhiri kekejaman ini? Mengingat masalah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab rakyat Palestina, tetapi juga menjadi tanggung jawab umat Islam di seluruh dunia. Karena agresi militer dan kelaparan yang sengaja diciptakan oleh Zionis Israel di Gaza adalah bentuk genosida yang harus segera dihentikan.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam hadits yang shahih,
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)
Kita perlu menyadari bahwa kaum muslim di Palestina adalah saudara kita, seruan untuk membela Palestina adalah panggilan moral yang harus dijawab dengan aksi nyata.
Sesungguhnya kondisi mengenaskan ini tak mungkin terjadi jika umat Islam memiliki pelindung berupa negara yakni Khilafah. Karena Khilafah akan menjalankan perannya sebagai rain dan junnah untuk melindungi umat Islam dari penjajahan dalam bentuk apapun. Sebagaimana yang dilakukan oleh khalifah Mu'tasim Billah, berhasil mengirimkan puluhan ribu pasukannya untuk membela kehormatan seorang wanita Muslimah yang dilecehkan oleh sekelompok kaum Romawi. Jika Khilafah masih ada, Palestina akan mendapatkan perlindungan yang layak. Sayangnya hari ini Khilafah belum ada, sehingga Palestina tidak ada yang membela dengan bantuan militer.
Dengan melihat realitas pilu yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, menjadikan kebutuhan yang sangat mendesak akan adanya perisai ummat, yang akan menjaga, membela, melindungi dan mengusir para penjajajah-penjajah keji dan tidak berperikemanusiaan ini dari negeri Palestina. Oleh karena itu, harus ada perjuangan untuk menegakkannya kembali semangat perjuangan ini dengan bergabung dalam kelompok dakwah ideologis untuk menyadarkan umat akan pentingnya persatuan umat dalam membela saudara kita di Palestina.
Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan mendukung politik Islam ideologis yang konsisten memperjuangkan tegaknya aturan Allah secara keseluruhan, termasuk dalam bentuk Khilafah Islamiyah. Umat harus terus dibangun kesadarannya agar siap berjuang bersama kelompok dakwah Islam ideologis, sebab hanya kelompok inilah yang konsisten memperjuangkan tegaknya aturan Allah secara kaffah dalam bingkai Daulah Islamiyah. Karena tidak hanya akan melindungi Palestina, tetapi juga memberikan sistem yang mengatur umat Islam secara menyeluruh, baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun sosial. Dengan sistem yang kuat ini, umat Islam akan mampu menghadapi ancaman dari penjajahan dan intervensi luar yang merugikan. Negara yang berdasarkan pada syariat Islam ini akan menjaga dan menegakkan keadilan serta menjamin hak-hak setiap umat tanpa pandang bulu. Wallahu’alam bishawab

No comments:
Post a Comment