Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rakyat Gaza Akan Mulia Dengan Islam

Tuesday, June 03, 2025 | Tuesday, June 03, 2025 WIB Last Updated 2025-06-03T00:16:19Z

 


Oleh: Hasriyana, S.Pd 

(Pemerhati Sosial Asal Konawe)


Satu tahun lebih sudah lamanya Palestina terus digenosida oleh zionis Israel tanpa rasa kemanusiaan. Bahkan seluruh wilayah palestina tidak terkecuali Rafah sudah hampir rata semua dengan tanah. Namun anehnya para penguasa muslim yang bahkan dekat dengan wilayah Palestina tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu saudara muslim di sana. Bahkan berita terakhir beberapa negeri muslim justru mendukung zionis Israel laknatullah.


Sebagaimana dikutip dari Beritasatu, 24-05-2025, Hamas yang merupakan gerakan perlawanan Palestina menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan Randy Fine, anggota Kongres Amerika Serikat (AS), yang menyarankan penggunaan bom nuklir terhadap wilayah Jalur Gaza. Dalam pernyataan resminya, Hamas menilai seruan dari politikus Partai Republik itu merupakan bentuk hasutan genosida terhadap rakyat Palestina.


Hamas menyatakan bahwa seruan ekstremis ini adalah kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai pikiran politisi Amerika. Kelompok tersebut menyebut bahwa pernyataan Fine merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa. Menurut Hamas, saran untuk menjatuhkan bom nuklir ke Gaza adalah tindakan yang mendorong penggunaan senjata pemusnah massal terhadap lebih dari 2 juta warga sipil yang tinggal di wilayah itu.


Pernyataan ini, menurut Hamas, justru memperlihatkan sisi gelap dari para pendukung Israel, dan menegaskan bahwa meski dihadapkan pada retorika brutal semacam ini, perjuangan Palestina tidak akan goyah. 


Pun pernyataan yang dikeluarkan oleh anggota kongres AS untuk menggunakan bom nuklir di jalur Gaza merupakan pernyataan yang tidak etis, tidak sah secara hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip dasar kemanusiaan dan agama. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa umat islam mendapat penghinaan yang luar biasa. Bahkan sistem kehidupan saat ini menunjukkan keburukannya yang tidak memuliakan manusia.


Ditambah dengan diamnya penguasa muslim saat ini di tengah genosida di depan mata menunjukkan bahwa tidak adanya persatuan kaum muslimin di tengah umat. Sehingga umat muslim akan selalu jadi mangsa negara-negara kafir penjajah ketika mereka tidak bersatu. Dan hal ini merupakan strategi para penjajah membagi wilayah-wilayah kaum muslim agar mereka mudah dijajah di negara mereka sendiri.


Bahkan bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh saudara muslim dari negeri lain tidaklah cukup hanya demikian, karena sebenarnya muslim Palestina juga membutuhkan bantuan militer dari negeri muslim lain untuk membantu mereka melawan zionis Israel. Bagaimana pun banyaknya bantuan makanan atau medis yang dikirimkan, jika mereka masih dibantai maka itu juga bukan solusi.


Olehnya itu, tidak bisa berharap banyak dengan solusi yang ditawarkan oleh PBB. Karena faktanya genosida masih terus berlanjut sampai hari ini. Bahkan momen inilah yang seharusnya digunakan kaum muslim untuk terus menyuarakan bahwa solusi yang hakiki untuk persoalan Palestina adalah dengan jihad fisabilillah dengan tegaknya kepemimpinan kaum muslim.


Selain itu, dengan kepemimpinan Islam juga akan tercipta kesadaran politik kaum muslim dengan bersatunya kaum muslim di bawah satu bendera kepemimpinan. Bahkan Rasulullah Saw. telah menggambarkan dalam hadisnya berkaitan persatuan tersebut, “Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, saling menyanyangi dan bahu membahu, bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Muslim).


Di dalam Al-Qur'an Allah Swt. juga menggambarkan persatuan sebagaimana firman-Nya dalam surah Ali ‘Imran ayat 103 yang artinya, “Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allâh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” 


Dengan demikian, saat ini tidak bisa berharap banyak pada sistem hari ini yang solusinya semua berasal dari manusia dengan keterbatasannya dan tak jarang menimbulkan pertentangan di tengah manusia. Dari itu, tidakkah umat ini merindukan aturan yang maha sempurna yang bersumber dari Sang Pencipta? Karena sungguh Allah yang menciptakan manusia, maka Dia pula yang lebih mengetahui mana yang terbaik untuk hambanya. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update