Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kekerasan Terhadap Anak: Cerminan Krisis Keluarga dalam Sistem Sekuler

Monday, June 30, 2025 | Monday, June 30, 2025 WIB Last Updated 2025-06-30T10:01:45Z
Kekerasan Terhadap Anak: Cerminan Krisis Keluarga dalam Sistem Sekuler

Oleh: Anindya Vierdiana 


Kasus kekerasan terhadap anak kembali mengguncang hati nurani bangsa. Di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, seorang bayi berusia dua tahun meninggal dunia secara tragis setelah mengalami penganiayaan oleh pasangan suami istri yang menjadi pengasuhnya. AYS (28) dan YG (24) melakukan tindakan biadab terhadap balita tersebut hanya karena alasan sepele: korban dianggap terlalu rewel. Ironisnya, saat sang suami melakukan penyiksaan, sang istri justru tertawa sambil merekam kejadian tersebut (Kompas.com, 15/6/2025).


Kejadian ini mencerminkan betapa parahnya kerusakan moral dan hancurnya nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijaga, terutama dalam institusi sekecil dan sepenting keluarga.


Menurut aparat kepolisian, bayi malang tersebut mengalami kekerasan berulang di dua lokasi berbeda: rumah kontrakan pelaku dan rumah orang tua kandungnya. Bentuk penyiksaan bukan hanya sebatas tamparan atau pukulan, tetapi termasuk tindakan mengikat tangan, kaki, dan mulut dengan lakban. Pelaku sempat mengelak dengan dalih bahwa kematian korban disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Namun, hasil visum dan penyelidikan mengungkap bahwa sang bayi wafat akibat kekerasan fisik berat.


Tragedi ini hanyalah satu dari sekian banyak kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. Laporan dari berbagai lembaga menunjukkan tren kekerasan dalam keluarga terus meningkat, baik secara fisik, emosional, maupun seksual. Tragisnya, pelaku kekerasan kerap kali justru berasal dari orang-orang terdekat korban, termasuk orang tua sendiri. Hal ini menandakan bahwa ketahanan keluarga di negeri ini tengah berada dalam titik kritis.


Beberapa faktor yang menjadi penyebab maraknya kekerasan dalam keluarga antara lain tekanan ekonomi, emosi yang tak terkendali, minimnya pendidikan akhlak, serta rendahnya kesadaran terhadap tanggung jawab sebagai orang tua. Sayangnya, solusi yang ditawarkan selama ini hanya bersifat tambal sulam dan tidak menyentuh akar persoalan. Sistem sosial dan hukum yang berlaku pun sering gagal memberikan efek jera, apalagi mencegah kejahatan sebelum terjadi.


Solusi Islam: Membangun Keluarga dengan Landasan Iman


Islam sebagai agama sekaligus ideologi kehidupan menawarkan solusi yang komprehensif. Dalam Islam, keluarga bukan hanya tempat bertumbuh secara fisik, tetapi juga institusi utama pembentuk kepribadian dan akhlak.


Islam menetapkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik, melindungi, dan mencintai anak-anak mereka dalam suasana kasih sayang yang dilandasi iman dan takwa kepada Allah SWT. Tidak hanya itu, Islam juga menetapkan peran penting negara dalam menjaga ketahanan keluarga melalui edukasi dan penegakan hukum yang tegas.


Dalam sistem Khilafah, negara akan membina masyarakat melalui pendidikan Islam yang menyeluruh, media yang mendidik, serta kebijakan yang mendukung terbentuknya keluarga kuat. Setiap individu dibina agar memahami perannya sebagai anggota keluarga dan masyarakat, dengan kesadaran bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.


Sistem Islam juga menjamin penerapan sanksi yang adil dan tegas terhadap pelaku kekerasan tanpa pandang bulu, menciptakan rasa aman serta mencegah kejahatan melalui efek jera yang nyata. Perlindungan terhadap anak bukan hanya wacana, tetapi diwujudkan secara nyata dalam regulasi, budaya, dan kontrol sosial.


Tragedi memilukan di Kuansing menjadi bukti nyata bahwa sistem sekuler saat ini gagal mencegah kekerasan dan menjaga keharmonisan keluarga. Inilah saatnya umat Islam menyadari pentingnya kembali kepada aturan Islam secara menyeluruh—bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam urusan keluarga.


Anak-anak adalah amanah besar dari Allah. Kelak, setiap orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas cara mereka menjalankan amanah tersebut. Oleh karena itu, pencegahan kekerasan dalam keluarga tidak cukup hanya dilakukan secara individual, melainkan harus dibarengi dengan penerapan sistem Islam yang menjamin lahirnya keluarga yang kokoh, harmonis, dan penuh rahmat.


Naungan sistem Islam dalam bentuk Khilafah adalah satu-satunya jaminan tegaknya keadilan dan terciptanya keluarga yang aman dan sejahtera. Wallahu a'lam bishawaab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update