Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalisme Akar Masalah Palestina

Monday, June 16, 2025 | Monday, June 16, 2025 WIB Last Updated 2025-06-16T05:21:48Z
Kapitalisme Akar Masalah Palestina


Syamsiar 

(Komunitas Pena Ideologis Maros)


Penderitaan warga Palestina belum berakhir sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini . Sebagaimana dimuat dalam cnn.indonesia.com, menggambarkan warga Palestina termasuk anak-anak mulai memakan daging kura-kura untuk memenuhi kebutuhan protein mereka walau anak-anak harus dibujuk dulu agar mau memakan daging kura-kura tersebut. Itu semua karena imbas dari krisis makanan akibat blokade pengepungan dan genosida yang dilakukan Israel. 


Ada setidaknya dua juta jiwa yang sebagian besar mengungsi dan saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apa pun, maka untuk memenuhi kebutuhan pangan utama mereka sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan yang ada. Hal tersebut disampaikan dalam Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) yang telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza. 


Tak hanya warga sipil yang jadi korban, Jurnalis pun jadi target mereka. Terkuak kabar duka dari seorang jurnalis yang fotonya pernah viral karena menulis pesan menyentuh sebagai bentuk dukungan untuk Gaza, namanya Fatima Hassouna, wafat dalam serangan brutal Israel yang menghancurkan rumahnya dan juga menimpa anggota keluarganya yang berada di dalamnya.


Penderitaan kaum muslim di Gaza, Palestina tak kunjung berakhir. Malah justru para penjajah Zionis semakin membabi buta menyerang, bahkan perbuatan mereka sudah di luar batas kemanusiaan. Sampai-sampai berbagai kecaman yang ditujukan ke mereka pun tak mereka dihiraukan.


Kecaman demi kecaman yang dilontarkan para penguasa Muslim hanya sekedar ancaman lisan tanpa ada aksi nyata yang mereka lakukan misalnya mengirimkan tentara terbaik mereka untuk mengusir para penjajah Zionis. Walau umat Islam saat ini, sudah mulai menyerukan jihad sebagai solusi.


Padahal sangat jelas, Allah memerintahkan umat Islam memberi pertolongan pada saudaranya sesama muslim. Allah juga menyatakan umat muslim adalah bersaudara. Rasulullah saw. juga bersabda bahwa umat Islam adalah satu tubuh. Oleh karena itu wajib menolong saudaranya dimana pun mereka berada dan dibelahan bumi manapun.


Dari berbagai kecaman hingga seruan jihad, tetap saja penderitaan kaum Muslim tidak akan berakhir ketika hanya sekedar lontaran lisan dan sekedar seruan saja. Selama umat masih terikat pada nasionalisme warisan penjajah, mereka tidak akan pernah benar-benar bersatu, dan jihad pun tidak akan digerakkan.


Maka, untuk menyelesaikan problematika umat saat ini terutama kaum Muslim di Gaza, umat Islam harus mencampakkan nasionalisme karena atas dasar tersebut umat Islam bercerai berai dengan sekat-sekat nation state, menyadari bahwa penjajahan hanya bisa dihentikan dengan persatuan umat dalam satu kepemimpinan global, yaitu Khilafah (perisai).


Umat wajib menyeru seluruh umat Muslim di seluruh dunia dengan seruan yang sama. Umat harus terus mengingatkan akan persatuan umat dan kewajiban menolong mereka. Umat harus bergerak menuntut penguasa muslim melaksanakan kewajiban menolong Palestina dengan melaksanakan jihad dan menegakkan khilafah. 


Dan gerak umat harus ada pemimpin dakwah yang memimpin agar terarah dan terorganisir. Pemimpin dakwah yang dimaksud adalah jamaah dakwah ideologis yang menyerukan jihad dan tegaknya khilafah. Para pengembannya harus terus bergerak dengan mengerahkan seluruh kemampuannya agar persatuan umat terwujud dan berjuang bersama menegakkan khilafah agar persoalan umat termasuk Palestina segera terselesaikan dan kehidupan Islam dapat dilangsungkan kembali.


Wallahu A'lam Bisshowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update