Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jihad dan Khilafah, Solusi Genosida Gaza

Thursday, June 19, 2025 | Thursday, June 19, 2025 WIB Last Updated 2025-06-19T03:52:33Z

 


Oleh

Atris (Pegiat Literasi)


Setelah runtuhnya Kekhalifahan Utsaminyah pada tahun 1924 yang menguasai sepertiga dunia, termasuk didalamnya Palestina maka saat itu pula penjajahan di tanah kharajiyah milik kaum muslimin dimulai penjajah (zionis) Yahudi menjajah Palestina secara illegal lewat perantara Inggris melalui perjanjian Sykes-Picot dan saat ini penjajahan didukung Amerika.


Hingga hari ini penjajahan di Palestina masih terus berlangsung dan penjajah mulai menapakan wajah asli mereka yang sangat keji, setelah selama ini mereka menyembunyikan kekejian mereka melalui propaganda media. Setelah 7 Oktober 2023 penjajah Israel dengan terang-terangan menggenosida rakyat Palestina yang ada di Gaza. Penjajah Israel menghancurkan hampir semua bangunan penting di Gaza mulai dari gedung sekolah, kampus, masjid, gereja, dan rumah sakit. 


Bahkan terhadap bayi-bayi yang masih merah yang tak memiliki dosa. Bagi Zionis Israel, dosa mereka adalah karena mereka bayi muslimin keturunan Palestina. Zionis Isreal menggunakan kelaparan sebagai senjata membunuh penduduk Gaza Palestina secara perlahan-lahan. (BeritaSatu.com/6/6/2025)


 *Nasionalisme Membuat Acuh Para Pemimpin Muslim* 


Sungguh miris kondisi kaum Muslim Gaza-Palestina karena bantuan kemanusiaan yang seharusnya mereka dapatkan untuk bertahan hidup justru ditutup, sehingga menjadi sasaran penyerangan oleh entitas Zionis Israel. Mirisnya negara-negara di dunia justru memilih bungkam, mereka tidak lebuh dari penonton pasif seolah sama sekali tidak terusik oleh penderitaan dan genosida yang berlangsung di depan mata. Bahkan lebih miris lagi penguasa negeri-negeri muslim juga tidak mengambil dan menunjukkan sikap tegas terhadap genosida di Gaza yang masih terjadi sampai detik ini. 


Para pemimpin negeri muslim hanya sibuk mengeluarkan retorika diplomatik, kecaman verbal dan pernyataan formal yang tidak disertai tindakan nyata tidak ada satupun yang mengirimkan pasukan untuk menghentikan penjajahan dan menyelamatkan saudara-saudara mereka. Mereka tetap diam meski nurani dan rasa kemanusiaan telah terkoyak menyaksikan anak-anak meregang nyawa, bayi-bayi tidak berdosa dibantai dan para ibu merintih kehilangan keluarga. Padahal fitrah manusia adalah untuk menolong sesamanya terlebih Ketika yang dizolimi adalah kaum lemah yang tidak mampu membela diri. 


Hilangnya rasa kemanusiaan mencerminkan terkikisnya fitrah kemanusiaan dari dalam diri manusia itu sendiri. Ini merupakan akibat langsung dari sistem Kapitalis-Sekuler yang menjadikan materi sebagai ukuran tertinggi sekaligus menumbuhkan rasa superioritas dan permusuhan terhadap sesama manusia. 


Para pemimpin negeri-negeri muslim seolah tidak tergugah oleh penderitaan luar biasa yang menimpa saudara yang terjajah di palestina. Rasa empati terkubur oleh kepentingan politik dan sekat-sekat nasionalisme yang merupakan produk barat. Nasionalisme inilah yang membungkam solidaritas umat dan mematikan keberanian untuk bertindak adil terhadap kaum muslimin yang tertindas. 


Tidak ada satu pun pemimpin negeri muslim yang mengarahkan kekuatan militer untuk membebaskan Baitul Maqdis yang terjajah. Padahal seruan jihad terus menerus menggema dari umat Islam diberbagai penjuru dunia, akan tetapi jihad bisa diwujudkan melalui keputusan negara. Faktanya sistem yang diterapkan hari ini tidak akan pernah menyerukan jihad, mereka justru menjalin dan menormalisasi hubungan dengan parah penjajah zionis.


 *Jihad dan Khilafah Solusi Genosida Gaza* 


Seruan jihad dalam Islam hanya dapat dikumandangkan oleh negara yang menerapkan seluruh syariat Islam secara kaffah yakni Khilafah. Karena itu kembali tegaknya Khilafah bukan hanya sekadar cita-cita melainkan sebuah kewajiban syariat yang menjadi jalan pembebasan umat dari penjajahan kedzoliman dan kehinaan. Kewajiban atas tegaknya Khilafah telah ditunjukkan dengan jelas dalam dalil-dalil Al-Qur’an maupun sunnah hingga ijma sahabat.


Rasulullah SAW besabda, “barang siapa yang melepaskan tangannya dari bai’at, niscaya ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat tanpa punya alasan, dan barang siapa mati dan tidak ada bai’at di pundaknya, maka matinya bagai mati jahiliah” (HR.Muslim). 


Umat harus berjuang dengan sepenuh hati untuk mewujudkan kewajiban yang menjadi taajul furuud atau mahkota kewajiban ini. Betapa banyak syariat Islam termasuk jihad yang sulit bahkan tidak terwujud tanpa adanya Khilafah. 


Perlu diketahui selama umat masih hidup dalam bayang-bayang Kapitalisme-Sekularisme dimana agama dipisahkan dari kehidupan, mustahil Khilafah bisa tegak karena sistem kafir inilah yang mematikan kesadaran politik umat dan menumpulkan semangat perjuangan Islam. 


Sistem Kapitalis-Sekuler yang diterapkan di dunia hari ini membuat posisi kaum muslim sama seperti Yusuf kecil yang terperosok di dalam sumur yang gelap. Ditengah kegelapan itu di dalam sumur.


Allah berfirman: “kelak engkau pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari.” (TQS. Yusuf: 15). Sebuah pesan yang jelas dan penuh kegagahan. Bayangkan Nabi Yusuf kecil mengira hidupnya akan berakhir sebentar lagi. Tak ada manusia yang mendengar dan tak ada tanda kehidupan menghampirinya. Namun, di tengah gelap dan gulana itu, Allah memberi satu pesanvyang tidak akan dikatakan manusia; kau pasti akan menceritakan kisah kakak-kakakmu nanti, sedang mereka tidak menyadari! 


Kalimat itu pula yang tampaknya perlu kita tadabburi hari-hari ini. Kita, sedang berada dalam sumur kerisauan. Kita, sedang tenggelam dalam kegelapan. Seakan tak ada yang menolong dalam waktu dekat. Seakan yang ada di hamparan mata hanya luka, duka dan putus harapan. Musuh begitu meninggi, merasa diri mereka tak akan terhenti. Kezaliman dengan liarnya mendengus, memamerkan taringnya yang ganas dan liurnya yang nista, siap menikam kapan saja, bahkan telah menelan korban dengan buasnya. Sudah saatnya negeri-negeri muslim bersatu untuk berjihad dibawah bendera Khilafah, guna memerdekakan Palestina. Wallahu’alam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update