Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sistem Pendidikan Islam Solusi Jitu Aksi Premanisme

Sunday, May 25, 2025 | Sunday, May 25, 2025 WIB Last Updated 2025-05-25T00:07:07Z
Sistem Pendidikan Islam Solusi Jitu Aksi Premanisme


Penulis Nurul Khotimah 

Pegiat Dakwah


Maraknya aksi premanisme dan kekerasan jalanan di Kabupaten Bandung dalam beberapa waktu terakhir makin mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat.


 Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Lodaya II 2025, yang berlangsung pada 1–10 Mei 2025. Polresta Bandung berhasil mengamankan 52 preman, termasuk lima orang target operasi. Total, sepanjang Januari hingga Mei 2025, ada 153 pelaku yang diamankan.

Sedangkan barang bukti yang berhasil disita meliputi 34 kendaraan bermotor, 2 mobil, 16 senjata tajam, airsoft gun, dan alat-alat pencurian, 2 handphone, dan 45 barang bukti lainnya. Meskipun langkah ini penting, namun solusi jangka panjang tidak cukup hanya dengan penindakan.

Menurut Kapolresta Bandung,  Kombes Pol Aldi Suhartono bahwa modus kejahatan yang digunakan pelaku berupa pemerasan, pengancaman dan pencurian.Dikutip dari MELANSIR COM.SOREANG Senin(12/5)


*Premanisme, Cermin Kegagalan Pendidikan Karakter*


Premanisme adalah cara hidup yang mengedepankan kekerasan dalam penyelesaian permasalahan.

Maraknya PHK mengakibatkan pengangguran dimana-mana, belum lagi banyaknya kaum muda yang mencari kerja agar mendapatkan penghasilan dan tidak menggantungkan hidupnya lagi pada orang tua.

Namun sulitnya mencari kerja saat ini, menyebabkan berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan penghasilan misalnya memeras, memalak, pungli, bahkan ancaman yang membahayakan nyawa orang lain.

Realitas premanisme tidak muncul begitu saja. Aksi premanisme dan kekerasan adalah masalah yang struktural. Adanya sekularisasi  dalam pendidikan  mengakibatkan lemahnya pendidikan karakter, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan sosial. Pendidikan agama dipisahkan dari pendidikan umum. 


Pendidikan karakter  bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan karakter individu yang baik dan positif.

Di sekolah, para siswa akan ditanamkan sifat jujur dalam ucapan dan perbuatannya, disiplin dalam mengikuti pelajaran, tanggung jawab dalam tugas-tugas sekolah. Selain itu siswa juga diharapkan mempunyai rasa empati jika ada yang kesusahan dan dapat bekerja sama dengan sesama teman.

Selain di sekolah, pendidikan karakter juga dapat dilakukan di rumah oleh orang tuanya. Dengan selalu menanamkan pada anak akan kewajiban salat 5 waktu, memberikan tanggung jawab pada anak akan kebersihan rumah terutama kamar tidurnya, mengajak  anak turut serta dalam kegiatan di dapur, dan lain sebagainya.


Namun pendidikan karakter saat ini hanya dijadikan tambahan untuk menutupi kelemahan pendidikan sekuler, bukan sebagai tujuan pendidikan.

Apalagi jika antara pendidikan di sekolah dan di rumah tidak sinergis, ketika orang tua  hanya mengandalkan pendidikan di sekolah saja. Akibatnya terjadi kegagalan dalam menanamkan karakter yang baik pada anak.


Karena pendidikan dalam pandangan sekuler semata mengejar nilai materi, menghasilkan lulusan sesuai permintaan pasar, minim penanaman nilai agama. Seperti yang kita lihat, materi  pelajaran agama di sekolah umum hanya sekali dalam satu Minggu dengan waktu pembelajaran satu jam saja. Jika tidak ada sinergi dengan pembelajaran di rumah, bisa dipastikan akan adanya krisis pemahaman agama pada generasi. Apalagi kurangnya kontrol masyarakat di kehidupan sosial berdampak pada tumbuhnya sikap individualistik .


*Pendidikan dalam Islam*


Sistem pendidikan Islam yang berasaskan akidah Islam, memiliki konsep jitu dalam menyelesaikan semua permasalahan, termasuk premanisme.

Dalam Islam, terkait kurikulum, strategi dan tujuan, materi pelajaran, metode pembelajaran, materi dan waktu pembelajaran, semuanya wajib terikat dan tidak boleh bertentangan dengan akidah Islam.

Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk kepribadian (syaksiah islamiyah), pola pikir dan pola sikap yang Islami. Kepribadian yang sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah Saw. Sebagaimana tertera dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya:

*Sungguh telah ada pada (diri ) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah"*


Setiap keluarga harus memahami bahwa penanaman akidah Islam kepada anak harus dilakukan sejak usia dini.

Dengan kurikulum pendidikan yang berasaskan akidah Islam akan menumbuhkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah Swt., sehingga ketika ada permasalahan akan diselesaikan dari sudut pandang Islam.


Untuk memperkuat akidah seseorang, harus diimbangi dengan aktifitas amar makruf nahi mungkar  ditengah kehidupan bermasyarakat. Karena dari sini akan tumbuh kebiasaan saling menasihati dalam kebaikan dan mengingatkan jika ada yang melanggar aturan Islam. Dengan demikian fungsi masyarakat sebagai kontrol sosial akan terlaksana dan rasa empati, peduli dengan lingkungan pun tercipta dengan baik.


Selain itu semua, dalam Islam juga ditegakkan sanksi bagi aksi premanisme, menurut jenis kejahatannya. Jika pelaku penganiayaan, akan dikenakan sanksi jinayah. Jika membunuh, akan dijatuhi sanksi _Qishos_. Jika kejahatannya terkategori takzir, sanksi yang ditetapkan berdasarkan Ijtihad Khalifah atau _Qodhi_.


Elemen pendukung lainnya seperti orang tua, masyarakat dan negara juga sama-sama memahami tujuan pendidikan Islam, yaitu mewujudkan generasi yang memiliki kepribadian Islam dimanapun Ia berada.

Demikianlah, Sistem pendidikan Islam akan mewujudkan pendidikan yang penuh ketakwaan. Tujuan belajar menggapai rida Allah, bukan keuntungan materi semata. Para siswa akan selalu semangat menuntut ilmu, mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-nya. Terbentuklah siswa siswi yang Sholeh/ Sholehah. Aamin 


Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update