Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PROBLEMATIKA INSES DAN SOLUSINYA

Wednesday, May 21, 2025 | Wednesday, May 21, 2025 WIB
PROBLEMATIKA INSES DAN SOLUSINYA


Penulis; Miratul Hasanah 

(Pemerhati masalah kebijakan publik)


Setiap perilaku manusia senantiasa tergantung dari pemahaman atau pemikiran mendasar yang melingkupinya. Saat pemikiran mendasar itu tidak sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia, maka akan terjadi berbagai penyimpangan perilaku yang tentunya tidak hanya dipengaruhi oleh perinvidu, akan tetapi juga sangat dipengaruhi oleh sistem kehidupan yang menaunginya. Sekulerisme yakni memisahkan agama dari kehidupan telah melahirkan efek kuadran yakni liberalisme, individualisme bahkan permisivme. Gaya hidup bebas alias sak karepe dewe telah menghilangkan naluri seorang manusia hingga berubah seperti perilaku binatang.Jadilah dunia berada dalam kegelapan, seperti gelapnya hati manusia hari ini. Ketika Iman tidak lagi dicari, maka hawa nafsulah yang merajai. Sungguh di zaman yang katanya modern saat ini ternyata tidak berimbang dengan pola pikir dan pola sikapnya dalam mengarungi kehidupan. Bukannya tambah baik tapi sebaliknya, perilaku menjijikkan melebihi binatang juga dilakukan oleh manusia yang katanya beradab tapi biadab. 

Seperti yang lagi viral saat ini.Ketika fenomena yang sangat mengerikan seperti inses mewabah di tengah masyarakat kita,yang katanya mengklaim sebagai negara religious. Gambaran keji ini menunjukkan adanya pengabaian terhadap aturan agama maupun masyarakat.  Masyarakat hidup bebas tanpa aturan, demi kepuasan individu, bahkan laksana binatang. Begitu juga eksistensi keluarga yang harusnya menjadi pelindung utama justru menjadi monster yang mengerikan yang siap menerkam apapun yang ada dihadapannya walaupun anak kandungnya sekalipun.Tidak hanya itu, sistem yang dibangun oleh para pemegang kebijakan yakni penguasa juga sangat rapuh karena berasas pada kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat. 

JAKARTA- Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Abdullah mendesak pihak kepolisian menindak tegas orang-orang di balik grup Facebook "Fantasi Sedarah" yang sangat meresahkan. Grup yang membincangkan soal inses atau seks sedarah itu sangat berbahaya dan harus ditangkap.Apalagi, jumlah pengikut grup di dunia maya itu mencapai 32 ribu orang. Hal itu betul-betul sangat memprihatinkan."Saya tidak habis pikir, bagaimana ada grup semacam itu di medsos. Parahnya lagi pengikutnya sangat banyak. Padahal itu jelas-jelas menyimpang," tegas Abdullah, Jumat (16/5/2025).


Mengapa perilaku menyimpang bisa terjadi? 


Kalau kita runut kebelakang, tentu menjadi sebuah keniscayaan ketika aturan kehidupan yang dibuat oleh sesama manusia melahirkan kerusakan. Mengapa demikian?. Oleh karena setiap perilaku manusia dalam kehidupannya senantiasa dipengaruhi oleh faktor internal dan juga faktor eksternal. Faktor internal diantaranya adalah muncul dari dalam tubuh manusia yakni rasa kantuk, rasa haus, ingin buang angin, dsb. Hal tersebut jika tidak dipenuhi akan mengantarkan pada rasa bahkan kematian. Adapun faktor eksternal bersandar pada rangsangan dari luar. Misalnya, naluri seksual akan nampak ketika ada faktor luar yang mengakibatkan muncul di benak. Dan jika tidak terpenuhi hasrat seksual tersebut tidak sampai mengantarkan pada kematian, akan tetapi hanya kegelisahan yang bersifat sementara. 


Kapitalisme liberal jadi pemicunya


Tak ada asap tanpa ada api.kebejatan nilai moral dan etika tidaklah muncul dengan sendirinya.Inilah buah penerapan sistem sekuler kapitalisme. Tanpa agama, maka yang berkuasa adalah hawa nafsu dan akal manusia yang lemah dan menyesatkan, rudak dan merusak. Bahkan sistem kapitalisme dengan liberalisasinya menjadikan rusaknya sendi-sendi kemuliaan manusia.  Negara kadang justru meruntuhkan dan merusak keluarga melalui kebijakan yang dibuatnya. Negara lalai dalam menjaga sendi kehidupan keluarga. 

Islam menetapkan inses sebagai satu keharaman yang wajib dijauhi

Islam adalah jalan hidup shahih, yang mengatur semua urusan  manusia dan menjadikan rakyat sebagai pelaksana hukum syara. Islam mewajibkan negara untuk mengurus rakyat dalam semua aspek termasuk menjaga keutuhan keluarga dan norma-norma keluarga dalam sistem sosial sesuai dengan syari'ah Islam.

Negara sebagai perisai umat

Sudah menjadi kewajiban penguasa, saat terjadi penyimpangan hukum syara' ,ada upaya praktis dalam rangka menjaga aqidah umat.Ada dua langkah pencegahan yang harus dilakukan,diantaranya adalah;


1.Upaya preventif. 

       Negara dalam sistem Islam (khilafah) akan menerapkan politik pendidikan berbasis pada aqidah Islam bukan yang lain. Dengan begitu, akan terbentuk sebuah kepribadian Islam yang istimewa. Begitu juga, negara akan mengatur sistem sosial dengan menciptakan suasana keimanan di tengah masyarakat agar menghidupkan kembali aktivitas amar makruf nahi mungkar. Juga penerapan kebijakan menyensor  setiap penyebaran media informasi secara detail yang akan melarang serta memberantas  bibit-bibit perilaku buruk  agar umat jauh dari pelanggaran hukum syara'. 


2.Upaya kuratif. 

Pemberlakuan sistem sanksi yang tegas akan membuat jera yang lain dan menjadi penebus bagi pelakunya. Dari situlah kesucian keluarga akan terjaga jika sistem islam diterapkan,  Juga kebijakan menyensor  media informasi secara detail yang akan melarang dan memberantas  bibit-bibit perilaku buruk  agar umat jauh dari pelanggaran hukum syara'. 


Kesimpulan


Kekuatan iman dan takwa saja tidaklah cukup untuk mencegah terjadinya penyelewengan perilaku.Akan tetapi peran negara merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam rangka untuk menutup semua celah terjadinya keburukan bahkan kemaksiatan.Dengan demikian,aktivitas amar makruf nahi munkar menjadi lapisan kedua dalam menjaga kemuliaan manusia.


WaAllahua'lam bi Ash-Showwab. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update