Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Politik Vasektomi Bansos Jabar

Wednesday, May 14, 2025 | Wednesday, May 14, 2025 WIB Last Updated 2025-05-13T23:52:45Z

 

Politik Vasektomi Bansos Jabar

Mei Widiati

Merilis berita tentang Dedi Mulyadi Usul Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Mensos Tidak Boleh Memaksa. 


Jakarta, Kompas..com,  Menteri Sosial (Mensos) Saepulloh Yusuf menyatakan vasektomi semestinya tidak dipaksakan untuk menjadi syarat menerima bansos yang diusulkan gubernur Jawa Barat  Dedi Mulyadi. 


Menurut Gus Ipul (sapaan akrabnya), kebijakan sosial, seperti bansos tidak dapat disertai dengan syarat-syarat yang memaksa karena merupakan ranah hak asasi manusia dan sensitivitas budaya dan agama, kalau maksa ya nggak boleh itu hanya himbauan sifatnya, saya lihatnya baru sebatas gagasan saja. Harus dihitung panjang dampaknya dari berbagai sudut pandang lanjutnya, kepada Kompas.com (3/5/25).


Kompas.com, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, mendorong para perempuan untuk memiliki kemandirian ekonomi. Hal ini disampaikan saat membuka pelatihan pengembangan kapasitas usaha yang diikuti 800 pelaku UMKM di pendopo bupati Cilacap Selasa (29/4/25).


Menurut Veronica, perempuan memiliki peranan penting dalam keluarga. Di era saat ini, perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, perempuan juga mampu berkontribusi secara ekonomi. Perempuan yang berdaya tidak akan menyaingi pria, tapi bersama-sama membangun keluarga. Dengan finansial kuat, perempuan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga, kata Veronica. 


Dalam kesempatan tersebut,  Veronica juga menyinggung soal ungkapan "banyak anak banyak rezeki ".  Ia menekankan pentingnya memperhatikan kualitas dibandingkan kuantitas dalam berkeluarga. Jangan punya anak karena jumlah saja, pemerintah memberikan fasilitas tanggung jawab anak kepada keluarga.  Kalau mau banyak duit jangan banyak anak, kata Veronica.  Ia mengingatkan bahwa keluarga harus mampu menghitung kemampuan finansial, memastikan anak-anak tumbuh dengan baik serta mendapatkan pendidikan yang layak.


Tempo.com, Alasan MUI Jawa Barat Haramkan Vasektomi untuk Syarat Bansos. Kebijakan vasektomi sebagai syarat bansos segera menuai kontroversi. Ketua MUI Jawa Barat, KH Rahmat Syafe'i menegaskan bahwa vasektomi dalam Islam hukumnya haram, apabila dilakukan tanpa alasan syariat yang jelas, seperti alasan kesehatan yang mengancam jiwa. Fatwa ini  menurutnya sejalan dengan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV yang digelar di Pesantren Cipasung Tasikmalaya, tahun 2012.


KH Rahmat menambahkan bahwa KB pria termasuk vasektomi bisa dibolehkan dalam kondisi tertentu. Misalnya,  jika ada resiko kesehatan serius, tidak menimbulkan dampak permanen dan masih ada kemungkinan fungsi reproduksi dapat berubah seperti semula. 


Ada apa di balik kebijakan gubernur Jawa Barat yang mensyaratkan warga miskin penerima bansos 500 ribu rupiah harus mau divasektomi lebih dahulu?


Akar Masalah Sekuler Kapitalistik


Kebijakan vasektomi sebagai syarat bansos adalah buah dari sekulerisme, yang menjadi akar ideologi paling dalam, yaitu paham dari Barat yang ingin memisahkan peran agama dari bermasyarakat dan bernegara. Agama hanya boleh mengatur ranah privat, namun tidak boleh berperan mengatur ranah publik.


Kebijakan menjadikan  vasektomi sebagai syarat bansos di Jawa Barat harus ditolak karena tidak sesuai dengan syariat Islam, yang jelas mengharamkan vasektomi,  sebagai KB yang memutus keturunan secara permanen.


Mengaitkan vasektomi dengan kemiskinan, jelas tidak benar. Kemiskinan tidak berdiri sendiri saling berkaitan dengan bidang kehidupan yang lain. Kondisi kemiskinan saat ini adalah dampak penguasaan aset lebih dari 49% oleh 1% orang terkaya di Indonesia.


Jelas, kemiskinan terjadi karena adanya ketidakadilan dalam bidang ekonomi. Kemiskinan ada 2 macam: 1) Kemiskinan kultural, bagi yang malas bekerja didorong untuk bekerja dan disediakan lapangan pekerjaan oleh pemerintah. 2) Kemiskinan struktural, kemiskinan ini secara sistemik terjadi, di mana mereka tidak menemukan celah untuk bekerja dan pemerintah tidak menyediakan lapangan pekerjaan. 


Menekan jumlah anak agar mendapatkan duit banyak seperti yang diungkapkan wamen PPPA Veronica Tan  juga bukti ketidakpahaman terhadap syariat Islam, di mana Alloh yang menjamin rizqi dan mencukupi kebutuhan makhlukNya, dan Rosululloh SAW akan membanggakan umatnya di hadapan umat terdahulu. 


Pandangan Islam Terhadap Vasektomi dan Kemiskinan 


Vasektomi adalah metode yang membuat steril reproduksi suami/laki-laki. Kontrasepsi bedah ini menjadikan laki-laki tidak dapat berketurunan selamanya, sebagai konsekuensi pemotongan saluran sperma laki-laki. Membatasi keturunan hukumnya haram, jika tidak ada alasan syar'i, seperti memberi jarak kehamilan atau agar dapat fokus mendidik anak yang sudah lahir. 


Tindakan vasektomi termasuk mengubah ciptaan Allah, ini menyimpang jauh dari tujuan penciptaannya, yakni alat reproduksi dicipta guna memperoleh keturunan. Rasulullah SAW memerintahkan untuk memperbanyak keturunan, sebagaimana dalam hadist berikut:


تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ


“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar).


Islam  mencela mereka yang mengaitkan keturunan dan kemiskinan, sebagaimana firman Allah berikut:


وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا ۝٣١


:Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar." (QS. Al Isra: 31)


قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ (٢٤)


“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)


Bahkan kepada hewan dan burung-burung saja Alloh sudah tentukan rezekinya.


وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ (٦)


“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Alloh-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”(QS. Hud: 6).


Urgensi  Kembali kepada  Islam


Penerapan sistem sekuler kapitalistik tidak akan melahirkan kebaikan dan kesejahteraan bagi manusia, sebaliknya kebijakan ini justru menyengsarakan dan menjauhkan manusia dari fitrahnya.


Kemiskinan hanya terselesaikan dengan penerapan sistem ekonomi Islam, bukan yang lain. Sistem ekonomi Islam hanya mungkin terwujud jika syariah Islam diterapkan secara tuntas dan menyeluruh (kaffaah)  dalam bingkai negara khilafah ar Rasyidah ala minhajin nubuwwah. 


Wallahu'alam  bi ashshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update