Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengangguran Tinggi di Indonesia Islam Tawarkan Solusi Nyata

Monday, May 26, 2025 | Monday, May 26, 2025 WIB Last Updated 2025-05-26T01:14:16Z

 


Oleh. Ferischa Fadhila Salma 

(Pegiat Literasi) 

Indonesia, negeri dengan potensi sumber daya manusia yang besar, namun dihadapkan pada kenyataan pahit ,maraknya pengangguran yang mengancam masa depan generasi muda.

Indonesia mencatat angka pengangguran tertinggi di ASEAN pada tahun 2024, dengan tingkat pengangguran mencapai 5,2% menurut laporan World Economic Outlook dari IMF. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,3%. Namun, Indonesia tetap berada di posisi teratas dalam kawasan ASEAN, jauh di atas negara-negara seperti Thailand (1,1%), Singapura (1,9%), dan Vietnam (2,1%) (Kompas, 30-4-2025) 

Banyak faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran di Indonesia antara lain adalah ketidaksesuaian antara lulusan dan kebutuhan industri. Banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Mereka belajar teori tanpa didampingi pelatihan praktis yang aplikatif. 

Juga kurangnya lapangan kerja berkualitas, karena pertumbuhan ekonomi yang tidak merata menyebabkan terbatasnya jumlah lapangan kerja yang tersedia, terutama di daerah tertentu. 

Kualitas pendidikan yang belum optimal juga menyumbang peran besar dalam peningkatan angka pengangguran di negeri ini. Meskipun tingkat pendidikan masyarakat meningkat tetapi sistem pendidikan lebih menekankan pada ijazah, bukan kemampuan riil. 

Penyebab lain naiknya angka pengangguran di Indonesia adalah pengaruh pasar global, di mana perusahaan asing cenderung memilih pekerja dari negara asalnya daripada mempekerjakan tenaga kerja lokal. Hal ini dapat membatasi peluang kerja bagi penduduk lokal. 

Sistem kapitalisme menjadikan lapangan kerja sebagai komoditas, bukan sebagai hak dasar warga negara. Pemerintah terjebak dalam pendekatan ekonomi neoliberal yang menyerahkan sektor strategis kepada swasta dan asing, menghilangkan peran negara sebagai pelindung rakyat. Dalam sistem ini, pendidikan hanya melahirkan buruh intelektual, bukan pencipta peradaban.

Berbeda dengan sistem Islam yang hadir dengan pendekatan menyeluruh dan solutif. Islam tidak hanya menyediakan pekerjaan sebagai bentuk layanan publik, tetapi juga mendidik masyarakat dengan paradigma Islam agar mereka menjadi pribadi produktif yang siap berkontribusi. 

Negara tidak akan membiarkan rakyat terjebak dalam kemiskinan struktural. Lapangan kerja dibuka luas melalui pengelolaan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, dan industri strategis berbasis kebutuhan umat, bukan keuntungan semata.

Dalam pandangan Islam, solusi terhadap masalah pengangguran dan ketidakadilan sosial dapat ditemukan dalam penerapan sistem Islam. Khilafah adalah sistem pemerintahan yang berdasarkan syariat Islam, bertujuan untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat.

Dengan sistem Islam negara wajib menjamin kebutuhan pokok setiap individu, termasuk pekerjaan yang layak. Negara tidak menyerahkan urusan rakyat kepada mekanisme pasar bebas.

Distribusi kekayaan lebih merata karena tidak ada ruang bagi oligarki ekonomi. Sumber daya alam dikelola negara untuk kepentingan rakyat, bukan diserahkan kepada swasta atau asing.

Penerapan sistem Islam secara sempurna mampu untuk membawa perubahan nyata dalam sistem politik, ekonomi, hukum, dan pendidikan. Dunia saat ini yang didominasi dengan sistem kapitalisme telah menampilkan banyak kerusakan. Sehingga kebutuhan terhadap kepemimpinan global yang adil semakin terasa, dan itu hanya bisa diwujudkan melalui tegaknya faulah islamiyah ala minhajin nubuwah.

Islam bukan sekadar cita-cita politik, tetapi kebutuhan riil umat manusia yang merindukan keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan hidup. Dengan berislam secara kaffah dan berjuang menegakkan khilafah, umat akan terbebas dari krisis multidimensi yang tak kunjung usai, termasuk pengangguran.

Islam bukan hanya solusi bagi Indonesia, tetapi juga bagi umat manusia di seluruh dunia yang tengah terperangkap dalam ketidakadilan ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, penting untuk terus memperjuangkan tegaknya sistem ini dengan penuh keyakinan, agar dunia ini dapat merasakan kedamaian, keadilan, dan kemakmuran sejati. 


Wallahu a'lam bishawab 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update