International monetary fund (IMF) melaporkan indonesia menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi diantara enam negara Asia Tenggara pada tahun 2024.
Peringkat pengangguran indonesia tersebut merujuk laporan World Economic Outlook April 2024. IMF mendata tingkat penggangguran ( Unemployment rate) berdasarkan presentase Angkatan Kerja atau penduduk berusia 15 tahun keatas yang sedang mencari pekerjaan.
( dikutip dari JAKARTA, KOMPAS. Com).
Masalah pengangguran di negara kita memang menjadi perbincangan yang terus menerus tanpa ada solusi pasti yang nyata. Setiap tahun angka pengangguran kian meningkat. Setiap lulusan pendidikan baik itu lulusan Sekolah Menengah Atas maupun perguruan tinggi baik swasta maupun negri, Setelah lulus mereka banyak yang mencari kerja. Sedangkan lapangan kerja sangatlah terbatas adanya. Dan yang diterima kerja biasanya yang sesuai dengan keahlian dalam bidangnya yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut..
Karena banyaknya pengangguran dimana mana, situasi negri ini menjadi tak karuan. Berbagai komplik horizontal maupun vertikal terus terjadi. Kriminalitas kian merajalela tanpa ada satu kekuatan hukumpun yang bisa mencegah. Perampokan, pencurian, peredaran narkoba menjadi salah satu pilihan mereka karena terhimpit beban ekonomi yang berkepanjangan dan dirasakan berat saat ini.
Angka pengangguran naik otomatis angka kemiskinanpun membengkak tajam.
Beban ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini kian sulit, karena kebutuhan sehari hari seperti pangan, sandang, papan melonjak naik
Pendidikan sekarang ini hanya mencetak generasi pekerja, yang mana setelah lulus sekolah kemudian mencari pekerjaan, jadi yang dipikirkan hanya materi saja. Padahal seharusnya menjadi generasi perubahan sebuah peradaban, maka tak heran kalau negri ini semakin carut marut.
Peran negara seharusnya menyediakan lapangan kerja yang seluas luasnya. Dan harus memberikan kebijakan yang mensejahterakan masyarakat. Seorang pemimpin harus menjalankan motivasinya hanya untuk menjalankan perintah Allah SWT untuk menjadi pelayan masyarakat. Implementasi kebijakannya akan berusaha mensejahterakan masyarakat, bukan malah menyengsarakan rakyat seperti menjual sumber daya alam kepada asing. Kita tahu bahwa sumber daya alam ini penting dan aset negara yang harus dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat banyak. Inilah salah satunya pemicu banyaknya pangangguran. Dan yang kebih parah lagi, Para penguasa bekerja sama dengan pengusaha mengundang tenaga asing ditengah banyaknya pengangguran di negri sendiri.
Seandainya motivasi seorang pemimpin untuk melayani rakyat, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya juga para khalifah selanjutna, maka akan menjamin enam kebutuhan dasar rakyat yaitu sandang, pangan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan dan diberikannya secara gratis.
Inilah kenyataannya hidup di negri kapitalis sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Akar permasalahannya semua ini adalah karena sistem yang diterapkan bukan sistem islam. Dalam islam semua persoalan umat akan diselesaikan secara tuntas, sungguh semua masalah ini hanya satu solusinya yaitu penerapan islam secara kaffah. Negara akan menyelesaikan ini dengan sistem ekonomi islam. Negara akan membuka lapangan kerja yang luas bagi rakyat. Negara akan menjalankan kepemimpinannya sesuai dengan syariat, sebagaimana hadist Rasulullah Saw, "Dan pemimpin itu adalah raa'in yaitu pengatur juga pengelola dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas orang yang dipimpinnya itu "( HR imam muslim ).

No comments:
Post a Comment