Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nestapa Gaza dan Peranan Kita

Tuesday, May 06, 2025 | Tuesday, May 06, 2025 WIB
Nestapa Gaza dan Peranan Kita

Oleh: drh. Siska Pratiwi


April 2025 lalu, Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan bahwa situasi di Jalur Gaza telah mencapai titik kritis sebab semakin menipisnya stok makanan, bahkan untuk sekedar bertahan hidup. Kondisi ini imbas dari blokade yang dilakukan zionis usai pelanggaran gencatan senjata (Kompastv).


Ini adalah satu dari sekian banyak fakta pahit yang terus terdengar tentang Gaza. Gaza telah menjadi "The biggest prison on earth". Penjara terbuka yang seluruh dunia melihatnya, namun tak berdaya untuk menghentikannya. Gaza telah menjadi bagian dari sejarah genosida yang paling nyata dan terdokumentasi di dunia.


Beragam upaya telah dilakukan tidak hanya oleh umat muslim, bahkan oleh kalangan non muslim di berbagai penjuru dunia yang di hatinya masih terbersit rasa kemanusiaan. Namun, berbeda dengan kalangan non muslim, sebagai umat Islam motivasi atas peran dan dukungan kita bagi Palestina seharusnya tidak berhenti pada alasan kemanusiaan semata. Lebih daripada itu, simpul akidah juga harus menghidupi tiap langkah dan suara pembelaan kita atas mereka. 


Tiap individu, masyarakat, dan negara harus tetap mengambil peran sesuai dengan kapasitasnya.


Kita sebagai individu, meng-aktualisasi dukungan lewat doa, gerakan _boycott_  dan sosial media. Masyarakat/komunitas meng-aktualisasi lewat aksi massa, penggalangan dana, penyaluran truk-truk bantuan baik makanan maupun jasa medis, dan desakan ke mahkamah internasional untuk mengadili zionis atas kejahatan genosida yang dilakukan.


Adapun negara, perannya diharapkan tak hanya sebatas kecaman dan pengiriman bantuan, yang dapat dilakukan bahkan oleh individu dan masyarakat. Sebab, negaralah yang memiliki _power_ dan perangkat untuk memberi intervensi lebih dengan memutus diplomasi terhadap zionis dan menggerakkan pasukannya untuk pembebasan Palestina sebagaimana fatwa jihad yang diserukan ulama internasional. Karena, ranah ini tak mungkin mampu diorganisir oleh individu ataupun masyarakat.

 _Wallahu a'lam bishawab._

1 comment:

×
Berita Terbaru Update