Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menggalang Kekuatan Global untuk Membebaskan Palestina: Seruan Persatuan Umat dan Tegaknya Khilafah

Friday, May 02, 2025 | Friday, May 02, 2025 WIB Last Updated 2025-05-02T16:02:44Z
Menggalang Kekuatan Global untuk Membebaskan Palestina: Seruan Persatuan Umat dan Tegaknya Khilafah

Hestiyana, SPi


Tragedi kemanusiaan di Gaza kembali menorehkan luka mendalam bagi umat Islam. Pada 21 April 2025, dunia dikejutkan dengan laporan-laporan memilukan: Israel kembali melancarkan serangan brutal yang menewaskan puluhan rakyat Palestina, bahkan hingga melintasi perbatasan ke Lebanon dan Yaman, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera. Tenda-tenda pengungsi yang disebut sebagai “zona aman” justru dibombardir tanpa belas kasihan, sementara warga Gaza yang tersisa berjuang hidup dalam krisis pangan parah, terpaksa makan daging kura-kura untuk bertahan hidup, sebagaimana diungkap CNN Indonesia.


Penderitaan rakyat Palestina hari ini bukan sekadar akibat peperangan biasa. Ini adalah puncak dari penjajahan panjang yang terus berlangsung dengan dukungan kekuatan global yang zalim. Lebih dari dua juta jiwa di Gaza sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan, sebagaimana dilansir Metro TV. Namun dunia tetap bungkam, kecaman hanya bergema di ruang-ruang kosong tanpa aksi nyata. Bahkan, serangan brutal yang menewaskan jurnalis Fatima dan tujuh anggota keluarganya pun tidak cukup untuk membangkitkan dunia internasional dari tidur panjangnya.


Sementara itu, kaum muslimin di berbagai negeri hanya bisa menyaksikan saudaranya dibantai dari kejauhan. Penguasa negeri-negeri muslim, yang seharusnya menjadi benteng pelindung umat, kembali menunjukkan ketidakberdayaan mereka. Mereka cukup dengan mengecam dan mengutuk, tanpa beranjak untuk menggerakkan kekuatan riil yang Allah dan Rasul-Nya wajibkan: jihad di jalan Allah.


Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan dengan tegas dalam Al-Qur'an:


> *"Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan) pembelaan agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan."* (QS. Al-Anfal: 72)


Rasulullah Muhammad ﷺ pun bersabda:


> *"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh; jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan tidak tidur dan panas."* (HR. Muslim)


Maka jelas, menolong Palestina bukan sekadar simpati atau empati belaka. Menolong mereka adalah kewajiban syar'i yang harus diwujudkan dengan tindakan nyata: jihad fi sabilillah. Ini adalah seruan iman, bukan pilihan atau sekadar kemanusiaan.


Namun, mengapa hingga hari ini, jihad itu tidak juga bergerak? Mengapa darah kaum muslimin terus mengalir tanpa ada pasukan yang berangkat menolong mereka? Jawabannya terletak pada belenggu nasionalisme yang diwariskan oleh penjajah kafir Barat kepada umat Islam. Nasionalisme telah memecah belah umat menjadi lebih dari 50 negara kecil dengan kepentingan masing-masing, menghilangkan identitas mereka sebagai satu umat dalam satu akidah, satu hukum, dan satu perisai.


Selama umat Islam masih terikat pada nasionalisme sempit, mereka tidak akan pernah benar-benar bersatu. Palestina akan tetap terjajah. Irak, Suriah, Afghanistan, Yaman, dan negeri-negeri muslim lainnya akan terus didera peperangan dan penderitaan. Karena itu, umat Islam harus menyadari bahwa solusi sejati bukanlah dengan diplomasi atau seruan-seruan kosong. Solusi sejati adalah dengan mencampakkan nasionalisme dan bersatu di bawah satu kepemimpinan global: Khilafah Islamiyah.


Khilafah adalah institusi politik Islam yang telah Rasulullah ﷺ wariskan kepada umat ini, sebagai *junnah* (perisai) yang melindungi mereka dari musuh-musuhnya. Rasulullah ﷺ bersabda:


> *"Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu adalah perisai, di mana orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya."* (HR. Bukhari dan Muslim)


Dengan Khilafah, umat Islam akan menjadi satu tubuh politik, satu kekuatan global yang mampu menggerakkan pasukan untuk membebaskan Palestina, melindungi kehormatan umat, serta menegakkan keadilan sejati di muka bumi.


Maka hari ini, tugas utama kita sebagai muslimah, sebagai aktivis dakwah ideologis, adalah menyerukan kepada seluruh umat Islam di dunia untuk menanggalkan nasionalisme dan kembali bersatu dalam ikatan akidah Islam. Kita harus menggugah hati umat untuk menuntut para penguasa negeri-negeri muslim agar bergerak menolong Palestina, bukan dengan kecaman semata, tetapi dengan jihad yang terorganisir, terarah, dan dipimpin oleh satu kepemimpinan global.


Seruan ini tidak boleh berhenti. Kita harus terus mengingatkan umat tentang urgensi persatuan dan kewajiban jihad. Kita harus membangun kesadaran politik di tengah umat bahwa tanpa Khilafah, penderitaan umat tidak akan pernah berakhir. Kita harus menggalang kekuatan global umat Islam, menggerakkan opini umum di kalangan masyarakat, dan membangun basis dukungan yang kuat untuk perjuangan penegakan Khilafah.


Gerak umat pun harus terorganisir. Harus ada pemimpin yang membimbingnya, yaitu jamaah dakwah ideologis yang menyerukan jihad dan tegaknya Khilafah. Para pengemban dakwah harus bersabar, namun terus bergerak dengan penuh ketekunan dan kesungguhan, menyeru, mengedukasi, mengorganisir, hingga umat benar-benar siap menyongsong perubahan besar itu.


Wahai saudariku muslimah, sesungguhnya sejarah mencatat bahwa perubahan besar selalu diawali oleh gerakan kesadaran umat. Lihatlah bagaimana Rasulullah ﷺ membangun umat Madinah dengan dakwah ideologis yang sabar, konsisten, dan terarah. Kini, di abad ini, tugas itu berpindah ke pundak kita. Kita adalah generasi yang Allah pilih untuk menjadi saksi sejarah kebangkitan Islam, insyaAllah.


Mari kita satukan hati, kuatkan tekad, dan gerakkan lisan serta amal kita untuk membangun opini publik global: bahwa hanya dengan persatuan umat dalam Khilafah Islamiyah lah Palestina dapat dibebaskan, dan kehormatan umat dapat dikembalikan.


*Allahu Akbar! Khilafah adalah janji Allah dan bisyarah Rasulullah! Palestina akan merdeka di bawah panji tauhid!*

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update