Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemerdekaan Palestina Hanya Akan Terwujud dengan Jihad dan Khilafah Oleh: Yulia Ummu Haritsah Pendidik Generasi, Pegiat Literasi Dakwah

Friday, May 09, 2025 | Friday, May 09, 2025 WIB Last Updated 2025-05-09T15:17:52Z

 


Hingga detik ini, tak terhitung lagi berapa banyak bukti kekejaman rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina. Pertanyaannya, apakah masih kurang cukup penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita di tanah suci itu, hingga para pemimpin negeri-negeri Muslim terus saja bungkam? Kota-kota seperti Gaza dan Rafah telah hancur luluh, hanya tersisa reruntuhan bangunan dan jasad-jasad syuhada yang berserakan di jalanan. Rakyat Palestina menjalani hari-hari mereka dalam ketakutan, penderitaan, dan kehilangan, jauh dari kenyamanan yang selama ini kita nikmati. Mereka bahkan tidak bisa merasakan ketenangan, apalagi keamanan.


Wahai kaum Muslimin, perlu kita sadari bahwa kemerdekaan Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan—ini adalah kewajiban umat Islam seluruh dunia. Palestina adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah kaum Muslim. Di sana berdiri Masjid Al-Aqsa, salah satu dari tiga masjid suci dalam Islam, tempat penuh keberkahan yang telah diwariskan oleh para nabi. Mereka yang saat ini bertahan di tanah itu, sejatinya tengah berjihad menjaga kehormatan dan kesucian wilayah Islam.


Selama ini, berbagai usulan perdamaian terus digulirkan—mulai dari gencatan senjata hingga solusi dua negara. Namun, semua itu nyatanya tidak menyentuh akar persoalan. Bukannya menjadi jalan keluar, berbagai perjanjian damai justru menjadi siasat untuk memperpanjang penderitaan rakyat Palestina. Sejarah membuktikan bahwa rezim Zionis tidak pernah benar-benar memegang komitmen dalam perjanjian. Maka dari itu, harapan akan tercapainya kemerdekaan sejati melalui meja perundingan hanyalah ilusi.


Solusi sejati untuk membebaskan Palestina dari penjajahan dan penindasan hanyalah melalui jihad fi sabilillah dan tegaknya Khilafah Islamiyah. Seruan untuk menegakkan khilafah semakin bergema di berbagai belahan dunia. Umat mulai menyadari bahwa khilafah bukan sekadar warisan sejarah masa lalu, melainkan janji Rasulullah ﷺ yang akan menjadi kenyataan di masa depan. Sebuah sistem pemerintahan yang akan menyatukan seluruh negeri-negeri Muslim di bawah satu kepemimpinan, dengan hukum Allah sebagai satu-satunya aturan yang ditaati.


Namun, kebangkitan khilafah tentu bukan hal yang diinginkan oleh musuh-musuh Islam. Mereka sadar betul bahwa dengan tegaknya sistem Islam ini, dominasi mereka atas dunia Muslim akan runtuh. Maka tidak heran jika mereka terus berupaya keras untuk menghalangi munculnya kembali khilafah. Bahkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terang-terangan menyatakan bahwa negaranya tidak akan membiarkan khilafah bangkit, khususnya di wilayah pesisir Mediterania. Ia juga menegaskan bahwa Israel siap memperluas respons militernya hingga ke Lebanon dan wilayah lain, jika upaya kebangkitan ini terus digelorakan.


Pernyataan tersebut memperjelas ketakutan mereka terhadap kesatuan umat Islam. Mereka sadar bahwa jika umat bersatu dalam naungan satu kepemimpinan yang tunduk kepada syariat Allah, maka eksistensi mereka akan terguncang. Maka menjadi sangat ironis jika ada kaum Muslim sendiri yang justru ikut menentang ide khilafah, menyamakan pandangan mereka dengan para penjajah yang telah menumpahkan darah ribuan rakyat Palestina.


Sebagai Muslim, sudah seharusnya kita menempatkan diri di barisan yang mendukung tegaknya hukum Allah di muka bumi. Kita harus mendambakan sistem yang memuliakan manusia berdasarkan syariat, bukan sistem buatan manusia yang hanya melanggengkan kezaliman. Allah adalah Pencipta kita, juga Pencipta alam semesta ini, maka hanya hukum-Nya lah yang layak menjadi pedoman hidup.


Oleh karena itu, solusi hakiki untuk membebaskan Palestina bukanlah perundingan diplomatik yang semu, melainkan jihad di bawah kepemimpinan khilafah. Kita harus terus menyuarakan pentingnya pengiriman pasukan dari negeri-negeri Muslim untuk membela saudara-saudara kita di Palestina, bukan sekadar mengirimkan bantuan kemanusiaan sementara yang tidak menyentuh akar persoalan. Kemerdekaan sejati hanya akan hadir melalui perjuangan yang ditopang oleh sistem Islam yang kaffah.


Wallahu a’lam bish-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update