Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jihad dan Khilafah Kebutuhan Mendesak bagi Gaza

Friday, May 02, 2025 | Friday, May 02, 2025 WIB Last Updated 2025-05-01T23:58:25Z



Oleh Khatimah

Pegiat Dakwah


7 Oktober 2023 hingga kini nestapa Gaza makin mengenaskan sudah tak terhitung penduduknya yang wafat, air mata dan darah mengalir tak berkesudahan membasahi tanah para nabi. Kematian lebih nyata daripada kehidupan, sebuah kehidupan yang tak hidup itulah tontonan penduduk dunia pada saat ini. Masyarakat Palestina harus menjalani hidup di bawah kekuasaan Israel laknatullah.


(World Food Program/WFP) Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyatakan jika pihaknya telah kehabisan stok pangan di jalur Gaza karena ditutupnya jalur perlintasan. "kini stok makanan siap saji di dapur umum yang konsisten menjadi satu-satunya bantuan di jalur Gaza diperkirakan akan kehabisan makanan dalam beberapa hari ke depan," meski hal tersebut hanya mampu menjangkau 25 persen dari kebutuhan makanan sehari-hari, mereka telah memberikan harapan hidup yang sangat penting," bunyi pernyataan dan pengumuman organisasi tersebut. (m.antaranews.com 26/04/2025) Di tengah blokade total yang ketat sejak 2 Maret lalu oleh Israel,  membuat ratusan ribu warga Palestina kehilangan sumber makanan utama mereka, rasa kemanusiaan kian memburuk. "Situasi di Jalur Gaza sekali lagi mencapai titik kritis, orang-orang kehabisan cara untuk bertahan hidup" ucap WFP. (GazaKompas.tv 25/04/2025)


Ditengah kelaparan populasi 2 juta orang kian parah akibat menipisnya stok pangan, kebrutalan Zionis makin manjadi-jadi. Serangan udara Israel di Kota Gaza menewaskan 13 warga Palestina, sejak fajar dan puluhan lainnya tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Pekan ini, pesawat Israel menghancurkan 40 kendaraan teknik yang digunakan tim pemadam kebakaran, untuk menghapus puing-puing berat selama operasi penyelamatan. Melaporkan dari Deir el-Balah pada hari Sabtu, Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera mengatakan krisis kemanusiaan di wilayah yang terkepung “telah mencapai titik putus yang sangat belum pernah terjadi sebelumnya”. “Warga sipil benar-benar berjuang untuk menghadapi krisis ini,” katanya. (BisnisUpdate.com 26/04/2025)


Sungguh ini peristiwa genosida mengerikan. Makanan tidak tersedia yang ada hanya pasta dan nasi,  jumlahnya sedikit (tidak cukup meski hanya untuk setengah penduduk). Apalagi setelah pengeboman satu-satunya pabrik roti yang masih berdiri. Harga bahan pangan di pasaran sangat tinggi dan itupun hampir habis. Ketersediaan air juga makin langka. Begitupun dapur-dapur umum sudah tidak bisa beroperasi karena habisnya bahan. 


Gelombang serangan bom Zionis Yahudi yang keji dan brutal telah menimbulkan “hujan darah” dibarengi serpihan daging manusia. Zionis terus menyerang dan membakar hidup-hidup siapa pun yang mereka temui hingga jatuh korban sangat banyak. 


Kezaliman yang terus dipertontonkan, tidak membuat hati pemimpin kaum muslim di belahan negeri tergerak mengirimkan militernya untuk mengusir zionis penjajah. Mereka masih sibuk menawarkan berbagai macam solusi damai, serta mencari-cari alasan agar tidak mengirimkan tentara untuk mengusir kafir penjajah dari bumi Palestina. 


Solusi dua negara (two-state nation), merupakan propaganda musuh-musuh Islam dan didukung oleh pemimpin kaum muslim, sungguh ini sebuah penghianatan dan kejahatan yang sangat nampak. Berbagai upaya menggalang solidaritas internasional untuk menyelesaikan Palestina sudah dilakukan, tetapi semuanya mentok, tidak membawa hasil yang berarti. Gaza masih terus membara, mengapa? Oleh karena semua solidaritas tersebut diarahkan hanya untuk menyelesaikan masalah-masalah cabang, sama sekali tidak menyentuh akar masalah.


Jika seluruh umat terutama pemimpin kaum muslim memahami, bahwa Palestina adalah tanah para nabi dan milik kaum muslim dunia, pastilah akan ada perjuangan tidak mungkin penduduk Palestina dibiarkan berjuang sendiri tanpa militer dan senjata untuk mengusir penjajah. Sungguh sangat menyedihkan hidup dalam sistem di mana tidak diterapkan aturan Islam secara sempurna, kezaliman terhadap saudara seiman menjadi tontonan.


Inilah yang terjadi pada umat akhir zaman terutama penguasanya yang dihinggapi penyakit wahn, yakni "Hubbud dunya wa karahiyatul maut" (cinta dunia dan takut mati). Tidak akan pernah ditemukan solusi yang paripurna karena kecintaan pada dunia dan kekuasaan lebih dominan.


Disinilah pentingnya kaum muslim harus memahami solusi hakiki atas penjajahan Palestina, tidak lain yaitu dengan jihad sebagaimana Allah telah memerintahkan dalam Q.S Al-Baqarah 190 "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas".


Jadi wajib hukumnya bagi penguasa negeri kaum muslim untuk berjihad dan mengirimkan militer guna membantu mengusir penjajah di Palestina. Nabi saw. bersabda 

“Wajib atas kalian berjihad di jalan Allah, karena sesungguhnya jihad di jalan Allah itu merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu Surga, Allah akan menghilangkan dengan surga tersebut kesedihan dan kesusahan.” (HR Al-Hakim dan Ahmad).


Sudah saatnya kaum muslim bersatu, tidak berpecah belah dan tidak merasa kelompoknya lebih  baik daripada kelompok lain. Semua harus satu visi dan misi untuk mengakhiri penghianatan. Tumbuhkan rasa peduli terhadap saudara di Palestina sana, yaitu dengan mengembalikan kemuliaan Islam (khilafah), karena dengan negara Islam atau khilafah yang menerapkan hukum Allah secara totalitas musuh-musuh Islam akan terusir.


Sebagaimana dulu Rasulullah saw. menghadapi Yahudi di Madinah, karena nabi membawa ajaran Islam secara menyeluruh, mengubah sistem bisnis dan perpolitikan membuat Yahudi jadi geram. segala propaganda dilakukan untuk mengalahkan Islam, namun usaha yang mereka lakukan selalu gagal dengan pertolongan Allah kepada orang-orang yang beriman. Nabi Muhammad saw. dan kaum muslim pun memberikan perlindungan kepada Yahudi yang mau berdamai. 


Hal tersebut dibuktikan dengan dibuatkan perjanjian antara kaum muslim dengan kaum Yahudi. Namun begitulah watak Yahudi selalu mengingkari perjanjian, berpura-pura baik tapi berkhianat, pada akhirnya mau tidak mau kaum muslim pun  harus memeranginya.


Begitupun dengan sejarah perang hittin merupakan perang yang terjadi pada tanggal 4 Juli 1187, melibatkan tentara Islam di bawah pimpinan Shalahuddin Al Ayyubi dan tentara Salib Yahudi. Pada pertempuran ini dimenangkan oleh umat Islam, karena strategi cemerlang yang disusun oleh Shalahuddin Al Ayyubi dan pasukan yang berkualitas.


Melihat sejarah di masa lalu sungguh jihad dan khilafah memberi kegemilangan kepada dunia Islam. Hal tersebut bukan hanya sekedar sejarah, namun contoh yang harus kaum muslim ikuti pada zaman sekarang. Agar ketertindasan terhadap umat Rasulullah tidak terus terjadi.


Sebagai umat Rasulullah sudah seharusnya berjuang untuk mewujudkannya. Ikut bergabung dengan kelompok dakwah ideologis yang Istiqomah menyerukan jihad dan tegaknya khilafah. Allahu Akbar.


Wallahua'lam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update