Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Grup Fantasi Sedarah Menjadi Potret Kelam Negeri Muslim Terbesar Dunia

Sunday, May 25, 2025 | Sunday, May 25, 2025 WIB Last Updated 2025-05-25T01:02:40Z
             Oleh Nur Hasanah, SKom 
               (Aktivis Dakwah Islam)


Fenomena inses yang semakin marak di tengah masyarakat semakin mengerikan. Berita kasus hubungan sedarah bermuncula. Tidak lagi menjadi aib yang disembunyikan. Media memberitakan dengan gamblang, tanpa rasa malu dari pelaku maupun rasa bersalah dari lingkungan sekitar. Grup Facebook yang berisi konten pornografi yang bersifat incest merupakan kenyataan pahit yang menunjukkan kerusakan yang dalam pada sendi-sendi moral dan keluarga di tengah masyarakat kita.

Sangat jauh dari klaim bahwa negeri ini adalah bangsa religius. Di negeri yang mayoritas penduduknya beragama, bagaimana bisa terjadi hubungan antara ayah dan anak kandung, kakak dan adik kandung, bahkan sampai pada tindakan eksploitasi seksual dalam lingkup keluarga sendiri?

Fenomena ini menjadi cermin bahwa masyarakat kita tidak lagi hidup dalam naungan aturan agama maupun norma sosial yang luhur. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru menjadi tempat terjadinya kejahatan paling biadab. Perilaku seperti ini bahkan lebih rendah dari hewan, yang secara naluriah tahu batas hubungan dalam spesiesnya. Manusia yang diberi akal dan petunjuk agama justru bertingkah laku seperti binatang buas yang kehilangan arah.

Runtuhnya Sistem Keluarga

Keluarga adalah pilar utama peradaban. Jika keluarga rusak, maka masyarakat dan bangsa akan runtuh. Sayangnya, dalam sistem sekuler kapitalisme yang diterapkan hari ini, keluarga telah kehilangan fungsinya yang hakiki. Sekularisme telah menceraikan kehidupan dari nilai-nilai agama. Agama dianggap urusan pribadi dan tidak boleh mengatur kehidupan sosial, termasuk dalam rumah tangga dan keluarga. Kapitalisme menjadikan materi dan kesenangan pribadi sebagai tujuan utama, hingga keluarga hanya dilihat sebagai unit ekonomi, bukan lembaga pembinaan moral dan spiritual.

Sistem sekuler kapitalisme tidak menyediakan perlindungan yang layak bagi keluarga. Pendidikan yang lepas dari nilai agama, media yang bebas menayangkan pornografi terselubung, pergaulan bebas yang dilegalkan atas nama hak asasi, semuanya menjadi jalan terbuka bagi kerusakan akhlak, termasuk perilaku inses.

Tidak hanya itu, negara pun sering kali menjadi bagian dari kerusakan itu sendiri. Alih-alih menjaga keluarga, negara malah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang meruntuhkan institusi keluarga: mulai dari kurikulum pendidikan yang sekuler, regulasi yang membuka ruang untuk kebebasan seksual, hingga pembiaran terhadap konten-konten media yang merusak moral. Bahkan, beberapa program perlindungan anak dan perempuan sering kali bersandar pada ideologi Barat yang menjauhkan keluarga dari peran agama dan ayah sebagai kepala keluarga.

Buah Pahit Sistem Sekuler Kapitalisme

Inilah buah dari penerapan sistem sekuler kapitalisme. Ketika agama ditanggalkan dari kehidupan, maka yang memimpin adalah hawa nafsu dan akal manusia yang lemah. Akal manusia tidaklah sempurna. Ia bisa salah, bias, dan dipengaruhi oleh kepentingan. Kapitalisme bahkan meliberalkan segala sesuatu, termasuk urusan seksual. Seks bebas dianggap wajar, asal suka sama suka. Batasan moral dikaburkan atas nama kebebasan individu. Maka tidak heran jika inses pun akhirnya dianggap sebagai “preferensi pribadi” oleh sebagian kalangan liberal.
Sistem ini telah menggerogoti kemuliaan manusia. Manusia tidak lagi diperlakukan sebagai makhluk mulia yang memiliki tanggung jawab moral, melainkan sekadar konsumen yang mengejar kenikmatan sesaat. Kapitalisme menjadikan nafsu sebagai raja, dan agama disingkirkan ke pojok kehidupan.

Islam Solusi Hakiki untuk Menjaga Keluarga

Berbeda dengan sistem sekuler kapitalisme yang merusak, Islam hadir sebagai sistem hidup (way of life) yang sahih. Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk urusan keluarga dan masyarakat. Islam memandang keluarga sebagai institusi suci yang wajib dijaga. Dalam sistem Islam, negara memiliki tanggung jawab langsung untuk menjaga keutuhan keluarga dan menegakkan nilai-nilai sosial yang Islami.

Islam menetapkan inses sebagai kejahatan besar yang diharamkan secara mutlak. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

"Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara ayahmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara laki-laki dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan…" (QS. An-Nisa: 23)

Dalil ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa hubungan sedarah adalah haram dan termasuk perbuatan tercela yang mengundang murka Allah.

Pencegahan dan Perlindungan dalam Sistem Islam

Berbeda dengan sistem kapitalis dalam mengangani kasus inces yang terjadi saat ini. Permasalahan tidak diselesaikan dari akarnya sehingga kasus ini mustahil akan hilang. Dilansir dari bisnisupdate.com tanggal 16 Mei 2025, pemerintah mengambil langkah untuk menutup akun grup media sosial. Berbeda dengan sistem Islam.

Dalam sistem Islam, negara memiliki kewajiban untuk mencegah terjadinya inses dan semua bentuk penyimpangan seksual lainnya. Hal ini dilakukan melalui beberapa cara yaitu, membangun keimanan dan ketakwaan, menutup semua celah maksiat, amar makruf nahi munkar, sanksi tegas yang menjerakan dan kebijakan media yang bersih.

Untuk membangun keimanan, negara Islam akan membentuk sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam. Anak-anak dan remaja dididik untuk mengenal Allah, takut kepada-Nya, dan mencintai syariat-Nya. Keimanan yang kuat akan menjadi benteng utama dalam menahan dorongan nafsu yang menyimpang.

Untuk menutup celah maksiat, Islam tidak hanya melarang inses, tetapi juga menutup semua jalan yang mengarah padanya. Larangan berkhalwat (berdua-duaan tanpa mahram), perintah menundukkan pandangan, dan kewajiban menutup aurat adalah bagian dari sistem preventif agar tidak terjadi pelanggaran.

Dalam masyarakat Islam, setiap individu memiliki kewajiban untuk saling menasihati dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. Sistem amar makruf nahi munkar akan menjadi pagar sosial yang menjaga agar masyarakat tidak terjerumus pada keburukan.

Islam menetapkan sanksi yang tegas bagi pelaku zina, termasuk pelaku inses, agar menimbulkan efek jera. Sanksi ini juga menjadi bentuk penebus dosa bagi pelakunya, sekaligus pelajaran bagi masyarakat untuk menjauhi tindakan serupa.

Negara Islam akan melarang semua bentuk media yang mengandung pornografi, kekerasan seksual, dan liberalisasi hubungan agar media bersih dari prilaku pornografi. Media justru diarahkan untuk membangun akhlak, meningkatkan kesadaran agama, dan menjaga kesucian keluarga.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update