Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Rusak dalam Sistem Pendidikan yang Kapitalistik

Thursday, May 08, 2025 | Thursday, May 08, 2025 WIB Last Updated 2025-05-08T04:39:17Z
Generasi Rusak dalam Sistem Pendidikan yang Kapitalistik

Shinta Anggarjati


Pendidikan seharusnya menjadi alat pembebas, bukan alat penindas. Namun, dalam sistem yang dikendalikan oleh logika kapitalisme, pendidikan justru berubah menjadi ladang komoditas—bukan ruang pembentukan karakter dan intelektualitas manusia, melainkan pabrik pencetak tenaga kerja murah yang tunduk pada pasar.


Di bawah sistem kapitalisme, nilai utama pendidikan bukan lagi ilmu, akhlak, atau pembentukan kepribadian, melainkan keuntungan dan efisiensi. Sekolah dan kampus bukan lagi tempat mencari makna hidup, melainkan tempat berlomba-lomba mengoleksi nilai, gelar, dan sertifikat. Mereka yang tidak mampu membayar, dipaksa tersingkir. Mereka yang kritis, dianggap mengganggu stabilitas.


Tak heran jika yang lahir dari sistem ini adalah generasi yang cemas, apatis, dan mudah dibentuk. Mereka tidak diajarkan berpikir merdeka, tapi dilatih untuk patuh dan beradaptasi. Mereka tidak diarahkan untuk menjadi manusia yang utuh, melainkan “produk” yang siap jual. Inilah bentuk kerusakan struktural yang membentuk generasi tanpa arah, kehilangan jati diri, dan terjebak dalam lingkaran kompetisi semu.


Kapitalisme pendidikan menjadikan ilmu pengetahuan eksklusif dan hanya bisa diakses oleh mereka yang punya modal. Sementara itu, pendidikan karakter dan nilai kemanusiaan dikesampingkan karena dianggap tidak “menghasilkan”. Padahal, krisis moral dan sosial yang kita hadapi hari ini—dari korupsi, intoleransi, hingga ketidakpedulian sosial—berakar pada sistem pendidikan yang gagal membentuk manusia sebagai manusia.


Sudah saatnya kita bertanya: pendidikan ini mencetak manusia merdeka atau budak sistem?


Perubahan tidak akan datang dari atas. Ia harus diperjuangkan dari bawah, oleh mereka yang sadar bahwa pendidikan sejati tidak tunduk pada logika pasar. Pendidikan sejati harus membebaskan pikiran, menumbuhkan empati, dan membentuk generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berani melawan ketidakadilan.


Pendidikan di era kapitalisme saat ini, generasi  muda semakin terjerumus pada gaya hidup hedonisme, individualistis, dan Materialistis. Sistem kapitalisme mendorong manusia mengejar kepuasan dunia semata, tanpa peduli pada nilai moral dan spiritual. 

Akibatnya, banyak anak muda kehilangan arah, krisis identitas dan terjebak dlam pergaulan bebas, narkoba,dan bahkan kejahatan digital. Dalam kondisi sperti ini, islam hadir sebagai solusi menyeluruh dengan membangun generasi yg beriman, berilmu dan berakhalk mulia. Islam tidak hanya mengatur ibadah tetapi juga memberikan panduan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya agar generasi kita bisa hidup selaras dengan fitrahnya dan tujuan dia diciptakan. 


Solusi islam di mulai dari pendidikan Tauhid yang kuat sejak dini, menanamkan bahwa hidup bukan hanya untuk kesenangan dunia, tetapi juga pertanggung jawabkan setiap amal di akhirat. Generasi islam diajarkan untuk menjadikan pribadi yang bertanggungjawab jawab, memiliki misi dakwah dan menjadikan Rasulullah saw sebagai teladan. Selain itu, islam menolak eksploitasi ekonomi dan budaya yang yg merusak, dan justru mendorong sistem ekonomi yang adil serta budaya yang menjaga kehormatan manusia. Dengan penerapan syariat islam secara menyeluruh, generasi muda akan memiliki jati diri yang kokoh dan mampu menghadapi tantangan disetiap zaman tanpa kehilangan arah. 


Walalluhu bisowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update