Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Dihantui Pengangguran Massal

Wednesday, May 14, 2025 | Wednesday, May 14, 2025 WIB Last Updated 2025-05-14T10:47:39Z


Oleh Puji

Data dari  Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren yang mencemaskan. Pada 2014, jumlah penganggur bergelar sarjana tercatat sebanyak 495.143 orang.  Angka ini melonjak drastis menjadi 981.203 orang pada 2020 dan meski sempat turun menjadi 842.378 orang di 2024, jumlah tersebut tetap tergolong tinggi (https://www.cnbcindonesia.com, 01-05-2025). 

Melihat berita ini kita turut prihatin atas banyaknya jumlah pengangguran yang terjadi di negeri ini. Apalagi tingkat pengangguran yang bergelar sarjana jumlahnya relatif banyak. Padahal banyak dari sarjana itu berharap bisa mendapatkan pekerjaan secara layak untuk bisa menerapkan ilmunya  yang diperoleh di bangku perkuliahan. Tetapi kenyataannya berdasarkan data BPS terdapat pengangguran yang bergelar sarjana itu angkanya cukup besar.  

Banyaknya pengangguran yang bergelar sarjana ini tentu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi negeri ini. Apalagi IMF melaporkan bahwa negeri ini menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi se-ASEAN pada tahun 2024. Tentunya kita juga patut evaluasi terhadap pendidikan yang ada di negeri ini terkait banyaknya sarjana yang menjadi pengangguran. 

Penerapan sistem kapitalisme sekuler adalah penyebab masalah pengangguran. Negara yang menjadikan kapitalisme sekuler sebagai pedoman dalam perekonomian maupun pendidikan itu hanya bertindak sebagai regulator yang kurang berpihak terhadap kesejahteraan rakyatnya. Negara kurang menjamin terbukanya lapangan  pekerjaan  bagi masyarakat. Alhasil terjadi adanya kesenjangan antara  lapangan kerja dengan para pencari kerja. Kalau kita lihat berita banyaknya pengangguran bergelar sarjana itu menjadi evaluasi bagi bangsa ini terkait pedoman yang digunakan untuk pengaturan masalah ekonomi, sosial maupun pendidikan yang menjadikan kapitalisme sekuler sebagai pedoman.

Kita bisa merujuk bagaimana cara Islam mengatasi masalah pengangguran maupun mengatur urusan terkait ekonomi, sosial dan pendidikan. Dalam Islam, negara merupakan pilar penting yang mengurusi rakyatnya agar bisa sejahtera dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Islam menekankan bahwa negara  harus menjamin kesejahteraan rakyatnya maupun membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat agar tidak menjadi pengangguran dan malas bekerja. Harapannya agar negeri ini bisa menjadikan Islam sebagai pedoman dalam mengurusi urusan rakyatnya dalam aspek ekonomi, pendidikan maupun sosial agar bisa menjadi solusi masalah pengangguran yang terjadi di negri ini.

Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update