Mahasiswi Universitas Al-Azhar Medan
Sebanyak empat pemuda di Medan mencuri sepeda motor selepas para pelaku dugem.
Keempat pelaku ditangkap setelah diketahui keberadaannya melalui motor milik korban yang dilengkapi GPS, sehingga memudahkan polisi untuk melacak mereka.
Kepala Polsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat mengatakan para pelaku berjumlah empat orang. Mulanya, para pelaku pergi ke klub malam di Desa Namo Rube Julu, Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (7/5/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.
"Pulang dari klub, sekitar pukul 10.00 WIB, mereka mencari target sepeda motor yang mau dicuri," kata Bambang saat menggelar konferensi pers di Polsek Sunggal pada Kamis (15/5/2025).
Tinggi nya angka kejahatan saat ini tidak bisa terlepas dari ekonomi. Belum lagi biaya hidup lainnya yang selalu naik setiap bulannya. Pabrik yang mem-PHK karyawan makin menstimulus orang-orang melakukan kejahatan. Fenomena yang paling nampak adalah angka pengangguran yang semakin tinggi akibat sulitnya lapangan pekerjaan, kejehatan pun semakin merajalela. Dalam konferensi pers pada awal Mei 2025 lalu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025. Dari data tersebut kita bisa lihat bahwa tingkat kesulitan ekonomi saat ini akan melahirkan problem sosial yang begitu besar. Tinggi nya tingkat kemiskinan dan ekonomi yang mengalami penurunan dikarenakan sistem pemerintahan yang cenderung kapitalistik, dalam sistem kapitalisme hanya menguntungkan para pemilik modal saja, watak dasar dari sistem ini adalah setiap pemilik modal cenderung berperilaku sama dalam menjalankan ekonomi yakni mencari keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Dari kapitalisme inilah yang menyebabkan kemiskinan struktural atau sistemik, yakni kemiskinan yang diciptakan oleh sistem yang diberlakukan oleh negara atau penguasa. Di sisi lain rakyat seolah dibiarkan hidup mandiri. Penguasa atau negara banyak berlepas tangan untuk menjamin kebutuhan hidup rakyatnya. Akhirnya menyerahkan seluruh urusan rakyat kepada individu atau swasta. Terlebih lagi sanksi peradilan hari ini tidak bersifat menjerakan sehingga pelaku kejahatan akan terus bertambah. Bukannya jadi merasa bersalah tapi semakin membuat kesalahan. Kenyataannya juga hukum buatan manusia sangat merugikan banyak orang.
Selain negara yang kapitalistik, mudahnya seseorang untuk melakukan kejahatan adalah karena faktor lemahnya iman mereka. Seharusnya seburuk apapun kondisi ekonomi seseorang tidak lah langsung berpasrah diri lalu melakukan tindakan kriminalitas demi memenuhi kebutuhan pribadi. Sejatinya, ini bermuara dari penerapan sistem kehidupan sekuler di tengah masyarakat. Masyarakat sudah di cekoki dengan paham sekularisme. Karena paham ini memisahkan dan menjauhkan agama dari kehidupan umat. Agama ditempatkan pada ibadah mahdhah semata, sedangkan kehidupan umat disetir oleh aturan buatan manusia. Sehingga segala sesuatu yang dilakukan umat saat ini tanpa ada nya setiran mengenai halal dan haram suatu perbuatan.
Semua itu berbeda dengan Islam yang memiliki sistem kehidupan yang khas dan sistem pemerintahan yang fokus pada terpenuhinya kebutuhan umat. Islam benar-benar menjaga dan bertanggung jawab atas semuanya. Kemudian sistem kehidupan yang dijalan kan berlandaskan Aqidah Islam sehingga keimanan dan pemahaman umat tentang Islam semakin kuat. Selain itu, sistem pemerintahan Islam akan selalu memfokuskan terkait kebutuhan umat. Sanksi yang akan diberlakukan juga akan dapat membuat efek jera kepada pelaku dengan sanksi-sanksi tegas yang ada pada Islam. Sanksi ini akan dapat menurunkan angka kriminalitas sehingga keamanan umat akan terjamin. Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengganti sistem yang rusak saat ini dengan Sistem Islam yang telah terbukti keberhasilan dan kegemilangan nya.

No comments:
Post a Comment