Oleh: Erni Yuwana
(Aktivis Muslimah)
Momen berkabung duka masih menyelimuti warga Palestina khususnya Gaza. Darah menggenang dan bau harum syahid semerbak diantara kota yang hancur dan terbakar. Tanpa henti mereka dihajar dengan bom dan ribuan tembakan. Kondisi ini tidak cukup hanya disikapi dengan tangis dan doa.
Dibalik penjajahan atas rakyat Palestina ada kewajiban umat muslim seluruh dunia yang tertutup kabut permainan kafir barat. Persaingan memperebutkan wilayah Palestina oleh zionis dengan cara yang sadis dan brutal dilakukan sejak ketiadaan institusi negara Islam. Tepatnya sejak daulah Islam terakhir di Turki runtuh.
Wahai kaum muslimin, Palestina yang disucikan sebagai tanah para nabi sekaligus menjadi tempat kiblat pertama umat muslim harusnya dipertahankan dengan perjuangan yang maksimal oleh umat Nabi Muhammad SAW.
Wahai kaum muslimin, perjuangan masih berlanjut! Siapa saja dari kita yang mengaku muslim, maka sepantasnya malu dan merasa hina jika tidak sedikitpun tergerak hatinya berjuang menjaga Masjidil Aqsha.
Rasulullah SAW. juga menyampaikan:“Salah seorang diantara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut bermaksud menyampaikan pada kita tentang taraf keimanan yang sesungguhnya tidak terdeteksi bila seorang muslim belum mencintai saudara muslim lainnya. Ibarat satu tubuh, umat muslim tidak dibedakan oleh suku, warna kulit, status apalagi wilayah. Demikianlah status saudara kita di Palestina.
Dakwah dan Jihad
Umat Islam harus memutus rantai drama yang dibuat kafir barat dengan episode penyerahan persoalan ini pada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang tidak akan ada solusinya.
Muhariban fi’lan adalah posisi zionis. Zionis wajib dihadapi hanya dengan perang. Hal ini akan terwujud jika di bawah komando seorang khalifah. Hal demikian menunjukan urgensi naungan pemimpin berbentuk negara yang menerapkan Islam secara kaffah. Penegakkan kembali khilafah adalah qadliyah mashiriyah yang wajib menjadi agenda utama umat Islam saat ini, ketiadaannya terbukti menyengsarakan umat karena tidak terterapkannya Al-Qur’an.
Untuk itu dibutuhkan dakwah revolusioner, dakwah yang menyuarakan dengan jelas antara haq dan bathil, menyuarakan jihad untuk membela umat tertindas. Sesungguhnya, persoalan Palestina, uyghur, muslim Myanmar, dan masih banyak kasus tertutupi lainnya.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Kiamat tidak akan terjadi hingga kaum muslim memerangi yahudi. Lalu kaum muslim membunuh mereka hingga setiap orang yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun, batu dan pohon itu berkata, ‘wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini ada orang yahudi di belakangku. Kemarilah dan bunuhlah dia!’ kecuali (pohon) ghardad karena ia adalah pohon yahudi” (HR. Muslim).
Demikianlah perjuangan rakyat Gaza dan wilayah Palestina lainnya merupakan tanggung jawab umat muslim yang masih merasa memiliki keimanan, sungguh kita berharap bangkitnya kehidupan Islam itu diawali dengan persatuan umat Islam seluruh dunia. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

No comments:
Post a Comment