Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pembebasan Palestina Itu dengan Jihad

Monday, April 28, 2025 | Monday, April 28, 2025 WIB Last Updated 2025-04-28T03:35:45Z
Pembebasan Palestina Itu dengan Jihad


Oleh : Siti Hadijah S.Pdi

Pengamat Kebijakan Publik


Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa ( WFT ) telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaja , dengan menyatakan bahwa setidaknya dua juta orang- yang sebagian besar mengungsi - saat ini hidup tanpa sumber pendapatan apa pun, dan sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan utama mereka.


Dalam serangkaian pernyataan yang dirilis selama beberapa jam terakhir, WFT membunyikan alarm atas meningkatnya bahaya bagi ratusan ribu penduduk Gaza. 


Mengutip dari The Peninsula, Minggu, 20 April 2025, WFT menyatakan keprihatinan mendalam atas penurunan tajam stok pangan, dengan memperingatkan bahwa Jalur Gaza berada di ambang bencana kemanusiaan . 


WFP menekankan bahwa situasi  krisis ini diperparah penutupan  perbatasan yang sedang berlangsung oleh Israel, yang mencegah pengiriman pasokan pangan penting ke Jalur Gaza. ( METROTVNEWS, 20/4/2025 )


Akar masalah Palestina adalah penjajahan wilayah oleh Zionis Yahudi yang di dukung oleh negara-negara Barat. Yahudi, bisa melakukan itu karena pelindung utama dari wilayah Palestina dan juga wilayah dunia Islam telah lenyap ( Khilafah ).


Zionis Yahudi hanya mengenal bahasa kekerasan. Sudah sangat banyak perundingan damai mulai dari Oslo, Madrid, Camp David, dan lain-lainnya, tetapi semua berakhir dengan zonk.


KTT Arab - Islam  yang dihadiri 57 pimpinan negara ini disifati “ luar biasa “ dan di klaim berisi “ pesan kuat dan keras “ untuk dunia, nyatanya tidak ada satu pun hal yang luar biasa atau menampakkan kekuatan riil yang bisa menggetarkan dunia.


Alih-alih bisa memaksa Zionis untuk segera menghentikan kekejamannya atas warga Gaza Palestina, apalagi memaksa Amerika dan sekutunya untuk menghentikan  segala dukungannya , yang terjadi adalah pasca resolusi negara Arab- Islam, Zionis justru makin brutal dan terus meluas.


Dua hal yang harusnya kaum muslimin sepakat :

Pertama, menolak seluruh solusi jika solusi itu tetap mempertahankan penjajah di wilayah yang diberkati itu. Tidak ada solusi lain, tidak pula two state  solution karena solusi dua negara hakikatnya adalah penerimaan terhadap penjajah.


Kedua, kaum muslimin harus memantapkan langkah, membulatkan tekad, untuk berjuang bagi persatuan seluruh kaum muslimin di dunia .


Dengan persatuan umat Islam yang jumlahnya dua miliar akan menjadi entitas umat beragama yang paling besar, sekaligus insyaa Allah paling kuat.



Islam Memandang


Alangkah benar yang disampaikan Rasulullah SAW, “ Hampir saja bangsa-bangsa memangsa kalian, sebagaimana orang-orang lapar menghadapi meja penuh hidangan.” Seseorang bertanya, “apakah jumlah kami saat itu sedikit “? Beliau menjawab, “ Bahkan jumlah kalian saat itu ada banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan . Sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari dada musuh kalian, dan sungguh Allah pun akan mencampakkan penyakit wah n ke dalam hati kalian .” Lalu seseorang bertanya, “ Ya Rasulullah, apa itu wah n ? Beliau menjawab , “ cinta dunia dan benci  kematian.” ( HR Ahmad , Al Baihaqi, Abu Dawud dari Tsauban ra ).


Penyakit inilah yang rupanya sedang menjangkiti para pemimpin dunia Islam, hingga tidak ada satu pun dari mereka yang berani tampil memimpin perlawanan. Mereka pura-pura murka , tetapi tidak ada langkah nyata. Mereka satu sama lain hanya bisa saling mengecam atau berlomba-lomba mencari dalih  dan kambing hitam. Misalnya, dalih terikat norma-norma hubungan internasional serta batas-batas kebangsaan yang sejatinya dibuat oleh negara-negara besar semata untuk melemahkan.


Mereka bahkan tega menyerahkan saudaranya untuk dibantai musuh umat Islam semata demi melanggengkan kekuasaan. Rasulullah bersabda , “ seorang muslim adalah saudara muslim lainnya , ia tidak menzalimi ya, merendahkannya, menyerahkan ( kepada musuh ) , dan tidak menghinakan ya.” ( HR Muslim )


Sungguh yang terjadi di Palestina dan respons pemimpin-pemimpin dunia Islam kian memberi pelajaran bahwa kepemimpinan yang tidak berasaskan akidah Islam hanya akan membuka banyak mudarat, bahkan membuka jalan penjajahan. Mereka lebih takut kehilangan kekuasaan  dan dukungan negara besar, daripada serius  menghancurkan kezaliman.


Berbeda halnya dengan sistem kepemimpinan Islam, yang tegak di atas ideologi Islam. Sistem Islam akan menyatukan umat dan seluruh potensi kekuatannya di bawah satu bendera. Pemimpinnya  pun akan menjalankan fungsi mengurus dan menjaga . Saat kezaliman menimpa sekelompok umat, pemimpin kaum muslimin, rakyat, dan tentaranya akan terdepan menjadi pembela.


Waalahuallam biishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update