By : Zainal Amran
Niat pemerintah bikin program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya patut diapresiasi. Tujuannya jelas: supaya anak-anak Indonesia sehat dan kuat. Tapi sayangnya, yang namanya niat baik kadang nggak selalu ketemu hasil yang maksimal di lapangan.
Banyak cerita makanan yang dibagikan lewat program ini malah nggak dimakan anak-anak karena rasanya kurang cocok, porsinya nggak pas, atau bahkan kualitasnya jauh dari kata "bergizi." Ujung-ujungnya, makanan jadi mubazir dan uang negara kebuang sia-sia. Belum lagi proses pengadaan dan distribusi makanan yang kadang bikin anggaran malah habis buat urusan logistik, bukan ke isi piring anak-anak.
Kalau boleh kasih saran, mending anggaran MBG ini dialihkan jadi Bantuan Langsung Tunai buat orangtua siswa. Kenapa? Karena dengan uang tunai, orangtua bisa lebih bebas beli makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak masing-masing. Nggak cuma itu, uangnya juga bisa dipakai untuk keperluan lain yang lebih mendesak, entah itu beli buku, ongkos sekolah, atau biaya kesehatan.
Toh, orangtua lebih tahu kebutuhan anaknya, kan? Jadi program kayak gini bakal lebih tepat sasaran, lebih hemat anggaran, dan lebih memudahkan semua pihak. Semoga ke depan pemerintah bisa mempertimbangkan hal ini biar programnya nggak cuma bagus di atas kertas, tapi juga terasa manfaatnya di rumah-rumah rakyat. 001

No comments:
Post a Comment