Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Gaza Kelak Menuntut Tanggungjawab Kita

Saturday, April 19, 2025 | Saturday, April 19, 2025 WIB

Oleh Rahma (Aktivis Muslimah)

Suasana Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri masih menyisakan rasa sukacita di benak sebagian besar kaum muslim di berbagai belahan dunia. 

Namun sebaliknya duka mendalam dan penderitaan terus  dirasakan oleh kaum muslim di Gaza Palestina sampai saat ini.

Kebiadaban zionis sungguh tiada tara. Jeritan penderitaan dari anak-anak Gaza sepanjang waktu hanya berlalu seperti angin. Bagi para pemimpin muslim, tangisan dan rintihan anak-anak gaza dalam menahan luka bagaikan tontonan yang tak berarti. Sungguh sistem sekuler kapitalis telah membutakan para pemimpin muslim di seluruh dunia. Bagaimana bisa pembataian nyawa anak manusia yang sudah terjadi bertahun-tahun tidak bisa dihentikan oleh para penguasa muslim.

Bahkan Hari Anak Palestina diperingati dengan berbagai kisah yang sangat mengerikan. Sejak 7 oktober 2023 Israel telah membunuh lebih dari 50.600 warga di Gaza.

Dari pernyataan bersama Komisi Palestina untuk Urusan Tahanan, Masyarakat Tahanan Palestina dan Asosiasi Dukungan Tahanan dan Hak Asasi Manusia Addameer mengatakan sekitar 1.200 anak Palestina dari Tepi Barat ditahan oleh tentara Israel. Anak-anak terus disiksa, kelaparan, terabaikan kebutuhan medisnya dan terampas sistematis setiap hari (erakini.id, 05-04-25)

Puluhan ribu anak-anak menjadi korban genosida meninggalkan kepedihan yang mendalam. Tercatat ada 39.000 anak yatim akibat genosida di Gaza. Tiap hari 100 anak Gaza meninggal.

Mirisnya semua fakta ini terjadi di tengah narasi soal HAM dan tetek bengek aturan Internasional dan perangkat hukum soal perlindungan dan pemenuhan hak anak.  Kenyataannya aturan-aturan tersebut tak mampu menghentikan apalagi mencegah penderitaan anak-anak Palestina.

Semua ini semestinya menyadarkan umat bahwa tidak ada yang bisa mereka harapkan dari lembaga-lembaga Internasional dan semua aturan yang dilahirkannya. Masa depan Gaza ( Palestina ) ada pada tangan mereka sendiri, yakni pada kepemimpinan politik Islam atau khilafah yang semestinya sungguh-sungguh  mereka perjuangkan. 

Khilafah berfungsi sebagai rain dan junnah. Sebagaimana Rasulullah bersabda :

" Imam ( Khalifah ) adalah Raa'in ( pengurus rakyat ) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya ( HR. Al Bukhari ).

Pemimpin dalam sistem Islam tidak akan pernah membiarkan kezaliman menimpa rakyatnya. Khilafah terbukti selama belasan abad berhasil menjadi benteng pelindung yang aman, dan memberikan support system terbaik bagi tumbuh kembang anak sehingga mereka bisa menjadi generasi cemerlang pembangun peradaban emas dari masa ke masa.

Setiap muslim juga wajib terlibat dalam memperjuangkan kembalinya khilafah agar mereka punya hujjah bahwa mereka tidak diam berpangku tangan melihat anak-anak Gaza dan orang tua mereka dibantai oleh zionis dan sekutu-sekutunya. Persoalan anak-anak Gaza akan selesai ketika persoalan Palestina juga terselesaikan secara tuntas. Dan solusi tuntas atas penjajahan di Palestina adalah dengan jihad dan Khilafah.

Dengan Khilafah potensi kekuatan kaum muslim yang sangat besar di berbagai negeri Islam bisa disatukan sekaligus digerakkan untuk melakukan jihad  terhadap Yahudi dan pelindungnya. Dengan begitu cengkraman zionis di bumi Palestina akan mudah dilepaskan. Alhasil warga gaza pun bisa merasakan udara kemerdekaan.

Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update